10 February 2019

Ini Pencegahan yang Bisa Dilakukan agar Terhindar dari Onychomycosis

Ini Pencegahan yang Bisa Dilakukan agar Terhindar dari Onychomycosis

Halodoc, Jakarta - Mungkin beberapa orang masih belum familiar dengan penyakit onychomycosis. Penyakit ini adalah infeksi pada kuku kaki dan tangan yang disebabkan oleh jamur. Penyakit ini mengakibatkan kuku seseorang menebal, berubah warna, berubah bentuk, dan terbelah sehingga membuat pengidapnya tidak percaya diri. Kamu tidak perlu khawatir karena terdapat cara pencegahan onychomycosis yang dapat kamu lakukan.

Pada mulanya, penyakit ini biasanya terjadi akibat dari masalah kosmetik, namun jika tidak ditangani dengan benar penyakit ini bisa menjadi semakin parah dan menyebabkan nyeri. Area yang lebih sering terkena adalah kuku kaki ketimbang tangan dan biasanya risiko meningkat karena kencing manis, penyakit gangguan imun, dan bertambahnya usia. Penyakit ini lebih sering ditemui pada orang dewasa, dan hampir 90 persen manula mengidap onychomycosis.

Penyakit ini disebabkan oleh tiga jenis organisme yaitu dermatophytes atau jamur yang menginfeksi rambut, kulit, dan kuku; yeast yaitu jamur lain yang tidak termasuk dermatophytes serta Candida albicans. Selain itu, faktor risiko yang memungkinkan penyakit ini muncul antara lain riwayat keluarga, usia, cuaca yang panas dan lembap, sering memakai sepatu dan berkeringat, kebiasaan mandi di tempat pemandian umum, kesehatan yang buruk serta penyakit sistem imun.

Baca Juga: Waspadai Jamur Kuku yang Bisa Merusak Penampilanmu

Pencegahan Onychomycosis

Sebagai langkah pencegahan onychomycosis, terdapat beberapa langkah yang bisa kamu lakukan, antara lain:

  • Rajin merawat kuku.

  • Onychomycosis dapat menular dari orang lain, jadi sering mencuci tangan dan kaki.

  • Pastikan peralatan manicure dan pedicure di salon dalam keadaan steril.

  • Hati-hati saat mandi di tempat mandi umum.

  • Hindari berjalan tanpa alas kaki

  • Hindari sepatu yang terlalu tertutup dan dipakai terlalu lama tanpa memberikan kaki kesempatan untuk “bernapas”.

  • Gunakan semprotan anti jamur pada sepatu.

Diagnosis Onychomycosis

Bila ada perubahan warna di kuku dan kuku mulai terasa nyeri padahal sudah melakukan penanganan sendiri, maka ada baiknya kamu untuk segera datang ke dokter untuk melakukan diagnosis. Penegakan diagnosis cukup dengan pemeriksaan fisik saja, tapi dokter sering meminta untuk memeriksa kerokan kuku untuk tes jamur di laboratorium.

Selain itu, bisa dilakukan biopsi kuku sampai dengan kutikula dan kacapuri bila jamur dicurigai tumbuh pada bagian-bagian tersebut. Tujuannya untuk diperiksa di bawah mikroskop mencari ada tidaknya jamur.

Pengobatan Onychomycosis

Beberapa pengobatan yang dapat diberikan untuk mengatasi onychomycosis antara lain:

  • Anti jamur topikal.  Dipakai bila jamur menginfeksi kurang dari 50% bagian kuku.  Contoh obatnya adalah ciclopirox olamine yang dipakai seperti pewarna kuku.

  • Anti jamur oral.  Jenis obat ini dapat diresepkan oleh dokter dan dapat membunuh jamur di kuku dalam waktu cepat. Contohnya terbinafine, itraconazole, fluconazole.

  • Pembedahan. Tindakan ini dilakukan bila kuku sudah rusak, namun demikian obat jamur oral juga tetap diberikan.

  • Laser. Teknologi baru terapi anti jamur di kuku ini sudah diterapkan di negara maju. Terapi ini membunuh jamur sampai ke seluruh bagian kuku, namun pengobatan ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Baca Juga: : Mau Punya Kuku Cantik? Berikut Rahasianya

Jika kamu mengalami gejala-gejala jamur kuku seperti yang dijelaskan di atas, segera temui dokter jika infeksi jamur kuku semakin parah untuk memperoleh penanganan cepat pada berbagai gejala tersebut. Kamu bisa melakukan tanya-jawab langsung dengan ribuan dokter ahli yang terpercaya lewat aplikasi Halodoc! Apa pun pertanyaanmu yang berkaitan dengan kesehatan kuku, kulit, atau yang lainnya, pasti terjawab melalui menu Tanya Dokter dengan metode Chat, Voice, atau Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang melalui Google Play dan App Store di smartphone kamu.