11 June 2019

Perlu Tahu, Ini Langkah Pencegahan Anemia Defisiensi Besi

Anemia Defisiensi Besi, kurang darah

Halodoc, Jakarta - Anemia tipe defisiensi besi ini cukup sering terjadi. Anemia defisiensi besi terjadi akibat kekurangan zat besi dalam tubuh. Tanpa tercukupinya zat besi, tubuh tidak bisa memproduksi salah satu hal di dalam sel darah merah yang memungkinkannya untuk menghantarkan oksigen yang disebut sebagai hemoglobin. Akibatnya, anemia defisiensi besi bisa membuat seseorang merasa lelah dan sesak napas.

Suplemen zat besi dapat mengoreksi terjadinya anemia defisiensi besi. Pemeriksaan dan penanganan tambahan untuk anemia defisiensi besi terkadang dibutuhkan, terutama jika dokter menduga adanya perdarahan internal di dalam tubuh.

Salah satu cara pencegahan anemia defisiensi besi yang dengan pemilihan terhadap konsumsi makanan. Tubuh dapat menyerap zat besi dalam jumlah yang tinggi dari daging dibanding sumber-sumber lainnya. Pada individu yang tidak mengonsumsi daging, asupan makanan yang kaya zat besi dari sumber lainnya bisa ditingkatkan.

Baca juga: Inilah Komplikasi Akibat Anemia Sel Sabit

Di samping itu, mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C bisa menunjang penyerapan zat besi oleh tubuh. Penyerapan zat besi bisa ditingkatkan dengan mengonsumsi jus sitrus atau mengonsumsi makanan yang kaya vitamin C seperti jeruk, kiwi, brokoli, melon, stroberi, tomat, dan sebagainya. Hal tersebut dilakukan bersamaan dengan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi.

Beberapa penjelasan lain untuk mencegah tubuh kamu dari kekurangan zat besi atau anemia defisiensi besi di antaranya:

  1. Mengonsumsi Makanan Mengandung Zat Besi Secara Rutin

Kamu bisa melakukan pencegahan anemia defisiensi besi dengan mengonsmsi makanan yang mengandung zat besi setiap hari. Makanan yang kaya zat besi termasuk daging, sayuran, dan biji-bijian seperti sereal yang diperkaya zat besi.

  1. Perhatikan Asupan Makanan Bayi

Mencegah anemia defisiensi besi pada bayi dan anak-anak yaitu dengan mengikuti rekomendasi untuk makanan bayi, serta memastikan bayi dan anak-anak mendapatkan cukup zat besi.

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui Tentang Anemia Sel Sabit

  1. Asupan Vitamin untuk Ibu Hamil

Apabila sedang hamil, perhatikan asupan vitamin yang baik dikonsumsi ibu hamil. Pencegahan anemia defisiensi besi pada ibu hamil bisa dilakukan dengan mengonsumsi vitamin prenatal. Biasanya, ibu hamil akan diberikan vitamin prenatal yang meliputi zat besi dan asam folat. Dokter juga akan melakukan tes darah untuk melihat apakah kamu mengalami anemia. Jika memang ada, konsumsi suplemen zat besi diberikan dalam dosis tinggi.

Penanganan Penyebab Anemia Defisiensi Zat Besi

Apabila anemia defisiensi besi terlanjur terjadi dan disebabkan oleh perdarahan atau gangguan penyerapan zat besi, penanganan yang bisa dilakukan adalah melalui pemberian obat. Misalnya dengan kontrasepsi orang untuk wanita yang mengalami menstruasi dengan perdarahan berlebihan, atau antibiotik untuk mengatasi infeksi dalam usus.

Baca juga: 5 Fakta Mengenai Anemia Sel Sabit

Sementara itu, jika penanganan dengan suplemen tidak mampu mengatasi gejala yang dialami pengidap dengan cepat, umumnya pada anemia yang berat dengan Hb rendah, dokter merekomendasikan untuk transfusi sel darah merah. Maka itu, perlu komunikasi antara kamu dengan dokter melalui aplikasi Halodoc jika kamu merasa adanya gejala anemia. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat diterima dengan praktis dengan cara download aplikasi Halodoc di Google.