Pengidap Sindrom Antifosfolipid Bisa Kena Stroke, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pengidap Sindrom Antifosfolipid Bisa Kena Stroke, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Sistem kekebalan tubuh berfungsi menangkal penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Ketika sistem ini terganggu, maka otomatis seseorang rentan mengalami infeksi penyakit. Sindrom antiphospholipid adalah salah satu penyakit imun ketika sistem kekebalan tubuh keliru menciptakan antibodi yang membuat darah jadi membeku. Kondisi ini mengakibatkan gumpalan darah di bagian kaki, ginjal, paru-paru, dan otak. 

Baca Juga: Inilah Faktor Risiko yang Dapat Memicu Sindrom Antifosfolipid

Kabar buruknya, sampai sekarang belum ada obat khusus untuk menyembuhkan sindrom antifosfolipid. Namun, tetap ada sejumlah obat-obatan yang berfungsi untuk mengelola gejala-gejalanya. Berikut informasi seputar seputar antifosfolipid yang perlu diketahui.

Mengenal Penyakit Langka Sindrom Antifosfolipid

Sindrom antifosfolipid termasuk kondisi langka yang timbul ketika sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi abnormal yang disebut antibodi antifosfolipid. Antibodi ini melekat pada molekul lemak (fosfolipid) yang membuat darah cenderung menggumpal. Tidak diketahui penyebab sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi abnormal. Seperti halnya kondisi autoimun lainnya, faktor genetik, hormonal, dan lingkungan juga berperan. Sindrom antifosfolipid ditandai dengan gejala berikut ini:

  • Gumpalan darah di kaki (deep vein thrombosis).  DVT ditandai dengan rasa sakit, bengkak, dan kemerahan. Gumpalan ini dapat menjalar ke paru-paru yang menyebabkan emboli paru.
  • Muncul ruam. Beberapa orang mengembangkan ruam merah dengan pola seperti jaring.
  • Gejala neurologis. Sakit kepala kronis, migrain, demensia, dan kejang dapat terjadi ketika gumpalan darah menghalangi aliran darah ke bagian otak.
  • Penyakit kardiovaskular. Sindrom antifosfolipid bisa merusak katup jantung.
  • Perdarahan. Beberapa orang mengalami penurunan sel darah yang dibutuhkan untuk pembekuan. Kondisi ini menyebabkan episode perdarahan, terutama dari hidung dan gusi. Perdarahan bisa terjadi di kulit yang muncul sebagai bercak-bercak merah kecil.

Baca Juga: Sindrom Antifosfolipid Jadi Penyebab Keguguran, Ini Faktanya

Jika kamu mengalami tanda-tanda di atas, segera periksakan ke dokter untuk ditangani secara tepat. Sebelum mengunjungi rumah sakit, buat janji dengan dokter terlebih dulu lewat aplikasi Halodoc.

Benarkah Sindrom Antifosfolipid Bisa Sebabkan Stroke?

Sindrom antifosfolipid menyebabkan penggumpalan darah hampir di seluruh bagian tubuh, termasuk otak. Penggumpalan yang terjadi di otak menyebabkan mati rasa, kelemahan, atau kelumpuhan pada wajah, lengan, atau kaki. Seseorang mungkin mengalami kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan, gangguan penglihatan dan sakit kepala parah. Seluruh gejala tersebut menandai penyakit stroke

Perawatan untuk Mengatasi Gejala Sindrom Antifosfolipid

Meskipun tidak ada obat untuk sindrom antifosfolipid, risiko pengembangan gumpalan darah dapat dikurangi jika seseorang mendapatkan perawatan yang tepat. Obat antikoagulan, seperti warfarin, atau antiplatelet seperti aspirin dosis rendah biasanya diresepkan. Obat-obatan ini bertujuan untuk mengurangi kemungkinan pembentukan gumpalan darah. Perawatan dengan obat-obatan ini juga meningkatkan peluang wanita kehamilan yang lancar hingga persalinan.

Baca Juga: 6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Pengidap Sindrom Antifosfolipid

Kebanyakan orang merespons pengobatan dengan baik dan dapat menjalani hidup normal dan sehat. Tetapi sejumlah kecil orang dengan sindrom antifosfolipid terus mengalami pembekuan darah meskipun telah menjalani sejumlah perawatan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Antiphospholipid syndrome.
NHS. Diakses pada 2019. Antiphospholipid syndrome.