• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Pengidap Diabetes Tipe 2 Tidak Perlu Terlalu Sering Cek Kadar Gula

Pengidap Diabetes Tipe 2 Tidak Perlu Terlalu Sering Cek Kadar Gula

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pengidap Diabetes Tipe 2 Tidak Perlu Terlalu Sering Cek Kadar Gula

Halodoc, Jakarta - Selain menata ulang gaya hidup menjadi lebih sehat, pengidap diabetes juga disarankan untuk rutin melakukan cek kadar gula darah. Namun, ternyata pengidap diabetes tipe 2 tidak perlu terlalu sering mengecek kadar gula darah, lho. Artinya, tidak perlu sesering pengidap diabetes tipe 1.

Jika pengidap diabetes tipe 1 perlu cek kadar gula darah 4-10 kali dalam sehari, pengidap diabetes tipe 2 hanya disarankan melakukannya sebanyak 2 kali saja dalam satu hari. Mengapa demikian? Yuk, simak penjelasannya!

Baca juga: Kebiasaan Sehari-Hari yang Tingkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Anjuran Cek Kadar Gula Darah bagi Pengidap Diabetes Tipe 2

Melakukan cek kadar gula darah bagi pengidap diabetes sangat penting. Pengidap diabetes perlu mengontrol kadar gula darah agar tetap normal. Dengan rutin melakukan cek kadar gula darah, pengidap diabetes bisa tahu kapan harus lebih berhati-hati.

Namun, seberapa sering cek kadar gula darah dilakukan dalam sehari tergantung pada kondisi diabetes yang dialami. Pada pengidap diabetes tipe 1, dokter biasanya menyarankan untuk melakukan cek kadar gula darah sebanyak 4-10 kali dalam sehari. 

Tepatnya sebelum makan, sebelum berolahraga, sesudah berolahraga, sebelum tidur dan terkadang di malam hari. Selain itu, pengidap diabetes tipe 1 juga perlu melakukan cek kadar gula darah saat mengalami perubahan rutinitas, memulai jenis pengobatan baru, atau ketika sering mengalami gejala.

Sementara itu, pada pengidap diabetes tipe 2, frekuensi cek kadar gula darah agak berbeda. Pada pengidap diabetes tipe 2 yang menjalani terapi insulin (baik oral atau suntik), dokter biasanya menyarankan untuk melakukan beberapa kali cek kadar gula darah dalam sehari. Seberapa seringnya, tergantung pada jenis dan jumlah insulin yang digunakan. 

Baca juga: 4 Pemeriksaan untuk Deteksi Diabetes Tipe 2

Beberapa jenis insulin mampu bertahan 3-24 jam, sehingga cek kadar gula darah pada pengidap diabetes tipe 2 biasanya hanya perlu dilakukan 2 kali dalam sehari. Tepatnya saat sebelum sarapan pagi dan setelah makan malam atau sebelum tidur. 

Namun, pada pengidap diabetes tipe 2 yang tidak menjalani terapi insulin, dokter mungkin menyarankan untuk tidak perlu cek kadar gula darah setiap hari. Hal ini menandakan bahwa kondisi diabetes tipe 2 yang dialami tidak parah. 

Meski begitu, pengidap diabetes tipe 2 tetap harus menjalani pola makan sehat, olahraga rutin, serta melaporkan kondisi pada dokter. Jika kadar gula darah sedang tinggi, cek kadar gula darah perlu dilakukan lebih sering, hingga 4 kali dalam sehari. 

Pentingnya Cek Kadar Gula Darah bagi Pengidap Diabetes

Pada orang yang sehat, kadar gula darah akan kembali normal dan stabil dengan sendirinya. Namun, pada pengidap diabetes, kemampuan sistem tubuh untuk menormalkan kadar gula darah mengalami gangguan. 

Oleh karena itu, penting untuk rutin melakukan cek kadar gula darah. Hal ini agar pengidap diabetes bisa mengontrol dan mencegah komplikasi serius akibat diabetes yang diidap. 

Selain di rumah sakit atau klinik, cek kadar gula darah bisa dilakukan di rumah. Tentunya, dibutuhkan alat yang bernama glucose meter, yang dapat mengukur kadar gula darah dengan sampel setetes darah. 

Baca juga: Begini Cara Mengenali Gejala Awal Diabetes Tipe 2

Cara menggunakan glucose meter pun mudah. Kamu hanya perlu menusukkan ujung alat ke ujung jari. Lalu, ambil setetes darah yang keluar sebagai sampel untuk mengukur kadar gula darah. 

Namun, dalam menggunakan alat ini, penting untuk menjaga kebersihan. Caranya, cucilah tangan dengan sabun dan air hangat, lalu keringkan dengan handuk bersih. Kemudian, seka area yang akan ditusuk dengan kapas beralkohol.

Setelah menusukkan alat, teteskan darah yang didapat pada strip sampel dan tunggu hingga hasilnya keluar. Jangan lupa untuk mencatat hasil pemeriksaan, agar bisa dilaporkan saat kontrol rutin ke dokter. Agar mudah dan tak perlu antri, gunakan saja aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter di rumah sakit, saat akan kontrol rutin.

Ingin mengetahui seberapa besar risikomu mengidap diabetes tipe 2? Sekarang kamu bisa mengeceknya dengan fitur Kalkulator Risiko Diabetes di Halodoc. Praktis kan? Yuk, download aplikasinya sekarang di App Store atau Google Play!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Blood Sugar Test: Purpose, Procedure, and Results.
Medical News Today. Diakses pada 2021. Home blood glucose test: How to test and interpreting results. 
WebMD. Diakses pada 2021. How to Test Your Blood Sugar Levels.