17 January 2019

Harus Tahu, Penanganan Medis untuk Atasi Diabetes Insipidus

Diabetes Insipidus, diabetes, buang air kecil

Halodoc, Jakarta - Diabetes Insipidus dapat terjadi karena adanya gangguan pada hormon antidiuretik (antidiuretic hormone atau ADH) yang mengatur jumlah cairan dalam tubuh. Hormon ini dihasilkan hipotalamus, yaitu jaringan khusus di otak. Hormon ini juga disimpan oleh kelenjar pituitari setelah dihasilkan oleh hipotalamus.

Hormon antidiuretik yang dikeluarkan kelenjar pituitari saat kadar air di dalam tubuh terlalu rendah. ‘Antidiuretik’ maksudnya adalah bersifat berlawanan dengan ‘diuresis’. Diuresis berarti produksi urine. Hormon antidiuretik ini akan membantu mempertahankan air dalam tubuh dengan mengurangi jumlah cairan yang terbuang melalui ginjal dalam bentuk urine.

Baca juga: Sering Haus Bisa jadi Diabetes Insipidus

Salah satu penyebab diabetes insipidus adalah produksi hormon antidiuretik yang berkurang. Kondisi ini juga bisa terjadi ketika ginjal tidak lagi merespons seperti biasa terhadap hormon antidiuretik. Akibatnya, ginjal mengeluarkan terlalu banyak cairan dan tidak dapat menghasilkan urine yang pekat. Orang yang mengalami kondisi ini akan selalu merasa haus dan minum lebih banyak, karena berusaha mengimbangi banyaknya cairan yang hilang.

Penanganan diabetes insipidus mungkin tidak perlu dilakukan pada kasus yang ringan. Untuk mengimbangi jumlah cairan yang terbuang, kamu hanya perlu mengonsumsi air lebih banyak. Terdapat beberapa obat yang berfungsi untuk meniru peran hormon antidiuretik bernama desmopressin. Apabila memang diperlukan, kamu dapat mengonsumsi obat ini. Selain itu, terdapat beberapa terapi diabetes insipidus, tergantung pada kondisi kamu atau penyebabnya.

Berikut beberapa penanganan yang dapat dipilih:

  • Terapi desmopressin. Umumnya, dokter akan meresepkan hormon sintetik yang disebut desmopressin jika penyebabnya adalah kekurangan ADH. Obat ini tersedia dalam bentuk semprot hidung, tablet oral, atau injeksi. Terapi ini merupakan terapi terbaik untuk diabetes insipidus sentral.

  • Terapi diuretik digunakan jika seseorang mengalami diabetes insipidus nefrogenik. Nama obatnya adalah hidroklorotiazid. Obat ini dapat dikonsumsi tunggal atau dikombinasikan dengan obat lain. Dokter kamu dapat menyarankan diet rendah garam.

  • Mengobati penyebab. Apabila gejala yang kamu alami diakibatkan obat, dokter akan mengubah obat-obatan kamu ke alternatif obat lain. Jika kondisi yang kamu alami akibat gangguan mental, dokter akan mengubahnya terlebih dahulu. Selain itu, jika penyebabnya adalah tumor, dokter biasanya akan mempertimbangkan untuk mengambil tumor tersebut.

  • Desmopressin. Obat ini berfungsi seperti hormon antidiuretik. Obat ini akan menghentikan produksi urine. Desmopressin adalah hormon antidiuretik buatan dan memiliki fungsi lebih kuat dari hormon aslinya. Obat ini bisa berbentuk obat semprot hidung atau tablet. Efek samping yang mungkin terjadi adalah sakit kepala, sakit perut, mual, mimisan, atau hidung berair atau tersumbat.

Baca juga: Anak-anak yang Aktif Lebih Cepat Haus Aman dari Diabetes Insipidus?

  • Thiazide diuretik. Obat ini berfungsi membuat urine menjadi lebih pekat, dengan cara mengurangi kadar airnya. Efek samping yang mungkin terjadi akibat obat ini adalah pusing ketika berdiri, gangguan pencernaan, kulit menjadi lebih sensitif, dan bagi pria akan mengalami disfungsi ereksi.

  • Obat anti-inflamasi non-steroid. Apabila kelompok obat ini dikombinasikan dengan thiazid diuretik, obat ini dapat menurunkan jumlah urine yang dikeluarkan oleh tubuh.

Orang dewasa umumnya buang air kecil sebanyak 4-7 kali dalam sehari, sedangkan anak kecil buang air kecil hingga 10 kali dalam sehari. Hal ini dikarenakan kandung kemih anak-anak berukuran lebih kecil. Dokter akan melakukan beberapa tes untuk mengetahui penyebab pasti dan diagnosis terhadap kondisi yang dialami.

Baca juga: Mengapa Saya Berkeringat Banyak?

Jika kamu mengalami gejala diabetes insipidus, seperti merasa selalu haus dan buang air kecil melebihi biasanya, sebaiknya kamu segera mendiskusikannya dengan di Halodoc. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video. Kamu juga bisa beli obat di Halodoc. Tanpa perlu keluar rumah, pesanan kamu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Ayo, download aplikasinya di App Store dan Google Play!