11 October 2018

Pentingnya Menjaga Keseimbangan pH Miss V

pentingnya menjaga keseimbangan ph miss v

Halodoc, Jakarta – Buat kamu para wanita, pasti pernah mendengar anjuran untuk menjaga keseimbangan pH Miss V. Sebenarnya apa itu pH? pH ternyata tidak hanya terdapat pada kulit atau air saja, tetapi organ intim wanita juga memiliki pH yang perlu dijaga keseimbangannya. pH atau yang biasa dikenal dengan kadar asam basa menunjukkan kesehatan organ intim kamu. Bila pH Miss V tidak seimbang, maka bakteri jahat berpotensi berkembang biak di dalam Miss V dan menyebabkan infeksi. Jadi, jangan abaikan kesehatan organ intim kamu. Inilah pentingnya mengetahui cara menjaga pH Miss V agar tetap seimbang.  

Kadar pH menjadi Penentu Jenis Bakteri Miss V

Tahukah kamu bahwa ada 50 spesies bakteri yang hidup di dalam Miss V kamu? Namun jangan khawatir, karena sebagian besar bakteri tersebut adalah bakteri baik. Bakteri baik yang justru berfungsi untuk melindungi organ intim dari berbagai macam infeksi sekaligus menjaga keseimbangan pH Miss V. Menurut Dr. Rinku Metha, seorang kepala medis di Frisco Institute for Reproductive Medicine, hal pertama yang perlu kamu pahami mengenai pH Miss V adalah saat organ intim memiliki kadar pH atau asam basa yang normal. Sebab, pH Miss V ini bisa melindungi kamu dari infeksi.

Tingkat asam basa atau pH Miss V dikatakan normal bila berada di kisaran angka 3,5 sampai 4,5. Bila pH Miss V melebihi angka tersebut, maka bakteri jahat dalam organ intim mudah untuk berkembang biak dan berisiko menimbulkan jamur yang menjadi pemicu iritasi, gatal, dan keputihan yang tidak normal.

Menurut Nina Helms, seorang ahli kesehatan seksual, ada dua jenis bakteri baik yang terdapat dalam organ intim wanita, yaitu lactobacillus dan corynebacterium. Kedua jenis bakteri baik ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan pH Miss V. Caranya, memproduksi antibiotik alami bernama bakteriosin untuk mengurangi bakteri lain masuk ke dalam organ intim.

Jadi, cara menjaga pH Miss V agar tetap basa penting agar bakteri baik seperti lactobacillus dan corynebacterium tetap mendominasi organ intim. Pasalnya, kedua bakteri baik tersebut hanya dapat hidup dalam kondisi pH asam. Bila pH naik, maka bakteri-bakteri baik ini akan mati, sebaliknya bakteri jahat yang akan berkembang dengan pesat dalam organ intim. Dengan kata lain, kadar pH Miss V menentukan jenis bakteri seperti apa yang hidup dalam organ intim kamu, apakah bakteri baik atau bakteri jahat.

Bila keseimbangan bakteri normal terganggu, maka kamu berisiko mengalami vaginosis bakterialis. Infeksi Miss V ini bisa terjadi ketika populasi bakteri jahat, seperti gardnerella vaginalis, prevotella, peptostreptococcus, dan bacteroides spp mendominasi di dalam organ intim.

Nah, kalau kamu sering mengalami keputihan dalam jumlah yang cukup banyak, berbau, terasa gatal, dan nyeri serta terjadi pembengkakan di area sekitar Miss V, maka kemungkinan besar kamu memiliki pH Miss V yang tidak seimbang. Sederhananya, jumlah bakteri baik yang terdapat di dalam Miss V kamu kalah dengan jumlah bakteri jahatnya.

Cara Menjaga Keseimbangan Miss V

Cara menjaga keseimbangan Miss V sebenarnya cukup sederhana, yaitu dengan menjaga kebersihan Miss V:

  • Setelah buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB), biasakan untuk bersihkan Miss V dengan air bersih dari arah depan ke belakang. Tujuannya, agar bakteri yang ada di anus tidak masuk ke dalam Miss V.
  • Pilihlah tisu yang lembut untuk mengeringkan Miss V. Hindari menggunakan tisu makan yang kasar karena bisa menyebabkan iritasi kulit di area Miss V.
  • Saat menstruasi, gunakan pembalut yang tidak mengandung pewangi. Ganti pembalut sekitar 4—6 jam setelah pemakaian atau saat sudah penuh. Hal ini untuk menjaga agar Miss V tetap bersih dan terbebas dari bakteri.

Kalau kamu mengalami masalah di sekitar area intim, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter lewat aplikasi Halodoc. Tanpa perlu keluar rumah, kamu bisa ngobrol dengan dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Baca juga: