• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penicillin: Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penicillin: Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping

Penicillin: Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 03 Agustus 2022

“Penicillin merupakan obat yang dipakai untuk mengatasi infeksi yang terjadi pada tubuh. Obat ini bekerja aktif dengan membunuh bakteri agar tidak lagi berkembang dalam tubuh.”

Penicillin: Kegunaan, Dosis, dan Efek SampingPenicillin: Kegunaan, Dosis, dan Efek Samping

Halodoc, Jakarta – Penicillin merupakan jenis obat yang termasuk dalam kategori antibiotik. Obat ini berfungsi untuk mengatasi infeksi pada tubuh yang terjadi karena bakteri. Artinya, penicillin tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan karena cacing, jamur, atau virus.

Kegunaan Penicillin

Antibiotik penicillin diresepkan oleh dokter untuk mengatasi kondisi kesehatan berikut ini.

  • Pencegahan infeksi yang terjadi pada pembuluh jantung untuk pengidap kelainan jantung.
  • Pengobatan untuk berbagai jenis infeksi karena bakteri, termasuk infeksi pada mulut dan tenggorokan, demam rematik, infeksi Staphylococcus dan Streptococcus, serta pneumonia.

Perlu diketahui bahwa penicillin termasuk dalam obat Kategori B. Artinya, studi yang dilakukan terhadap hewan tidak menunjukkan adanya risiko pada janin. Akan tetapi, tidak terdapat studi yang dilakukan terhadap wanita hamil. 

Dosis Pemakaian Penicillin

Dosis pemakaian penicillin tentunya berbeda untuk orang dewasa dan anak-anak. Perbedaan dosis juga dipengaruhi oleh infeksi yang menjadi penyebabnya. Berikut informasi lengkapnya:

  1. Dosis untuk Dewasa

Adapun dosis penicillin yang dianjurkan untuk orang dewasa yaitu:

  • Infeksi bakteri Streptococcal: Sebanyak 125 sampai 250 miligram yang dikonsumsi setiap 6 sampai 8 jam sehari hingga 10 hari.
  • Infeksi bakteri Pneumococcal atau pernapasan bagian atas: Sebanyak 250 sampai 500 miligram yang dikonsumsi setiap 6 jam sampai demam menghilang, biasanya sekitar 2 hari.
  • Infeksi bakteri Staphylococcus atau jaringan pada otot halus maupun kulit: Sebanyak 250 sampai 500 miligram yang dikonsumsi setiap 6 sampai 8 jam.
  • Mencegah chorea, demam rematik, atau keduanya: Sebanyak 125 sampai 250 miligram yang dikonsumsi dua kali dalam sehari.
  • Infeksi orofaring atau fusospirochetosis: Sebanyak 250 sampai 500 miligram yang dikonsumsi setiap 6 sampai 8 jam.
  1. Dosis untuk Anak

Sementara itu, dosis penicillin yang dianjurkan untuk anak, yaitu:

  • Infeksi bakteri Streptococcal: Anak usia 12 sampai 17 tahun sebanyak 125 sampai 250 miligram yang dikonsumsi setiap 6 sampai 8 jam selama 10 hari. Sementara untuk anak usia 0 sampai 11 tahun tidak memiliki ketentuan dosis, sehingga dibutuhkan resep dokter.
  • Infeksi bakteri Pneumococcal atau pernapasan bagian atas: Anak usia 12 sampai 17 tahun sebanyak 250 sampai 500 miligram yang dikonsumsi hingga demam menghilang atau sekitar 2 hari. Sementara untuk anak usia 0 sampai 11 tahun dosis harus berdasarkan resep dokter. 
  • Infeksi bakteri Staphylococcal atau jaringan halus maupun kulit: Anak usia 12 sampai 17 tahun sebanyak 250 sampai 500 miligram yang dikonsumsi setiap 6 sampai 8 jam. Sementara untuk anak usia 0 sampai 11 tahun dosis harus berdasarkan resep dokter. 
  • Mencegah chorea, demam rematik, atau keduanya: Anak usia 12 sampai 17 tahun sebanyak 125 sampai 250 miligram yang dikonsumsi dua kali dalam sehari. Sedangkan anak usia 0 sampai 11 tahun harus berdasarkan resep dokter.
  • Infeksi orofaring atau fusospirochetosis: Anak usia 12 sampai 17 tahun sebanyak 250 sampai 500 miligram yang dikonsumsi setiap 6 sampai 8 jam. Sementara untuk anak usia 0 sampai 11 tahun, dosis diberikan sesuai anjuran dokter.

Efek Samping Penggunaan Penicillin

Konsumsi penicillin bisa memicu terjadinya beberapa efek samping, di antaraya:

  • Diare, mual, muntah, sakit perut, dan lidah menghitam yang biasanya terjadi pada rasa sakit yang biasa.
  • Munculnya reaksi alergi, seperti ruam kemerahan pada kulit, gejala yang menyerupai flu (tubuh demam, nyeri pada sendi, diare, lidah dan tenggorokan membengkak, dan gejala lainnya).

Efek samping bisa berbeda pada setiap individu yang mengonsumsi penicillin. Oleh karena itu, pastikan konsumsi obat ini sesuai dengan anjuran dokter. Cek semua kebutuhan medis di aplikasi Halodoc, kamu bisa download aplikasi Halodoc gratis melalui Play Store dan App Store.

Referensi:
Drugs. Diakses pada 2022. Penicillin V.
Healthline. Diakses pada 2022. Penicillin V, Oral Tablet.
Patient. Diakses pada 2022. Phenoxymethylpenicillin for Infection Penicillin V.