Pengidap Asam Urat Tidak Boleh Sering Makan Ayam, Benarkah?

Pengidap Asam Urat Tidak Boleh Sering Makan Ayam, Benarkah?

Halodoc, Jakarta - Pengidap darah tinggi dan kolesterol biasanya diikuti dengan asam urat. Gangguan kesehatan ini menyebabkan area persendian terasa kaku, bengkak, panas, dan tentu saja nyeri. Bagian tubuh yang terserang umumnya adalah ibu jari kaki. Kolesterol berperan besar dalam asam urat, karena tingginya asam urat bisa jadi disebabkan karena tingginya kolesterol dalam darah.

Pada kondisi normal, asam urat larut di dalam darah dan menghilang bersama dengan aktivitas buang air kecil. Namun, terkadang tubuh memroduksi asam urat di dalam darah, bisa karena ginjal yang membuang asam urat bersama urine dalam jumlah kecil. Akibatnya, terjadi penumpukan asam urat dan membentuk kristal yang mengendap pada persendian, sehingga menimbulkan peradangan dan pembengkakan.

Kamu harus tahu bahwa asam urat yang ada di tubuh merupakan hasil sampingan dari senyawa yang disebut purin. Pasalnya, senyawa tersebut bisa kamu temukan dengan mudah dalam produk makanan yang kamu konsumsi. Oleh karena itu, pengidap asam urat memiliki pantangan makanan untuk mengurangi dampak buruk gejalanya.

Baca juga: Deretan Makanan yang Tinggi Asam Urat

Benarkah Pengidap Asam Urat Pantang Makan Ayam?

Faktanya, ada beberapa jenis makanan yang memiliki kandungan purin yang tinggi. Ini memicu terjadinya asam urat jika kamu mengonsumsinya. Meski begitu, ada pula makanan yang konsumsinya dibolehkan, meski mengandung purin. Hanya saja, porsi yang dikonsumsi harus dibatasi setiap harinya. Lalu, benarkah salah satunya adalah pantang makan ayam?

Sebenarnya, daging ayam juga mengandung purin yang cukup tinggi. Pastinya, ini harus dihindari oleh pengidap asam urat, supaya gejalanya tidak semakin memburuk dan membuat asam urat kambuh. Namun, ternyata daging ayam dan jenis lainnya masih boleh dikonsumsi oleh pengidap asam urat, dengan batasan asupan setiap harinya maksimal adalah 50 gram saja.

Baca juga: Catat, 5 Penyebab Asam Urat Ini!

Jadi, pengidap asam urat tidak pantang makan ayam, hanya perlu membatasi asupannya setiap hari. Selain itu, makanan yang perlu dibatasi pula konsumsinya adalah jenis ikan seperti ikan tenggiri, tongkol, bawal, dan bandeng dengan batas maksimal 50 gram. Jenis kacang, seperti kacang tanah maupun kedelai maksimal 25 gram. Artinya, asupan tahu dan tempe yang boleh dikonsumsi sebesar 25 gram. Jamur dan beberapa sayuran hijau juga dibatasi konsumsinya.

Tidak Pantang Ayam, Lalu Apa Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi?

Jika kandungan purin dalam suatu produk atau bahan makanan berada pada kisaran lebih dari 100 miligram, ini harus dihindari oleh pengidap asam urat. Jika tidak pantang ayam, apa pantangan makanan untuk pengidap asam urat?

Kaldu daging, jeroan, daging burung, daging bebek, minuman bersoda, alkohol, ragi, ikan makerel dan ikan sarden, makanan hasil laut, dan sosis atau produk hasil olahan daging. Inilah jenis makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh pengidap asam urat karena kandungan purinnya yang sangat tinggi.

Baca juga: Ini Tanda Kadar Asam Urat Normal

Dianjurkan, pengidap asam urat membatasi asupan karbohidrat sederhana seperti permen, roti, keik, atau makanan maupun minuman manis. Lemak jenuh dan protein tinggi harus dibatasi bahkan sebisa mungkin dihindari konsumsinya. Jangan lupa, asupan cairan harian harus terpenuhi.

Jika asam urat yang kamu alami sudah mengganggu aktivitasmu, jangan tunda untuk segera memeriksakan kondisi kesehatan ke dokter. Sekarang, kamu bisa membuat janji dengan dokter langganan di rumah sakit yang lebih dekat atau sesuai dengan domisili kamu. Caranya simak di sini. Kalau tidak sempat, kamu juga bisa bertanya pada dokter melalui fitur Tanya Dokter yang ada di aplikasi Halodoc, tentu saja kamu harus download aplikasinya dulu.