• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pemeriksaan untuk Diagnosis Kardiomiopati

Pemeriksaan untuk Diagnosis Kardiomiopati

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Dari banyaknya penyakit yang bisa menyerang jantung, kardiomiopati merupakan salah satu keluhan yang mesti diwaspadai. Kardiomiopati merupakan penyakit kronis pada otot jantung (miokardium). Kondisi ini membuat jantung harus bekerja ekstra untuk memompa darah. Alasannya, kardiomiopati membuat otot jantung menebal, lemas, dan kaku. 

Kardiomiopati bisa dibilang jauh lebih langka daripada penyakit jantung, seperti arteri koroner atau masalah katup jantung. Sebagian besar kasusnya lebih sering ditemukan pada lansia. Hal yang mesti ditegaskan, kardiomiopati ini bisa menyebabkan gagal jantung. 

Lalu, bagaimana sih cara dokter untuk mendiagnosis penyakit kardiomiopati? 

 Baca juga: Kenali Gejala yang Disebabkan Kardiomiopati

Dari Genetik sampai Pengobatan Kanker

Sebelum berbicara lebih jauh mengenai cara mendiagnosis penyakit ini, tak ada salahnya untuk melihat lebih dekat penyebab kardiomiopati. 

Pada dasarnya kardiomiopati bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Misalnya, faktor genetik dari anggota keluarga dan kondisi penyakit lain yang mengganggu kinerja jantung. 

Selain itu, kardiomiopati juga bisa dipicu oleh obesitas, diabetes, hipertensi, infeksi pada jantung, penyakit jantung koroner, penyakit autoimun, penyakit jaringan ikat, penyakit endokrin, penyakit otot, dan amiloidosis sarkoidosis. 

Tak cuma itu saja, dalam beberapa kasus penggunaan obat-obatan terlarang, kehamilan, konsumsi alkohol, dan pengobatan kanker juga bisa menyebabkan kardiomiopati. 

Kembali ke judul utama, bagaimana sih cara mendiagnosis kardiomiopati?

Beragam Cara untuk Mendeteksi

Untuk mendiagnosis kardiomiopati dokter akan melakukan wawancara medis dan pemeriksaan fisik. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis. Nah, berikut ini beberapa pemeriksaan penunjang untuk mendiagnosis kardiomiopati:

  1. Echocardiografi.  Pemeriksaan ini dapat menentukan area otot jantung yang tidak berkontraksi dengan baik, karena aliran darah yang buruk atau cedera akibat serangan jantung sebelumnya. Jenis tes ini juga disebut USG Doppler yang dapat menunjukkan seberapa baik darah mengalir melalui ruang dan katup jantung.

  2. MRI. Pemeriksaan MRI dilakukan bila ekokardiografi belum cukup untuk memastikan diagnosis.

  3. Pemeriksaan Treadmill. Treadmill test  atau yang juga dikenal dengan sebutan stress test, merupakan pemeriksaan yang dilakukan guna melihat kinerja jantung selama seseorang melakukan aktivitas fisik. Karena aktivitas fisik dapat membuat jantung memompa lebih keras dan cepat. Pemeriksaan treadmill dapat membantu mengungkapkan adanya masalah aliran darah dalam jantung.

Baca juga: Tindakan Medis yang Dilakukan untuk Atasi Kardiomiopati

4. Pemeriksaan Genetik. Pemeriksaan ini dilakukan pada pasien yang memiliki riwayat kardiomiopati dalam keluarga. 

5. CT Scan. CT scan akan dilakukan dokter untuk memperoleh perkiraan jantung, dan memantau fungsi jantung dan kondisi katup jantung.

6. Rontgen dada. Pemeriksaan penunjang kardiomiopati dini dilakukan untuk mengetahui adanya-tidaknya pembesaran jantung.

7. Tes Darah.  Tes darah bertujuan untuk memeriksa fungsi kelenjar tiroid, hati, dan ginjal, serta kadar zat besi dalam darah. Melalui tes darah, dokter juga bisa memeriksa protein yang meningkat pada saat jantung dalam keadaan stres yang bisa menyebabkan gagal jantung.

8. Kateterisasi Jantung. Prosedur ini bertujuan untuk mengukur tekanan darah dalam ruang jantung, sehingga dokter mengetahui bagaimana fungsi pompa jantung. 

Awasi Gejala Kardiomiopati

Seseorang yang mengidap kardiomiopati umumnya akan merasakan beragam keluhan. Gejala kardiomiopati ini bisa bervariasi, dari ringan hingga ke berat. Umumnya pengidap kardiomiopati akan mengalami sesak napas, kelelahan (terutama saat beraktivitas), pembengkakan di kaki bagian bawah, pergelangan kaki, kaki, perut, dan vena leher. 

Gejala lainnya berupa pusing dan perasaan melayang, gangguan detak jantung (aritmia dan murmur), nyeri dada, pingsan saat beraktivitas, dan batuk. Gejala dapat terjadi ketika kardiomiopati sudah melemahkan jantung.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah jantung ini? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Diseases and Conditions. Cardiomyopathy.
NHS Choices UK. Diakses pada 2019. Health A-Z. Cardiomyopathy.