Pengobatan Bakteri Pneumonia yang Bisa Dilakukan di Rumah

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Pengobatan Bakteri Pneumonia yang Bisa Dilakukan di Rumah

Halodoc, Jakarta - Pneumonia bukanlah penyakit yang langka di Indonesia. Di negara kita, penyakit ini juga dikenal dengan istilah paru-paru basah. Infeksi yang memicu inflasi pada kantong-kantong udara itu, bisa terjadi di salah satu atau kedua paru-paru. Sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi cairan. 

Penyebab dari pneumonia beragam, mulai dari virus, jamur, mikoplasma, dan bakteri. Untuk bakteri atau bakteri pneumonia, bakteri ini masuk ke dalam paru-paru lewat saluran pernapasan atau darah. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri (bakteri pneumonia) umumnya bersifat ringan. Akan tetapi, dalam beberapa kasus juga bisa menjadi fatal. 

Baca juga: Ini Bedanya Bronkitis dan Pneumonia yang Perlu Diketahui Orangtua

Bakteri yang menjadi biang keladinya beragam. Namun, yang paling sering menyebabkannya adalah bakteri Streptococcus pneumoniae. Menurut ahli dari perawatan paru dan perawatan kritis di Weill Cornell Medical College di New York, Amerika Serikat, penyakit pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae ini, merupakan infeksi di unit penukar gas paru-paru (alveoli). Kondisi ini juga disebut sebagai radang paru yang terisi dengan cairan atau nanah. 

Nah, ujung-ujungnya bakteri pneumonia bisa membuat tubuh kehilangan oksigen untuk masuk ke darah. Kondisi ini nantinya akan membuat sel-sel tubuh tak berfungsi dengan baik karena kekurangan oksigen.

Lalu, upaya apa yang bisa kita lakukan untuk menangani bakteri pneumonia di rumah?

Baca juga: 7 Tanda Bayi Kena Pneumonia

Dari Nyeri Dada hingga Letih

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, ada baiknya untuk berkenalan dulu dengan gejalanya. Ingat, penyakit ini mesti diperhatikan dengan serius. Sebab, menurut data  UNICEF (2015), setidaknya ada 5,9 juta anak di bawah usia lima tahun yang meninggal di tahun 2015. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 persen atau 920.136 anak meninggal akibat pneumonia. Dengan kata lain, lebih dari 2.500 balita per harinya yang terinfeksi pneumonia. Bikin resah, kan?

Nah, lalu seperti apa sih gejala dari bakteri pneumonia?

  • Nyeri dada.

  • Sakit kepala.

  • Menggigil.

  • Batuk.

  • Nyeri otot.

  • Nyeri saat bernapas.

  • Dahan berwarna kuning atau hijau (terkadang bisa berdarah).

  • Kesulitan bernapas.

  • Letih.

Baca juga: Paham Ciri Jenis dan Cara Mencegah Paru-paru Basah

Pengobatan Bakteri Pneumonia di Rumah

Setidaknya, ada beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk mengatasi penyakit ini di rumah. Nah, berikut tips-tipsnya. 

  • Tanyakan pada dokter di mana kita bisa membeli obat-obatan. 

  • Konsumsi obat sesuai anjuran dokter atau resep. Habiskan semua antibiotik.

  • Untuk meredakan demam, gunakan parasetamol atau aspirin (bukan untuk anak-anak). 

  • Beri tahu dokter bila sedang hamil atau mengidap penyakit lain. 

  • Temui dokter bila kondisi tak membaik atau lebih parah dalam 2–3 hari. 

  • Untuk menghentikan penyebaran infeksi, rajinlah mencuci tangan. 

  • Banyak beristirahat.

  • Tak melakukan kegiatan yang berlebihan.

  • Tingkatkan asupan cairan untuk menghindari dehidrasi.

  • Hindari lingkungan dengan polusi dan asap rokok.

  • Jangan ragu untuk menghubungi dokter bila mengalami demam, air liur hijau/kuning, nyeri dada, kulit menggelap, dyspnea, dan bibi serta kuku memucat. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!