Pembuluh Darah Bermasalah, Saatnya USG Doppler

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
USG Doppler, pembuluh darah

Halodoc, Jakarta - Ultrasonografi (USG) biasanya menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar. Sedangkan USG Doppler dapat dipergunakan untuk memantau aliran darah, sehingga bermanfaat untuk menentukan diagnosis beragam penyakit. Utamanya, untuk mendiagnosis penyakit yang berkaitan dengan masalah pada pembuluh darah.

Tindakan USG Doppler diawali dengan proses mengoleskan gel pada permukaan kulit bagian tubuh yang akan dipindai. Selanjutnya, perangkat genggam yang disebut transduser akan diletakkan di atas permukaan kulit untuk memulai pemindaian. Perangkat ini selanjutnya akan mengirimkan gelombang suara, yang nantinya akan diperkuat melalui mikrofon.

Baca juga: Pelajari Persalinan Sejak Trimester Kedua

Pada saat pelaksanaannya, gelombang suara akan memantul pada benda padat, termasuk sel darah. Sehingga, pergerakan sel darah pun akan terpantau ketika nada pantulan gelombang suara berubah, yang dikenal sebagai efek Doppler. Melalui gelombang suara inilah dokter dapat menilai, apakah aliran darah yang normal atau sebaliknya.

Beberapa kondisi yang dapat diketahui menggunakan USG Doppler adalah:

  • Keadaan aliran darah di pembuluh arteri dan vena yang ada pada lengan, kaki, atau leher.

  • Keberadaan hambatan aliran atau gumpalan darah yang dicurigai dapat menyebabkan stroke.

  • Adanya gumpalan pada pembuluh darah, yang dapat menghambat aliran darah pada organ vital, misalnya paru-paru.

  • Membantu menilai kesehatan aliran darah bayi di dalam kandungan, untuk memantau perkembangannya.

  • Penurunan sirkulasi darah ke kaki (penyakit arteri perifer).

  • Adanya arteri yang membengkak (aneurisma).

  • Jumlah dan lokasi plak yang terbentuk di pembuluh darah arteri yang menyebabkan penyempitan arteri, seperti pada pembuluh darah di leher (stenosis arteri karotis). Adanya penyempitan pembuluh darah di leher dapat menjadi faktor risiko terjadinya stroke.

  • Mengevaluasi aliran darah pada ginjal atau hati yang ditransplantasikan (untuk mengetahui keberhasilan tindakan transplantasi tersebut).

  • Pada ibu hamil, USG Doppler dapat mengevaluasi status kesehatan janin dalam kandungan. Caranya adalah dengan menilai aliran pembuluh darah di tali pusar melalui plasenta, sekaligus dapat menilai aliran darah di otak dan jantung janin yang sudah terbentuk. Pemeriksaan tersebut juga dapat menilai apakah janin mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi.

USG Doppler juga dapat mendeteksi kelainan yang mungkin atau sudah terjadi dalam sebuah kehamilan, antara lain :

  • Gangguan pertumbuhan janin dan melihat aliran darah dari tali pusar ke plasenta.

  • Kondisi janin ibu mengalami keracunan kehamilan (preeklampsia).

Baca juga: Inilah Berbagai Posisi Janin dalam Kandungan

Apabila memang diperlukan, dokter akan menyarankan USG Doppler. Tidak perlu khawatir, proses pemindaian hanya berlangsung selama beberapa menit. Alat yang digunakan untuk memindai pun hampir sama seperti pada alat USG biasa.

Sesuai dengan kondisi yang dapat diketahui melalui efek Doppler, terdapat beberapa jenis penyakit yang dapat dideteksi menggunakan USG Doppler. Di antaranya:

  • Penyakit jantung bawaan.

  • Sumbatan penyempitan pada pembuluh darah arteri (arteriosklerosis).

  • Penyakit arteri perifer, yaitu berkurangnya sirkulasi darah ke kaki akibat penyempitan arteri.

  • Stenosis karotis atau penyempitan pembuluh arteri di leher, sumbatan pembuluh vena, serta deep vein thrombosis (DVT).

  • Adanya tumor di pembuluh darah kaki atau lengan.

Pemeriksaan USG Doppler dapat dijadikan alternatif pemeriksaan pada pembuluh darah, seperti angiografi yang sifatnya lebih invasif karena membutuhkan tindakan penyuntikan sebelumnya. Prosedur USG Doppler biasanya terasa nyaman, tidak berbahaya dan tidak membutuhkan waktu lama untuk dilakukan. Bahkan, pemeriksaan ini aman untuk janin yang ada di dalam rahim. Kamu tidak perlu cemas melakukan pemeriksaan menggunakan teknik Doppler ini jika disarankan oleh dokter untuk mendeteksi kondisi di dalam tubuh kamu.

Baca juga: Inilah 6 Faktor Penyebab Bayi Sungsang

Sebelum melaksanakan USG Doppler, mungkin ada baiknya kamu berdiskusi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!