16 November 2018

7 Tanda Bayi Kena Pneumonia

pneumonia, gangguan paru, bayi sakit paru

Halodoc, Jakarta - Para orangtua sebaiknya tidak menunggu bayi terkulai lemas untuk memastikan bahwa bayi memang sakit, apalagi terkena penyakit pneumonia. Ketika ritme napas anak menjadi cepat dan anak tampak tidak nyaman ketika bernapas, orangtua sudah harus sigap membawanya ke dokter. Berikut gejala pneumonia pada bayi yang perlu diketahui.

  1. Batuk Berlendir

Pneumonia yang disebabkan oleh infeksi baik dari virus, bakteri, atau jamur, biasanya akan menyebabkan batuk pada bayi. Batuk biasanya akan bertahan selama beberapa hari atau lebih lama. Jika sudah memburuk, batuk dapat disertai dengan lendir atau kotoran. Terkadang bayi juga sulit untuk mengeluarkan lendir, sehingga sulit untuk mengetahui apakah bayi terkena pneumonia atau tidak.

  1. Bayi Tidak Mau ASI atau Susu Formula

Batuk yang berat terkadang menyebabkan bayi mengalami kondisi yang buruk. Masalah ini kemudian akan membuat bayi tidak memiliki nafsu yang baik untuk minum ASI atau susu formula. Akibatnya, bayi akan terlihat kurang sehat dan sangat lemah. Selain itu, bayi juga akan menangis terus-menerus karena merasa tubuh tidak sehat. Jika bayi sama sekali tidak mau minum ASI, bayi  bisa mengalami dehidrasi.

  1. Napas Cepat

Napas cepat merupakan salah satu gejala yang umum pada bayi yang terserang pneumonia. Namun, bukan berarti setiap napas cepat merupakan pneumonia. Setiap bayi memiliki perbedaan kecepatan bayi saat bernapas. Misalnya bayi yang berusia 2 bulan, dia baru dikatakan bernapas cepat jika bernapas sama dengan atau lebih dari 50 kali dalam satu menit. Sedangkan pada anak umur 1 hingga 5 tahun, bernapas sama dengan atau lebih dari 40 kali dalam satu menit.

  1. Demam Parah

Demam pada bayi selalu muncul kapan saja dan ini bisa menjadi adanya tanda infeksi yang sudah terjadi pada paru-paru bayi. Terlebih jika bayi sudah mengalami batuk selama beberapa hari, atau batuk menjadi berlendir. Jika batuk sudah mulai mengeluarkan kotoran berwarna coklat, ini juga dapat menyebabkan demam. Demam harus segera ditangani, sebab bayi dapat mengalami kejang demam.

  1. Bayi Tidak Buang Air Kecil Seperti Biasanya

Apabila sudah memburuk, pneumonia dapat menyebabkan bayi kekurangan cairan. Kondisi ini akan menyebabkan bayi tidak dapat buang air kecil seperti biasa. Apalagi jika bayi sudah tidak mau minum ASI seperti biasa.

  1. Napas Bayi Berbunyi

Infeksi yang terjadi pada bagian paru-paru juga dapat menyebabkan bayi memiliki saluran pernapasan yang buruk. Kondisi ini dapat membuat bayi menjadi tidak nyaman saat bernapas. Perubahan ini dapat ditandai dengan napas bayi yang berbunyi seperti siulan atau terasa berat. Napas yang berat juga menjadi salah satu tanda kelainan jantung dan gejala asma pada bayi.

  1. Bibir dan Kuku Bayi Menjadi Biru

Infeksi yang terjadi pada bagian paru-paru akan menyebabkan bayi mendapatkan oksigen yang tidak cukup. Tidak hanya terjadi pada semua organ bayi, tapi semua bagian jaringan tubuh bayi. Hal ini biasanya ditandai dengan perubahan warna biru pada bagian bibir dan kuku. Kondisi ini memang sama seperti penyakit jantung pada bayi. Kondisi ini dapat menyebabkan semua bagian tubuh tidak mendapatkan sirkulasi darah dan oksigen yang cukup.

Jangan biarkan pneumonia terjadi pada anak, apalagi menyebabkan kondisi yang lebih serius. Jaga kebersihan serta penuhi kebutuhan nutrisi anak, dan jangan lupa untuk memberikan imunisasi sesuai jadwal. Kalau perlu, diskusikan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc tentang penanganan pneumonia pada bayi. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.

Baca juga: