Pemeriksaan untuk Deteksi Amaurosis Fugax

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Pemeriksaan untuk Deteksi Amaurosis Fugax

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu merasa dunia mendadak gelap selama beberapa detik atau menit? Kondisi itu bisa jadi muncul karena ada gangguan penglihatan yang disebut dengan amaurosis fugax. Kondisi ini menyebabkan seseorang kehilangan penglihatan dalam periode waktu yang singkat akibat kurangnya aliran darah menuju retina mata. Lantas, bagaimana cara mendeteksi penyakit yang satu ini? 

Gejala hilangnya penglihatan bisa terjadi secara mendadak dan menghilang dalam waktu yang singkat pula. Kondisi ini biasanya hanya akan bertahan selama beberapa detik atau beberapa menit saja. Gangguan penglihatan akibat amaurosis fugax bersifat umum dan bisa terjadi pada siapa saja, baik pria maupun wanita. Jika gejala tak kunjung hilang setelah beberapa menit atau malah bertambah parah, segera lakukan pemeriksaan ke dokter mata untuk memastikan penyebabnya. 

Baca juga: Kenali Lebih Jauh Amaurosis Fugax

Gejala dan Tes untuk Mendeteksi Amaurosis Fugax 

Gejala utama dari penyakit ini adalah hilangnya penglihatan secara tiba-tiba dalam waktu tertentu alias hanya sementara. Kondisi ini membuat pengidapnya merasa seakan ada yang menutupi kedua mata, sehingga tidak bisa melihat lagi. Gejala ini muncul secara mendadak dan akan hilang setelah beberapa detik atau beberapa menit. Kehilangan penglihatan bisa muncul secara tersendiri atau bersamaan dengan gejala lainnya. 

Pemeriksaan harus segera dilakukan jika gejala hilangnya penglihatan tidak kunjung hilang pada waktu yang lama. Sebab, pada beberapa kasus amaurosis fugax bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit stroke ringan. Gangguan penglihatan yang terjadi akibat penyakit stroke biasanya dibarengi dengan gejala lain, seperti kesulitan berbicara, salah satu sisi wajah terasa kaku, hingga rasa lemah dan kaku mendadak pada salah satu sisi wajah. Pada tingkat yang lebih parah, kondisi ini bisa menyebabkan penyumbatan aliran darah menuju otak. 

Pada dasarnya, amaurosis fugax adalah kondisi yang muncul karena adanya penyumbatan aliran darah menuju mata. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan membaik seiring berjalannya waktu. Selain itu, bisa terjadi karena adanya penyumbatan darah atau munculnya plak di dalam pembuluh darah yang pada beberapa kondisi bisa memengaruhi aliran darah menuju mata. 

Baca juga: 4 Perbedaan antara Amaurosis Fugax dan Katarak

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami amaurosis fugax, yaitu memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, serta kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Selain itu, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi, tumor otak, cedera kepala, sakit kepala migrain, serta riwayat penyakit lainnya. Amaurosis fugax juga bisa terjadi akibat penyakit yang memengaruhi sistem saraf atau aliran darah ke kepala dan organ sekitarnya. Untuk mendeteksi kondisi ini, biasanya dilakukan pemeriksaan riwayat kesehatan dan pemeriksaan saraf. 

Amaurosis fugax juga bisa didiagnosis melalui beberapa jenis tes, yaitu: 

  • Echocardiography 

Metode ini dilakukan untuk mendeteksi adanya sumbatan pada aliran darah. Echocardiography bisa membantu menemukan gumpalan di dalam jantung serta mengamati secara detail proses pergerakan darah menuju otak. 

  • MRA 

Mendeteksi penyakit ini juga bisa dilakukan dengan pemeriksaan magnetic resonance angiography (MRA). Tes ini dilakukan dengan menggunakan energi medan magnet dan gelombang suara. Hasil dari pemeriksaan MRA akan memberi gambaran kondisi pembuluh darah, sehingga gangguan bisa terdeteksi, salah satunya untuk mengetahui kemungkinan amaurosis fugax. 

Baca juga: Menyembuhkan Katarak pada Lansia

Masih penasaran tentang penyakit amaurosis fugax dan cara mendeteksinya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Amaurosis Fugax.
Medline Plus. Diakses pada 2019. Amaurosis fugax.