• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penjelasan Paraben Free pada Produk Perawatan Kulit

Penjelasan Paraben Free pada Produk Perawatan Kulit

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Penjelasan Paraben Free pada Produk Perawatan Kulit

“Kamu mungkin mendapati adanya tulisan paraben free pada beberapa produk kecantikan atau perawatan kulit. Sebenarnya, apa maksud dari tulisan tersebut? Benarkah paraben dikatakan sebagai bahan kimia yang berbahaya?”

Halodoc, Jakarta – Paraben merupakan jenis bahan pengawet yang sudah dipakai dalam produk perawatan kulit dan kecantikan sejak tahun 1920 silam. Senyawa kimia ini paling sering dijumpai pada produk, seperti kondisioner, sabun, sampo, dan beberapa produk perawatan kulit. Biasanya, penggunaan paraben sendiri ditujukan untuk memperpanjang masa simpan suatu produk.

Akan tetapi, efek samping karena paparan jangka panjang dari semua produk yang mengandung paraben beberapa waktu terakhir ini sedang menyita perhatian. Inilah mengapa, kamu dianjurkan untuk memiliki produk perawatan dan kecantikan kulit yang memiliki label paraben free. Artinya, produk yang kamu beli tidak memiliki kandungan senyawa paraben di dalamnya. 

Fungsi Adanya Paraben dalam Produk Perawatan dan Kecantikan Kulit

Paraben atau para-hydroxybenzoate ditulis dengan banyak nama dalam kemasan produk, seperti propylparaben, ethylparaben, butylparaben, methyl 4-hydroxybenzoate, atau 4-hydroxy methyl ester benzoic acid. Sebenarnya, apa fungsi dari penggunaan bahan kimia ini dalam produk perawatan dan kecantikan kulit? 

Baca juga: 7 Kandungan Skincare yang Aman untuk Ibu Hamil

Ternyata, fungsi utama paraben dalam pembersih dan kosmetik yaitu mencegah tumbuhnya jamur maupun bakteri yang tentunya bisa membuat kualitas produk menjadi menurun dan berbahaya untuk konsumen. Tak hanya itu, paraben juga digunakan untuk membuat produk lebih awet, tak cepat rusak, dan terlihat lebih segar. Sementara pada bidang lainnya, seperti farmasi dan industri pangan, penggunaan paraben juga ditujukan untuk mendapatkan manfaat yang sama. 

Kenali Bahaya Paraben untuk Tubuh

Meski banyak dijumpai dalam berbagai produk kecantikan dan perawatan kulit, tetapi pemakaian paraben dalam produk tersebut tentu tetap membutuhkan perhatian. Pasalnya, beberapa orang mengakui mengalami alergi setelah menggunakan produk dengan kandungan paraben. Bahkan, bahan satu ini juga diduga bisa menjadi pemicu tumbuhnya sel kanker dalam tubuh. 

Jika kamu memakai produk perawatan dan kecantikan yang memiliki kandungan paraben, tetap cermati potensi munculnya alergi pada kulit atau dermatitis kontak alergi. Tandanya bisa berupa:

  • Muncul ruam kemerahan;
  • Gatal;
  • Kulit terasa kering dan bersisik;
  • Terasa nyeri dan bengkak;
  • Kulit melepuh dan seperti terbakar. 

Lalu, bagaimana caranya mengetahui apakah tubuh akan menunjukkan reaksi alergi atau tidak pada sebuah produk? Mudah saja, cukup oleskan sedikit produk yang mau dipakai pada punggung tangan, tunggu hingga 48 jam untuk mengetahui hasilnya, apakah muncul reaksi alergi atau tidak. Lalu, jangan sampai kamu mengoleskan produk yang memiliki kandungan paraben pada permukaan kulit yang sedang bermasalah atau terluka. 

Memang, cara paling aman tentunya menggunakan produk perawatan dan kecantikan yang tidak mengandung paraben alias paraben free. Namun, jika sudah mengalami reaksi alergi, segera tanyakan penanganannya pada dokter, ya! Kamu bisa pakai langsung aplikasi Halodoc untuk memudahkan tanya jawab dengan dokter. Tak perlu menunggu lama, segera download aplikasinya di ponselmu, ya!

Baca juga: Berbagai Macam Bahan Kimia untuk Atasi Flek Hitam

Bagaimana dengan Risiko Terjadinya Kanker?

Sebenarnya, paraben mempunyai struktur kimia yang tidak jauh berbeda dengan estrogen, hormon yang diketahui mampu menyebabkan terjadinya mutasi dan perbanyakan sel pada area payudara, baik normal maupun sel kanker. Namun, penelitian yang mempelajari hal ini bisa dibilang masih sangat terbatas. Studi yang sudah ada hanya menyebutkan bahwa kandungan senyawa paraben pada tubuh pengidap kanker, bukan pengaruhnya dalam menjadi pemicu kanker

Pun, dikatakan bahwa paraben menjadi senyawa kimia yang cenderung sulit untuk mengendap di dalam tubuh. Pasalnya, senyawa ini sangat mudah terbuang dan keluar dari dalam tubuh melalui urine. Sampai sekarang, paraben sebagai bahan pengawet yang terkandung dalam produk kecantikan dan perawatan kulit masih dibilang aman untuk dipakai. Berbagai lembaga pengawas makanan, kosmetik, dan obat dari seluruh dunia, termasuk pula BPOM telah menetapkan standar penggunaan paraben yang aman pada produk makanan, obat, perawatan dan kecantikan kulit. 

Baca juga: Kandungan Berbahaya dalam Skincare Ini Harus Dihindari

Meski masih berada dalam kategori aman, sebaiknya kamu tetap berhati-hati dalam menggunakannya, ya. Terlebih jika kamu punya riwayat kulit yang sangat sensitif atau ada alergi terhadap produk perawatan dan kecantikan kulit. Sekali lagi, lebih baik kamu menggunakan produk yang bebas paraben atau paraben free. 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg

Referensi: 

US Food and Drug Administration. Diakses pada 2021. Parabens in Cosmetics.

WebMD. Diakses pada 2021. FAQ: Parabens and Breast Cancer.

Center for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Paraben Factsheet.