• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penjelasan Soal Hasil Tes Mantoux Asli dan Palsu
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penjelasan Soal Hasil Tes Mantoux Asli dan Palsu

Penjelasan Soal Hasil Tes Mantoux Asli dan Palsu

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 30 September 2022

“Tes mantoux dapat digunakan sebagai metode awal pemeriksaan gejala penyakit TBC pada tubuh. Meski ampuh mendeteksi penyakit TBC, ada beberapa faktor yang menyebabkan hasil tes menjadi palsu.”

Penjelasan Soal Hasil Tes Mantoux Asli dan PalsuPenjelasan Soal Hasil Tes Mantoux Asli dan Palsu

Halodoc, Jakarta – Tes mantoux atau tuberculin skin test (TST) adalah salah satu metode untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. Tes ini sangat disarankan bagi orang yang berpotensi sering melakukan kontak langsung dengan penderita tuberkulosis. Tes ini merupakan metode awal pemeriksaan gejala penyakit TBC.

TST dilakukan dengan menyuntikkan 0,1 ml tuberculin purified protein derivative (PPD) ke permukaan bagian dalam lengan bawah. Meski tes ini ampuh mendeteksi penyakit TBC, namun ada beberapa kasus yang menunjukkan hasil tes palsu. Pada hasil tes palsu, hasil tes akan menunjukkan negatif, padahal pengidap telah positif terkena TB begitu juga sebaliknya.

Faktor yang Memengaruhi Hasil Tes Mantoux Palsu

Ada beberapa faktor yang ternyata memengaruhi hasil tes tuberkulosis ini, baik hasil positif palsu maupun negatif palsu. Berikut penjelasannya.

  1. Penyebab Hasil Positif Palsu

Hasil positif palsu ini bisa terjadi jika seseorang yang tidak terinfeksi bakteri M. tuberculosis, mereka masih bereaksi terhadap tes ini. Faktor-faktor berikut juga dapat menyebabkan hasil positif palsu, antara lain:

  • Adanya infeksi mikrobakteri yang bukan TB.
  • Pernah imunisasi BCG sebelumnya.
  • Prosedur tes yang salah.
  • Kesalahan membaca ukuran indurasi yang dapat mengakibatkan respons tuberkulin tidak akurat.
  • Menggunakan botol antigen yang ukurannya tidak sesuai.

Hasil positif yang ditemukan pada orang dengan peluang rendah untuk terpapar kuman TB kemungkinan besar merupakan hasil positif palsu. Jadi, sebuah hasil tuberkulin positif tidak berarti seseorang memiliki infeksi tuberkulin menular (aktif). Seperti yang telah dijelaskan, tes ini tidak bisa menunjukkan jika infeksi aktif atau tidak aktif (TB laten).

  1. Penyebab Hasil Negatif Palsu

Umumnya, hasil tes mantoux negatif berarti seseorang tidak pernah terpapar M. tuberculosis. Namun, beberapa kondisi berikut dapat mengakibatkan hasil tes negatif palsu:

  • Mengidap anergi atau ketidakmampuan kulit untuk bereaksi terhadap tes kulit karena sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Infeksi TB baru-baru ini (dalam 8-10 minggu setelah paparan).
  • Pernah mengidap TBC dalam waktu yang sangat lama (kronis).
  • Bayi berusia kurang dari enam bulan.
  • Telah melakukan vaksinasi virus (seperti campak dan cacar).
  • Mengidap tuberkulosis ekstrapulmoner.
  • Mengidap beberapa penyakit yang disebabkan oleh virus (seperti campak dan cacar air).
  • Prosedur tes yang salah, seperti salah interpretasi interaksi, dosis yang tidak sesuai, atau injeksi obat lain yang tidak tepat.

Cara untuk Menghindari Hasil Tes Mantoux Palsu

Hasil tes ini hanya dapat menunjukkan apakah seseorang telah terpapar virus tuberculosis. Kamu akan disarankan untuk melakukan beberapa tes tambahan sebelum mengambil tes Mantoux untuk mendapatkan hasil yang pasti.

Kondisi kesehatan kamu yang akan menentukan jenis tes tambahan apa yang diperlukan. Selain itu, kamu harus memberi tahu dokter jika kamu telah mendapatkan vaksin BCG atau TB.

Setelah menerima vaksinasi TB atau BCG, kamu boleh melakukan tes Mantoux, tetapi dengan catatan jarak waktu vaksin dan tes tidak berdekatan. Jarak waktu berdekatan antara vaksin dan tes berpotensi menyebabkan hasil tes yang tidak akurat. Jadi, berikan jeda antara vaksin dan tes ini setidaknya  satu bulan.

Itulah pembahasan mengenai hasil tes mantoux yang palsu dan asli. Jika kamu memiliki pertanyaan seputar kesehatan, download Halodoc saja untuk membuat janji medis dengan dokter.

Referensi
CDC. Diakses pada 2022. Tuberculin Skin Testing.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. TB (Tuberculosis) Test.