Orgasme Dapat Sebabkan Epilepsi Kambuh, Apakah Benar?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Orgasme Dapat sebabkan Epilepsi Kambuh, Apakah Benar?

Halodoc, Jakarta - Tahukah kamu apabila orgasme adalah salah satu penyebab epilepsi kambuh? Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat yang terjadi karena bermasalahnya kelistrikan pada otak. Ketika seseorang mengalami orgasme yang dapat memicu epilepsi, dampak dari hal tersebut adalah kejang dan hilang kesadaran.

Kecemasan adalah umum di antara orang-orang dengan epilepsi ketika mereka ingin berhubungan intim. Beberapa pasangan takut bahwa seks dapat memicu kejang, sehingga menimbulkan kecemasan.

Seseorang yang mengidap epilepsi memang memiliki hubungan yang buruk ketika menyangkut hubungan intim. Hal tersebut dapat menyebabkan kelelahan, perubahan hormon seks, hingga depresi yang dapat memengaruhi fungsi seksual seseorang.

Disfungsi seksual lainnya yang dapat terjadi adalah kehilangan hasrat untuk berhubungan intim, tidak mampu untuk mencapai orgasme, disfungsi ereksi pada pria, dan bermasalahnya pelumasan pada vagina. Beberapa masalah tersebut juga dapat disebabkan oleh efek samping dari obat anti epilepsi, seperti tidak memiliki energi untuk berhubungan intim.

Baca Juga : Enggak Hanya Kejang, Ini 4 Gejala Lain Epilepsi

Hubungan Intim dan Epilepsi

Kejang adalah gejala fisik yang dapat disebabkan oleh epilepsi, tapi mengidap epilepsi dapat menyebabkan hal yang lebih parah dari dampak fisik berupa kejang. Hal tersebut dapat terjadi secara tidak terduga, sehingga menimbulkan perasaan takut bagi seseorang yang mengalami atau pun yang melihatnya.

Cara Mengatasi Epilepsi Ketika Ingin Melakukan Hubungan Intim

Banyak orang yang mengidap epilepsi tetap mempunyai hubungan intim yang normal dengan pasangannya. Walau begitu, tidak sedikit seseorang yang mempunyai gangguan tersebut mempunyai masalah ketika akan berhubungan badan, dan masalah tersebut dapat terjadi pada pria dan wanita. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah saat berhubungan intim pada pengidap epilepsi, yaitu:

  • Saling Mendukung

Setiap orang mungkin mempunyai cara yang berbeda untuk menangani masalah seputar epilepsi. Banyak orang dengan epilepsi tidak membutuhkan perawat, tapi beberapa mungkin membutuhkan perawatan dan dukungan, terutama ketika orang tersebut mengalami kejang.

Mendukung seseorang dengan epilepsi, seperti dengan cara memberi semangat, menyarankannya untuk minum obat, atau berbagi kegiatan untuk membantu dirinya tetap sehat.

Baca Juga: 4 Faktor yang Memicu Pengidap Epilepsi Mengalami Kejang

  • Hubungan dan Pengalaman Baru

Hubungan baru dapat sangat menggairahkan dan menakutkan bagi kebanyakan orang. Jika kamu mengidap epilepsi, kamu mungkin bertanya-tanya bagaimana cara memberi tahu pasangan kamu tentang epilepsi dan tentang reaksinya.

Cara orang lain bereaksi di masa lalu mungkin juga memengaruhi kamu untuk memberitahu orang yang baru. Kejang dapat mengganggu rencana dan kegiatan serta dapat memengaruhi kepercayaan diri mereka.

Walau begitu, beberapa orang yang menjalani hubungan atau pengalaman yang baru terhadap gaya hidup yang berubah dikarenakan epilepsi. Selain itu, hal tersebut juga dapat memperkuat hubungan kamu untuk mendapatkan kepercayaan diri terhadap hal-hal baru dan menentukan hal yang penting untuk kamu dan pasangan.

  • Berbicara tentang Epilepsi

Beberapa orang yang telah memberitahu pasangannya tentang epilepsi yang diidapnya menjadi lebih dekat. Walau begitu, tidak semua orang yang berada dalam hubungan membicarakan tentang hal tersebut. Bagi sebagian orang, penyakit tersebut dapat terasa seperti hal yang mengganggu, karena telah mengubah keadaan yang terjadi.

Jujur tentang perasaan kamu mungkin membutuhkan keberanian, tapi pasanganmu mungkin lega dapat berbagi perasaan tentang yang dirasakan. Beberapa orang menggunakan humor untuk membantu mengatasi perasaan yang tidak diinginkan tersebut atau menghindari hal tersebut.

Baca Juga : Epilepsi Bisa Sembuh atau Selalu Kambuh?

Itulah beberapa hal yang menjadi penyebab epilepsi. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!