Pecandu Alkohol Rentan Alami Stroke Hemoragik

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pecandu Alkohol Rentan Alami Stroke Hemoragik

Halodoc, Jakarta - Sebenarnya, datangnya penyakit-penyakit yang terbilang membahayakan dan mengancam nyawa adalah dampak dari kebiasaan atau pola hidup yang tidak sehat. Malas olahraga, tidak menjaga asupan gizi dan pola makan yang sehat, begadang, dan terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak dan minuman bersoda menjadi penyebab utama tubuh rentan alami penyakit. 

Salah satunya adalah stroke. Penyakit ini muncul karena kebiasaan-kebiasaan buruk yang sayangnya masih terus dipertahankan sampai sekarang. Bisa jadi, semuanya termasuk faktor lingkungan yang memicu seseorang mengalami stroke. Konsumsi pil KB dan alkohol juga meningkatkan risiko stroke hemoragik pada wanita, terutama jika ia aktif merokok. 

Hubungan Alkohol dan Stroke Hemoragik

Sebenarnya, apa yang menjadi penghubung antara alkohol dan stroke hemoragik? Jika kamu mengonsumsi alkohol secara berlebihan maka akan meningkatkan risiko terkena stroke hemoragik.

Baca juga: Inilah Perbedaan antara Stroke Hemoragik dan Stroke Iskemik

Pada banyak kasus, hal tersebut cenderung merupakan akibat dari dampak negatif alkohol, terutama pada organ hati. Pasalnya, hati berfungsi untuk membuat protein yang diperlukan untuk mencegah terjadinya perdarahan spontan. Meski begitu, sebagian besar kasus stroke karena asupan alkohol yang berlebihan sering terjadi karena kombinasi dari tekanan darah tinggi dan terganggunya proses mekanisme pembekuan darah. 

Stroke hemoragik merupakan terjadinya perdarahan pada otak, sehingga pasokan darah yang menuju ke otak menjadi berkurang. Kondisi ini menyebabkan kerusakan pada otak, sehingga mengganggu fungsi organ penting ini. Tidak hanya itu, kurangnya pasokan oksigen ke otak juga memicu terjadinya kerusakan otak secara permanen. 

Baca juga: Mana yang Lebih Berbahaya, Stroke Hemoragik atau Iskemik?

Gejala Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik menjadi jenis stroke yang jarang terjadi. Namun, kondisinya lebih membahayakan dan mengancam nyawa. Biasanya, orang-orang berusia lanjut berisiko mengalami kelainan ini. Meski begitu, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa stroke hemoragik juga bisa menyerang orang-orang yang berusia lebih muda. 

Gejala stroke hemoragik tidak sama antara pengidap yang satu dengan lainnya. Biasanya, gejala muncul berdasarkan tingkat keparahan stroke yang dialami. Namun, gejala umum yang bisa dikenali dari stroke hemoragik seperti kesulitan berbicara atau menangkap informasi dari orang lain, kekakuan atau mengalami kelumpuhan, kesulitan untuk melihat, kesulitan bergerak atau berjalan, dan sakit kepala. 

Gejala ini kemudian berkembang lagi berdasarkan jenis stroke hemoragik yang dialami, apakah jenisnya intraserebral atau subarachnoid. Pada beberapa kasus, stroke hemoragik bisa mengakibatkan pengidap mengalami hilang kesadaran, bahkan hingga mengalami koma. Kelainan ini diperburuk dengan adanya riwayat hipertensi, merokok, mengidap kolesterol tinggi, adanya riwayat keluarga, hingga konsumsi alkohol yang berlebihan. 

Baca juga: Ini yang akan Terjadi pada Otak Pecandu Alkohol

Jika tidak segera ditangani, stroke hemoragik bisa menyebabkan seseorang mengalami kelumpuhan total, sulit bicara maupun menelan, sulit berpikir hingga kehilangan ingatan, merasakan nyeri, dan memiliki masalah emosional. Oleh sebab itu, kamu harus berhenti mengonsumsi alkohol dan rutin memeriksakan kesehatan ke dokter. Supaya lebih mudah ketika mengunjungi rumah sakit, kamu bisa langsung buat janji melalui aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu lagi mengantre. 

Referensi: 
Medscape. Diakses pada 2019. Hemorrhagic Stroke.
Stroke Foundation. Diakses pada 2019. Hemorrhagic Stroke.
P. Donahue, et al. 1986. Diakses pada 2019. Alcohol and Hemorrhagic Stroke. The Honolulu Heart program Journal of the American Medical Association.