• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penanganan yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasi Infertilitas

Penanganan yang Bisa Dilakukan untuk Mengatasi Infertilitas

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Infertilitas adalah kondisi yang menyebabkan seseorang mungkin kesulitan mendapat keturunan. Kondisi ini juga dikenal dengan istilah mandul. Untuk mengobatinya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, di antaranya konsumsi obat-obatan tertentu, tindakan operasi, hingga pemanfaatan teknologi reproduksi. Lantas, cara mana yang paling baik digunakan untuk menangani infertilitas? 

Infertilitas bisa dialami pria maupun wanita. Ada berbagai cara penanganan untuk kondisi ini. Namun, biasanya dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan untuk mencari tahu jenis pengobatan apa yang paling sesuai dan bisa dilakukan. Terkadang, penanganan infertilitas bisa dilakukan dengan mengkombinasikan beberapa cara, misalnya konsumsi obat dan terapi, atau tindakan operasi. 

Baca juga: Benarkah Dismenore Sebabkan Infertilitas?

Cara Mengatasi Infertilitas yang Perlu Diketahui 

Secara umum, ada beberapa cara atau tindakan medis yang bisa dilakukan untuk menangani infertilitas. Kondisi ini bisa ditangani dengan konsumsi obat-obatan tertentu, tindakan operasi, inseminasi buatan, atau teknologi reproduksi berbantu (assisted reproductive technology). Tak jarang, penanganan infertilitas yang dilakukan merupakan kombinasi. 

Dokter biasanya akan menentukan metode pengobatan kemandulan setelah melihat hasil pemeriksaan fisik dan tes penunjang, riwayat usaha pasangan dalam memiliki keturunan, usia suami dan istri, serta kondisi kesehatan secara keseluruhan. Selain itu, tes kesuburan mungkin juga akan dilakukan untuk mengetahui jenis pengobatan yang paling tepat dan sesuai kebutuhan. 

Pada pria, pengobatan infertilitas yang dilakukan adalah mengatasi kemungkinan masalah seksual secara umum, mengobati infeksi, terapi hormon, konsumsi obat-obatan tertentu, hingga tindakan operasi. Biasanya, pengobatan ini dilakukan jika kemandulan pada pria disebabkan oleh varikokel. 

Sementara untuk wanita, ada beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan, mulai dari pemberian obat kesuburan untuk merangsang ovulasi, tindakan operasi untuk memperbaiki kesuburan, inseminasi intrauterine atau inseminasi buatan, serta memanfaatkan teknologi reproduksi berbantu. 

Baca juga: Hubungan Ejakulasi Dini dengan Infertilitas pada Pria

Sangat penting bagi pasangan untuk terlebih dahulu mencari tahu seputar risiko tindakan dan komplikasi yang yang mungkin muncul. Pada dasarnya, konsumsi obat-obatan dan terapi hormon dilakukan untuk menstimulasi ovulasi. Dengan begitu, peluang terjadinya kehamilan akan meningkat. Sayangnya, cara ini ternyata bisa berisiko pada wanita. Sebaliknya, risiko gangguan atau komplikasi pada pria cenderung lebih jarang ditemui. 

Penanganan infertilitas pada wanita bisa meningkatkan risiko sindrom hiperstimulasi ovarium, biasanya terjadi akibat penggunaan obat penyubur. Sebab, obat ini menyebabkan ovarium membengkak dan menimbulkan rasa sakit. Selain itu, penggunaan obat juga bisa menimbulkan gejala beragam, mulai dari dari sakit perut ringan, kembung dan mual, sesak napas, serta penambahan berat badan yang cepat. 

Selain itu, ada risiko perdarahan dan infeksi pada pelaksanaan prosedur teknologi reproduksi berbantu. Perempuan yang menjalani prosedur ini juga berisiko melahirkan prematur dengan usia bayi yang belum cukup untuk dilahirkan. Maka dari itu, sangat penting untuk mempertimbangkan dengan matang sebelum menjalani pengobatan untuk mengatasi kemandulan. 

Baca juga: Ini Hal-Hal yang Memengaruhi Kesuburan Pria

Kalau ragu, kamu dan pasangan bisa menanyakan seputar penanganan infertilitas pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Sampaikan pertanyaan seputar kesehatan dan dapatkan informasi akurat dari ahlinya. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
NHS Choices. Diakses pada 2021. Infertility.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Infertility.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Male infertility.
WebMD. Diakses pada 2021. Fertility Problems - Treatment Overview.
MedicineNet. Diakses pada 2021. Infertility.