Penglihatan Menurun Saat Sore Hari, Ini Fakta Rabun Senja

Penglihatan Menurun Saat Sore Hari, Ini Fakta Rabun Senja

Halodoc, Jakarta - Rabun senja atau disebut juga dengan nyctalopia, adalah keadaan ketika mata tidak dapat beradaptasi dengan kondisi cahaya rendah, seperti pada malam hari. Rabun tersebut bukanlah suatu kondisi, tetapi hasil dari gangguan mata yang terjadi pada seseorang.

Ketika pencahayaan redup, mata harus beradaptasi. Meskipun rabun senja memengaruhi kemampuan seseorang untuk melihat dalam cahaya redup, hal tersebut tidak menyebabkan kebutaan total. 

Gangguan ini dapat membuat seseorang mengalami masalah ketika melihat rambu-rambu jalan saat mengemudi di malam hari. Mungkin juga membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya bagi mata untuk beradaptasi ketika beralih dari pengaturan terang ke gelap.

Rabun senja adalah gejala dari beberapa kondisi yang mendasarinya, yang mungkin memiliki beberapa penyebab. Maka dari itu, seseorang yang mengidap gangguan ini harus menghindari mengemudikan kendaraan ketika malam hari mulai terjadi, karena hal-hal yang tidak diinginkan mungkin saja terjadi.

Baca juga: Alami Rabun Senja, Inilah Penyebabnya

Penyebab Rabun Senja

Rabun senja yang terjadi pada seseorang mungkin saja karena hasil dari salah satu dari beberapa kondisi yang terjadi. Beberapa gangguan yang terjadi kebanyakan dapat diobati. Beberapa hal yang menjadi penyebab rabun senja, yaitu:

  1. Glaukoma

Glaukoma mengacu pada sekelompok kondisi mata yang membuat kerusakan pada saraf optik, yang menghubungkan mata ke otak, sehingga menyebabkan tekanan pada mata. Hal ini dapat merusak penglihatan secara permanen, termasuk menyebabkan rabun senja.

  1. Katarak

Katarak terjadi ketika lensa mata menjadi keruh. Gangguan ini sering terjadi ketika protein dalam lensa rusak, biasanya karena penuaan. Katarak juga dapat membuat seseorang mengalami rabun senja, karena membuat pencahayaan mata menjadi redup.

  1. Rabun Jauh

Seseorang yang mengidap rabun jauh atau miopi tidak dapat melihat objek yang jauh secara akurat. Gangguan ini terjadi ketika mata tumbuh terlalu lama dan tidak lagi memfokuskan cahaya dengan benar. Selain itu, gangguan tersebut juga dapat menyebabkan seseorang mengalami rabun senja.

  1. Retinitis Pigmentosa

Gangguan ini adalah sebuah penyakit mata langka yang dapat merusak retina. Retinitis pigmentosa adalah kelainan genetik yang mengakibatkan seseorang kesulitan melihat dalam cahaya rendah. Hal ini juga dapat menyebabkan seseorang mengalami rabun senja.

Baca juga: Mengenal Retinitis Pigmentosa yang Sebabkan Rabun Senja

Apa Saja Gejalanya?

Rabun senja adalah gejala kondisi mata yang mendasarinya yang menyebabkan gangguan penglihatan saat pencahayaan redup. Seseorang yang mengidap rabun senja dapat mencegah seseorang untuk dapat melihat bintang di malam hari, atau hambatan di ruangan gelap.

Gejala lain juga dapat terjadi ketika seseorang mengidap rabun senja. Gejala-gejala tersebut akan tergantung pada penyebab yang mendasarinya tetapi dapat meliputi:

  • Sakit kepala.

  • Sakit mata.

  • Mual dan muntah.

  • Penglihatan menjadi kabur.

  • Sensitivitas terhadap cahaya.

  • Kesulitan melihat kejauhan.

Perawatan Rabun Senja

Perawatan rabun senja tergantung pada penyebab kondisi tersebut. Jika katarak adalah penyebab masalah rabun senja tersebut, operasi katarak dapat dilakukan untuk meningkatkan penglihatan secara keseluruhan, termasuk penglihatan malam hari. Jika retinopati diabetik adalah penyebab dari rabun senja tersebut, mengendalikan gula darah melalui obat-obatan dan diet dapat membantu untuk mencegah kehilangan penglihatan.

Jika kamu kesulitan membedakan antara benda-benda di malam hari, atau jika melihat lingkaran cahaya di sekitar lampu dalam gelap, cobalah untuk berdiskusi dengan dokter. Rabun senja mungkin gejala awal kondisi mata yang lebih serius, dan diagnosis dini dapat menyelamatkan penglihatan kamu.

Baca juga: 9 Cara Mengatasi Rabun Jauh Secara Alami

Itulah fakta-fakta tentang rabun senja yang mungkin terjadi pada kamu. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!