• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penjelasan Kaitan Gagap dan Masalah Kesehatan Mental
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penjelasan Kaitan Gagap dan Masalah Kesehatan Mental

Penjelasan Kaitan Gagap dan Masalah Kesehatan Mental

2 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 24 Oktober 2022

“Gagap merupakan gangguan kemampuan bicara yang membuat pengidapnya kesulitan untuk berkomunikasi dengan baik. Pengucapan berulang dan kata-kata patah menjadi dua ciri khas dari kelainan ini.”

Penjelasan Kaitan Gagap dan Masalah Kesehatan MentalPenjelasan Kaitan Gagap dan Masalah Kesehatan Mental

Halodoc, Jakarta – Tidak jarang, seseorang yang mengalami gagap juga kerap menunjukkan ciri khas lainnya, yaitu mata yang sering berkedip dan bibir yang bergetar. Kelainan ini terjadi karena gangguan yang berasal dari area pemrosesan saraf otak yang mengontrol ucapan. Ini artinya, gagap tidak berpengaruh pada tingkat kecerdasan seseorang. 

Pertanyaannya, benarkah ada kaitan antara gagap dan masalah kesehatan mental? 

Gagap dan Masalah Kesehatan Mental

Meski demikian, bagi banyak orang yang mengalami gagap, berbicara mungkin menjadi bentuk kegiatan yang terasa menakutkan. Sayangnya, ini dapat berdampak buruk pada kesehatan mental pengidapnya. 

Gangguan kecemasan adalah masalah umum bagi orang yang gagap. Bagi mereka, berbicara menyebabkan munculnya kecemasan dan stres yang sering kali dapat membuat gagap yang mereka alami menjadi lebih buruk. 

Perlu diketahui bahwa gangguan kecemasan dan depresi sering mengikuti satu sama lain. Apabila kedua masalah kesehatan mental tersebut tidak tertangani dengan baik, kondisi bisa berkembang menjadi lebih serius. 

Misalnya, anak yang gagap bicara dan terus bertahan hingga dewasa bisa terjadi karena tidak mampu menyesuaikan diri dengan kondisi emosionalnya. Namun, gagap juga bisa terjadi karena faktor lainnya, seperti:

  • Kondisi medis tertentu. Misalnya trauma fisik, cedera pada otak, dan stroke.
  • Adanya kelainan pada kontrol bicara. Misalnya, sensorik, motorik, dan koordinasi waktu.
  • Faktor keturunan. Oleh karena terjadi pada pusat bahasa di otak, seseorang memiliki risiko lebih tinggi mengalami gagap jika ada anggota keluarga dengan kondisi serupa. 
  • Kondisi biologis. Seseorang dengan kondisi gagap mempunyai aliran darah yang menuju ke otak (terutama pusat bahasa), yang lebih rendah daripada orang normal pada umumnya. 

Pengobatan untuk Mengatasi Gagap

Perawatan yang dilakukan mungkin tidak sepenuhnya menghilangkan gagap tetapi dapat mengajarkan keterampilan yang membantu untuk:

  • Meningkatkan kelancaran bicara.
  • Mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang lebih efektif.
  • Ikut serta sepenuhnya di aktivitas sekolah dan sosial.

Metode penanganan yang umum dilakukan untuk mengatasi gagap, yaitu:

  • Terapi bicara. Terapi dapat mengajari untuk memperlambat bicara dan belajar memperhatikan saat pengidap gagap. Pengidap mungkin berbicara dengan sangat lambat dan sengaja saat memulai terapi wicara, tetapi seiring waktu, pengidap dapat melatih pola bicara yang lebih alami.
  • Terapi perilaku kognitif. Jenis psikoterapi ini dapat membantu pengidap belajar mengidentifikasi, sekaligus mengubah cara berpikir yang dapat memperburuk gagap. Ini juga dapat membantu pengidap mengatasi stres, kecemasan, atau masalah harga diri yang terkait dengan gagap.

Tingkat keparahan gagap juga dapat dikurangi dengan menggunakan bantuan perangkat elektronik. Jika kamu merasa mengalami kesulitan bicara atau gagap, segera lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan penanganan. 

Kamu bisa booking dokter di rumah sakit pakai Halodoc. Caranya juga sangat mudah, cukup download Halodoc di Play Store dan App Store. 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Stuttering.
MentalHelp.net. Diakses pada 2022. Stuttering, Inherited?
Start. Diakses pada 2022. Why mental health should be a focus for people who stutter.