Pemeriksaan yang Akan Dilakukan Ketika Terkena Trauma Kepala Berat

Pemeriksaan trauma kepala berat

Halodoc, Jakarta - Beberapa orang pernah mengalami kondisi trauma berat pada kepala. Trauma kepala berat merupakan istilah lain dari cedera kepala berat. Kondisi ini merupakan kondisi yang parah pada cedera kepala, yaitu ketika otak mengalami kerusakan berat. Tingkat kesadaran seseorang dinilai melalui Glasgow Coma Scale (GCS) dengan angka terendah 3, dan angka tertinggi 15.

Nah, seseorang bisa dikatakan mengalami trauma kepala berat apabila memiliki nilai GCS 8 ke bawah. Penilaian ini diambil berdasarkan seberapa mudah pengidap membuka mata, gerakan fisik, dan isi dari pembicaraan seseorang setelah mengalami trauma kepala berat. Oleh karena itu, trauma kepala berat harus segera mendapatkan penanganan medis dan membutuhkan perawatan jangka panjang.

Berikut ini pemeriksaan yang akan dilakukan ketika seseorang terkena trauma kepala berat:

  1. Penanganan awal yang harus dilakukan biasanya berupa tindakan, seperti:

    • Melakukan pemeriksaan pada pernapasan, denyut jantung, dan tekanan darah.

    • Melakukan resusitasi jantung paru (CPR) dengan menekan dada dari luar dan memberikan bantuan pernapasan, ketika pengidap mengalami pemberhentian napas, maupun detak jantung.

    • Menstabilkan leher dan tulang punggung dengan penyangga leher atau penyangga tulang punggung.

    • Menghentikan perdarahan.

  2. Setelah kondisi stabil, biasanya dokter akan menyarankan dilakukannya perawatan intensif dengan pemeriksaan secara berkala meliputi:

    • Memeriksa tingkat kesadaran pengidap.

    • Memeriksa ukuran pupil mata dan reaksinya terhadap cahaya.

    • Memeriksa seberapa baik pengidap menggerakkan tangan dan kaki.

    • Memeriksa pernapasan, denyut jantung, tekanan darah, suhu tubuh, dan kadar oksigen dalam darah.

  3. Lalu prosedur operasi otak akan dibutuhkan untuk mengatasi masalah pada otak. Prosedur operasi ini dilakukan berdasarkan beberapa kondisi, seperti:

    • Jika terjadi perdarahan pada otak.

    • Jika terjadi penggumpalan darah di dalam otak.

    • Jika terjadi memar pada otak.

    • Jika terjadi patah tulang tengkorak.

  4. Lalu prosedur operasi yang dapat dilakukan terhadap pengidap adalah kraniotomi atau operasi dengan membuka tulang tengkorang. Tahapan pada kraniotomi, antara lain:

    • Membuat sebuah lubang di tulang tengkorak, sehingga terbuka akses ke dalam otak.

    • Mengeluarkan gumpalan darah yang mungkin terbentuk dan memperbaiki pembuluh darah di otak yang rusak.

    • Setelah perdarahan di otak berhenti, potongan tulang tengkorak akan ditempatkan kembali di posisi semula dan ditempelkan kembali dengan mur berbahan logam.

  5. Trauma kepala berat biasanya disertai dengan patah tulang tengkorak. Kondisi ini sangat berbahaya, karena meningkatkan risiko infeksi bakteri dan tekanan pada otak. Beberapa tindakan yang diperlukan, seperti:

  6. Memberikan antibiotik jika terjadi patah tulang terbuka untuk mencegah terjadinya infeksi.

  7. Melakukan tindakan operasi jika patah tulang menekan otak.

Kamu dapat melakukan pencegahan dengan menggunakan perlengkapan yang aman ketika beraktivitas atau berolahraga. Pastikan rumah terbebas dari benda berbahaya yang dapat menyebabkan jatuh, seperti barang yang berserakan di lantai atau karpet yang licin. Pastikan juga rumah terbebas dari benda berbahaya yang dapat menyebabkan jatuh, seperti barang yang berserakan di lantai atau karpet yang licin, dan selalu gunakan helm ketika mengendarai motor dan pasanglah selalu sabuk pengaman ketika mengendarai mobil.

Sebagian besar patah tulang tengkorak dapat pulih dengan sendirinya. Proses penyembuhan biasanya berlangsung sekitar 5-10 bulan. Kamu bisa bertanya langsung dengan dokter ahli terkait dengan gejala trauma kepala berat di aplikasi Halodoc. Kamu punya masalah kesehatan lain? Halodoc bisa jadi solusi. Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter melalui Chat atau Voice/Video Call. Kamu juga bisa membeli obat yang sedang kamu butuhkan dan pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!

Baca juga: