13 August 2018

Orangtua Perlu Tahu Dampak Negatif Menakuti-nakuti Anak

dampak negatif menakuti-nakuti anak

Halodoc, Jakarta – “Jangan main di kamar sendiri, nanti dimakan hantu” atau “jangan nakal, ya? Nanti disuntik dokter” adalah kalimat-kalimat yang sering dijadikan senjata untuk membuat anak bersikap manis dan tidak rewel. Padahal, cara-cara tersebut sama sekali tidak dianjurkan, lho! Menakut-nakuti anak untuk membuatnya menuruti perintah hanya akan memberi dampak yang tidak baik.

Tanpa disadari, orang tua mungkin pernah melakukan hal tersebut. Niatnya mungkin baik, agar Si Kecil tidak melakukan hal yang bisa mengancam dan berbahaya. Namun tahukah ibu, ternyata kebiasaan menakut-nakuti tersebut bisa saja dimaknai anak sebagai sebuah ancaman. Tentu hal tersebut tidak baik bagi perkembangannya.

Baca juga: Santai, Begini Cara Asuh Anak yang Tepat untuk “Keluarga Baru”

Bagi orangtua, mungkin hal tersebut terkesan sepele. Namun ternyata, rasa takut yang dialami anak terkadang sangat nyata dan serius baginya. Jika hal ini dibiasakan, bisa memicu berbagai dampak pada Si Kecil, lho! Berikut dampak negatif dari menakut-nakuti anak yang perlu orangtua tahu:

 

  • Anak jadi Penakut

 

Salah satu dampak nyata dari kebiasaan ini adalah membuat anak tumbuh menjadi sosok yang penakut dan mudah merasa cemas. Sekali atau dua kali, mungkin anak terlihat biasa saja saat ditakut-takuti. Namun jika hal ini dilakukan terus menerus, bisa menjadi pemicu anak menjadi terlalu takut untuk melakukan hal-hal tertentu. Parahnya lagi, kebiasaan ini juga bisa mendorong anak menjadi tidak mandiri karena takut untuk melakukan suatu hal tanpa bantuan dari orang lain.

 

  • Tidak Memiliki Kepercayaan Diri

 

Kebiasaan menakut-nakuti anak juga bisa membuatnya tumbuh menjadi orang yang tidak memiliki kepercayaan diri. Saat ditakut-takuti, anak secara tidak langsung akan merasa bahwa perbuatannya salah di mata orang lain. Hal itu pada akhirnya akan membuat ia berpikir bahwa apapun yang dia lakukan bisa saja memang salah, sehingga semakin lama kepercayaan dirinya akan tergerus.

Baca juga: Mengatasi Anak yang Terlalu Manja dengan Kakek dan Nenek

 

  • Jadi Fobia

 

Kebiasaan menakut-nakuti sering dilakukan pada anak yang masih berusia 2-3 tahun. Pada usia tersebut, anak-anak umumnya belum dapat mengontrol dengan baik rasa takutnya. Meski seiring berjalannya waktu anak akan mengerti, tak jarang ketakutan yang dipupuk sejak dini ini berubah menjadi fobia.

 

  • Kepercayaan Anak Luntur

 

Salah satu dampak yang bisa terjadi karena kebiasaan menakut-nakuti adalah anak kehilangan kepercayaan pada orangtua. Apalagi jika orangtua terbiasa menggunakan hal-hal yang mustahil dalam menakut-nakuti.

Misalnya, saat anak tidak menghabiskan makanannya, orangtua mengancam akan memanggil dokter untuk menyuntik. Jika ancaman tersebut berulang, saat anak sudah mengerti kelak bahwa dokter tidak akan menyuntik hanya karena tidak menghabiskan makanan, anak akan menganggap orangtua berbohong dan kehilangan kepercayaan.

Daripada Ditakut-takuti, Beri Anak Penjelasan yang Benar

Setiap orangtua mungkin memiliki cara tersendiri dalam mengasuh anak. Namun, daripada membiasakan menakut-nakuti anak, cobalah untuk selalu memberinya penjelasan yang benar. Misalnya, katakan pada anak bahwa ia harus mencuci tangan sebelum makan, karena di tangan ada banyak kuman yang bisa bikin sakit. Bisa juga minta ia menghabiskan makanannya agar punya banyak energi untuk bermain dengan teman, bukannya mengancam akan disuntik oleh dokter atau ditangkap polisi.

Baca juga: Hindari Mengatakan ini Saat Anak Laki-laki Menangis

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter segera? Pakai aplikasi Halodoc saja! Lebih mudah menghubungi dokter lewat Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan rekomendasi beli obat dan tips menjaga kesehatan dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!