Rhinos SR 10 Kapsul

Rp94.400

Strip

*Harga berbeda di tiap apotik

Informasi Ini untuk Kalangan Medis


Deskripsi & Manfaat

Deskripsi & Manfaat

Deskripsi

Rhinos SR mengandung Loratadine 5 mg dan Pseudoephedrine HCl 60 mg dalam sediaan kapsul lepas lambat (sustained release/SR) yang digunakan untuk meredakan gejala rinitis alergi disertai kongesti hidung.

Informasi terkait kandungan obat:
Loratadine adalah antihistamin generasi kedua (non-sedatif) golongan piperidin, bekerja sebagai antagonis selektif reseptor histamin H1 perifer. Pseudoephedrine HCl adalah simpatomimetik yang merangsang reseptor alfa-adrenergik mukosa saluran napas sehingga menyebabkan vasokonstriksi dan meredakan kongesti hidung, serta merangsang reseptor beta-adrenergik sehingga merelaksasi bronkus.

Farmakokinetik Loratadine:
Absorpsi: Oral, kadar puncak sekitar 1 jam.
Metabolisme: Melalui CYP3A4 dan CYP2D6 menjadi Desloratadine (t0.5 Loratadine sekitar 8.4 jam).

Farmakokinetik Pseudoephedrine HCl:
Absorpsi: Onset kerja dekongestan 15-30 menit pada formulasi IR; pada formulasi SR kadar puncak tercapai dalam 6-9 jam.
Distribusi: Terdistribusi luas; menembus sawar darah otak dan plasenta; masuk ke dalam ASI.
Metabolisme: Sebagian kecil di hati; t0.5 9-16 jam.
Ekskresi: 70-90% diekskresikan tidak berubah melalui urin; kecepatan ekskresi bergantung pada pH urin.

Obat ini tergolong Obat Keras dalam penggunaannya harus sesuai anjuran dokter/resep dokter.

Dosis & Aturan Pakai

Dosis & Aturan Pakai

Dosis

PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER.

1 kapsul SR (Loratadine 5 mg + Pseudoephedrine HCl 60 mg), diminum 2 kali sehari (tiap 12 jam), untuk dewasa dan anak usia lebih dari atau sama dengan 12 tahun.

Dosis lazim: total Pseudoephedrine HCl 120 mg per hari (setara 2 kapsul SR 60 mg) dalam 2 dosis terbagi.

Aturan Pakai

Telan kapsul utuh bersama segelas air; jangan dikunyah, dihancurkan, atau dibuka kapsulnya karena merupakan sediaan lepas lambat.

Dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan.

Hindari konsumsi menjelang waktu tidur jika pasien sensitif terhadap efek stimulan Pseudoephedrine HCl (dapat menyebabkan insomnia).

Informasi Keamanan

Informasi Keamanan

Kategori Kehamilan: C Butuh Perhatian

Obat ini memiliki risiko untuk ibu hamil dan janin. Konsultasikan dengan dokter dan pertimbangkan alternatif lain.

Perhatian

Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan: hipertensi, penyakit jantung, diabetes mellitus, hipertiroidisme, hipertrofi prostat, glaukoma.

Dapat menyebabkan insomnia, tremor, atau kecemasan akibat komponen Pseudoephedrine HCl; hindari pemberian menjelang waktu tidur.

Kehamilan: Pseudoephedrine HCl dikaitkan dengan risiko gastroschisis pada trimester pertama; hindari penggunaan pada trimester pertama kehamilan.

Menyusui: Pseudoephedrine HCl masuk ke dalam ASI dan dapat menekan produksi ASI; hindari penggunaan pada ibu menyusui.

Tidak direkomendasikan pada pasien dengan gangguan ginjal atau hati berat.

kontraindikasi

Hipersensitivitas terhadap Loratadine, Pseudoephedrine HCl, atau komponen lain dalam sediaan.

Penggunaan bersama atau dalam waktu 14 hari setelah penghentian terapi MAOI (Monoamine Oxidase Inhibitor).

Glaukoma sudut sempit.

Retensi urin.

Hipertensi berat atau penyakit jantung koroner berat.

Anak usia di bawah 12 tahun.

Efek Samping

Dari komponen Pseudoephedrine HCl:
Takikardia, palpitasi, hipertensi, insomnia, gelisah, sakit kepala, mual, mulut kering, retensi urin.

Dari komponen Loratadine:
Sakit kepala, kelelahan, mulut kering (jarang).

Jarang:
Aritmia, agitasi, halusinasi, ruam kulit.

Interaksi Obat

Penggunaan bersamaan dengan obat penghambat MAO dapat menyebabkan krisis hipertensi.

Detail Produk

Detail Produk

Indikasi Umum

Rinitis alergi musiman dan perennial disertai kongesti hidung. Flu dan pilek dengan gejala bersin, hidung berair, dan hidung tersumbat.

Komposisi

Loratadine 5 mg dan Pseudoephedrine HCl 60 mg

Golongan Produk

Obat Keras (Merah)

Manufaktur

Dexa Medica

Kemasan

Dus, 5 Blister @ 10 Kapsul pelepasan lambat

No. Registrasi

BPOM: DKL9905028303A1

BPOM (https://cekbpom.pom.go.id/) MIMS INDONESIA (https://www.mims.com/indonesia/drug) British National Formulary (BNF) 82, September 2021-March 2022. London: BMJ Group and Pharmaceutical Press; 2021. Monograf Loratadine, p.321; Monograf Pseudoephedrine Hydrochloride, p.1255. Martindale: The Complete Drug Reference, Thirty-eighth Edition. London: Pharmaceutical Press; 2014. Bab Antihistamines, monograf Loratadine, p.633-634; data kombinasi Pseudoephedrine dengan antihistamin, p.658. Drug Information Handbook (Lexi-Drugs Online), 17th Edition. Hudson (OH): Lexi-Comp Inc; 2009. Monograf: Loratadine and Pseudoephedrine, p.4300-4302. Stockley's Drug Interactions: A Source Book of Interactions, Their Mechanisms, Clinical Importance and Management, Ninth Edition. Edited by Karen Baxter. London/Chicago: Pharmaceutical Press; 2010. Chapter 15: Antihistamines; Chapter 33: Sympathomimetics + MAO inhibitors.

Informasi ini bersifat referensial bagi tenaga kesehatan dan tidak menggantikan penilaian atau keputusan klinis

Diperbarui: 11 Agu 2026