• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengguna Lensa Kontak Berisiko Terkena Bintitan

Pengguna Lensa Kontak Berisiko Terkena Bintitan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pengguna Lensa Kontak Berisiko Terkena Bintitan

Halodoc, Jakarta - Pengguna softlens atau lensa kontak rasanya mesti berhati-hati ketika menggunakan alat bantu penglihatan tersebut. Sebab dalam beberapa kasus penggunaan lensa kontak yang keliru bisa memicu berbagai masalah kesehatan pada mata.

Contohnya, penggunaan lensa kontak disebut-sebut sebagai salah satu hal yang bisa memicu bintitan. Meski umumnya tak menyebabkan gangguan penglihatan, tapi bintil yang menyerupai jerawat atau bisul, dan timbul di bagian dalam bisa menimbulkan rasa sakit.

Lantas, benarkah penggunaan lensa kontak bisa memicu bintitan pada mata? Apa alasannya, ya?

Baca juga: 6 Cara Merawat Mata Saat Menggunakan Soflens

Infeksi Bakteri karena Penggunaan yang Keliru

Bintitan disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Staphylococcus. Bakteri ini umumnya ada pada kulit, mulut, dan hidung ini biasanya tidak membahayakan. Namun, bila jumlahnya meningkatkan secara drastis lain lagi ceritanya. 

Kira-kira sepertiga orang memiliki Staphylococcus di hidung mereka. Hati-hati, bakteri ini bisa mudah menyebar ke mata melalui sentuhan tangan. Nah, meningkatnya jumlah bakteri ini pada mata dan lensa kontak yang menimbulkan masalah, seperti bintitan. Oleh sebab itu, cucilah tangan sebelum memasang lensa kontak, dan ketika ingin melepas lensa kontak. 

Infeksi mata memang sering kali disebabkan oleh penggunaan lensa kontak yang keliru atau asal-asalan. Nah, berikut beberapa perilaku yang meningkatkan infeksi mata terkait lensa kontak:

  • Lensa kontak yang tidak dibersihkan dengan benar.
  • Menyentuh lensa kontak sebelum mencuci tangan.
  • Menggunakan lensa kontak saat tidur.
  • Menggunakan kembali lensa kontak sekali pakai.

Baca juga: Kurang Menjaga Kebersihan Mata Bisa Sebabkan Bintitan

Bukan Cuma Gegara Lensa Kontak

Selain penggunaan lensa kontak yang keliru, ada pula beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko atau memicu bintitan. Nah, berikut beberapa faktor risikonya menurut para ahli National Health Service - UK dan sumber lainnya:

  1. Berbagi handuk dengan seseorang yang mengalami bintitan.
  2. Menggunakan kosmetik yang sudah kedaluwarsa.
  3. Menggosok mata saat tangan dalam keadaan kotor.
  4. Tidak membersihkan bekas makeup atau riasan sebelum tidur.
  5. Mengidap rosacea, kondisi kulit yang ditandai dengan kemerahan pada wajah
  6. Mengidap blepharitis, peradangan kronis di sepanjang tepi kelopak mata

Iritasi Akibat Lensa Kontak

Penggunaan softlens yang terlalu lama atau keliru memang bisa menimbulkan beragam keluhan. Lalu, apa saja sih gejala yang mungkin muncul?

Nah, berikut penjelasan dari Food and Drug Administration (Contact Lens Risks) mengenai gejala dan langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika mengalami iritasi akibat lensa kontak.

Gejala yang mungkin timbul, seperti:

  • Timbulnya rasa tidak nyaman pada mata.
  • Produksi air mata berlebih.
  • Sensitivitas tidak biasa terhadap cahaya.
  • Merasa gatal, terbakar, atau berpasir.
  • Kemerahan yang tidak biasa pada mata.
  • Penglihatan kabur.
  • Pembengkakan.
  • Timbulnya rasa sakit.

Baca juga: Memakai Makeup Mata Bisa Memicu Bintitan

Bila mengalami gejala iritasi atau infeksi akibat penggunaan lensa kontak, ikuti beberapa langkah di bawah ini:

  • Jika mengalami gejala iritasi mata atau infeksi, segera lepaskan lensa kontak segera dan jangan menggunakannya kembali.
  • Segera hubungi atau temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
  • Jangan membuang lensa kontak tersebut, simpan dalam tempatnya agar dokter bisa melihat kondisi lensa tersebut. Tujuannya untuk menentukan penyebab munculnya keluhan pada mata.

Hal yang perlu diingat, jangan memaksakan diri untuk menggunakan lensa kontak. Alternatifnya, kamu bisa menggunakan kacamata yang sesuai dengan kondisi mata. 

Namun, bila kamu tetap ingin memakai lensa kontak, cobalah tanyakan pada dokter mengenai lensa kontak yang tepat bagi kondisi matamu. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. 

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2020. Health A-Z. Stye. 
US Food and Drug Administration. Diakses pada Januari 2020. Contact Lens Risks.  
Web Md. Diakses pada 2020. Contact Lenses and Eye Infections
Healthline. Diakses pada 2020.What Causes a Stye?