• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pembesaran Jantung Bisa Menyerang Siapa Saja, Ini Penyebabnya

Pembesaran Jantung Bisa Menyerang Siapa Saja, Ini Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Kabar duka datang dari ajang pencarian bakat, Indonesian Idol. Salah satu pesertanya, Melisha Sidabutar, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (8/12) lalu. Gadis kelahiran 8 Januari 2001 ini disebut-sebut meninggal karena gagal jantung yang disebabkan oleh pembesaran jantung atau kardiomegali. 

Pembesaran jantung sebenarnya bukan merupakan penyakit. Melainkan suatu kondisi atau gejala dari masalah kesehatan lain yang lebih serius. Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, baik tua maupun muda. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja yang bisa jadi penyebab pembesaran jantung.

Baca juga: Lengan Kiri Sakit Tanda Penyakit Jantung, Benarkah?

Penyebab Terjadinya Pembesaran Jantung

Ada beberapa penyakit atau masalah kesehatan yang bisa menyebabkan pembesaran jantung, di antaranya:

1.Kardiomiopati

Kardiomiopati adalah penyakit yang terjadi akibat adanya kelainan otot jantung. Akibatnya, kemampuan jantung untuk memompa darah berkurang. Gejala yang dirasakan bervariasi, tetapi umumnya berupa napas pendek, pusing, mudah lelah, dan nyeri dada. 

2.Penyakit katup jantung

Pembesaran jantung juga bisa disebabkan oleh penyakit katup jantung. Penyakit ini umumnya disebabkan oleh infeksi, penyakit jaringan ikat, dan efek samping obat-obatan. 

Penyakit katup jantung dapat menyebabkan pembesaran jantung karena dapat merusak fungsi jantung dalam mengalirkan darah ke jalur yang benar. Hal ini membuat jantung bekerja lebih keras dan akhirnya membengkak.

Baca juga: Jantung Berdetak Lebih Cepat, Waspada Tanda Aritmia

3.Aritmia

Gangguan irama jantung atau aritmia juga bisa menyebabkan pembesaran jantung. Hal ini karena ketika jantung berdetak dengan tempo yang tidak normal, darah bisa terpompa balik ke dalam jantung dan merusak otot-ototnya.

4.Hipertensi

Hipertensi dikenal sebagai akar dari banyaknya penyakit kardiovaskuler, termasuk pembesaran jantung. Hal ini karena ketika tekanan darah tinggi tidak terkontrol, jantung dipaksa untuk bekerja lebih keras dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Akibatnya, ventrikel kiri membesar, otot jantung melemah, serta menyebabkan ruang jantung atas membesar.

5.Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner terjadi ketika arteri jantung tersumbat. Selain menyebabkan serangan jantung, penyakit jantung koroner juga dapat mengakibatkan satu bagian otot jantung mati, sehingga bagian jantung yang lain bekerja lebih keras dan akhirnya mengalami pembengkakan.

6.Anemia

Meski terdengar sepele, anemia juga bisa memicu berbagai kondisi serius, termasuk pembesaran jantung. Hal ini terjadi jika anemia tidak segera ditangani dan membuat detak jantung menjadi tidak teratur. 

Baca juga: Meski Ada Faktor Gen, Risiko Penyakit Jantung Bisa Diturunkan

7.Penyakit Tiroid

Kelenjar tiroid punya fungsi penting untuk memproduksi hormon yang dibutuhkan metabolisme tubuh. Namun, ketika mengalami penyakit tiroid seperti hipertiroidisme atau hipotiroidisme, jantung bisa terpengaruh.

8.Kelebihan Zat Besi

Hemochromatosis atau kelebihan zat besi juga dapat menyebabkan pembesaran jantung. Sebab, saat tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh tubuh, kadar zat besi akan berlebih, lalu menumpuk di dalam organ, termasuk jantung.

Itulah beberapa kemungkinan penyebab terjadinya pembesaran jantung. Waspada dan segera periksakan diri ke dokter jika sering mengalami gejala seperti sesak napas, detak jantung tidak teratur, atau nyeri dada. 

Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan dengan cepat, sebelum berakibat fatal. Jika ada yang masih belum jelas, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter, kapan dan di mana saja. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Enlarged Heart.
Healthline. Diakses pada 2020. What Causes an Enlarged Heart (Cardiomegaly) and How’s It Treated?