Pentingnya MRI untuk Deteksi Liposarcoma

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Pentingnya MRI untuk Deteksi Liposarcoma

Halodoc, Jakarta – Liposarcoma adalah pertumbuhan sel kanker di jaringan lemak. Biasanya, liposarcoma muncul di bagian belakang lutut, paha, pangkal paha, bokong, atau ruang di belakang rongga perut (retroperitoneum). Meski sering terjadi pada siapa saja, liposarcoma banyak terjadi pada orang dewasa berusia 40-60 tahun.

Baca Juga: Mengenal Sarkoma Jaringan Lunak, Tumor yang Menyerang Jaringan Lunak Tubuh

Gejala liposarcoma ditandai dengan pembengkakan di bagian tubuh, gerakan tungkai yang terbatas, nyeri perut, mual, muntah, varises, kelelahan, hingga mati rasa. Jika mengalami gejala tersebut, segera bicara pada dokter agar mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat.

Pemeriksaan MRI untuk Diagnosis Liposarcoma

Magnetic resonance imaging (MRI) adalah prosedur pemindaian yang digunakan untuk mendeteksi berbagai penyakit, salah satunya liposarcoma. Prosedur ini menggunakan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar organ dalam secara mendetail. Berbeda dengan X-ray dan CT scan yang menggunakan sinar radiasi, MRI tidak menggunakannya sehingga relatif aman digunakan.

Secara umum, berikut ini tahap pelaksanaan MRI untuk diagnosis penyakit:

  • Sebagian orang dianjurkan untuk berpuasa selama beberapa jam sebelum MRI dilakukan.

  • Menjelang pelaksanaan, kamu perlu mengisi form yang berisi tentang riwayat penyakit dan pertanyaan lain untuk menghindari efek samping pasca tindakan.

  • Setelah lulus skrining MRI, kamu perlu melepaskan semua aksesori yang mengandung logam agar hasil pemeriksaan tidak bisa. Hal ini termasuk bahan makeup yang mengandung logam. Benda yang dianjurkan untuk dilepas adalah alat bantu dengar, perhiasan logam, aksesori rambut, pulpen, kunci, perangkat elektronik, dan ikat pinggang.

  • Gunakan pakaian khusus yang disediakan rumah sakit. MRI berlangsung selama 20-90 menit dan selama pemeriksaan, pastikan untuk selalu mengikuti instruksi dari dokter, termasuk ketika diminta memindahkan posisi tubuh demi menghasilkan gambar yang optimal.

Baca Juga: Kenali 7 Jenis dan Gejala Sarkoma Jaringan Lunak

Kamu diperbolehkan pulang dan melanjutkan aktivitas setelah MRI selesai dilakukan. Namun jika mendapat obat penenang, kamu tidak boleh mengendarai kendaraan dan mengoperasikan alat berat selama 24 jam.

Disarankan untuk menghubungi keluarga atau kerabat yang bisa mengantarkan pulang. Bagaimana dengan hasil pemeriksaan? Biasanya, kamu bisa memperoleh penjelasan mengenai hasil pemeriksaan setelah 1-2 minggu, atau lebih cepat jika kondisi mendesak.

Pemeriksaan Lain untuk Diagnosis Liposarcoma

Selain MRI, terdapat pemeriksaan lain yang bisa dilakukan untuk diagnosis liposarcoma. Di antaranya adalah tes pencitraan (seperti CT scan, foto rontgen), biopsi, dan pemeriksaan laboratorium.

Tes pencitraan mampu memberikan gambaran jelas mengenai ukuran dan tingkat keganasan liposarcoma. Biopsi bertujuan untuk mendeteksi liposarcoma melalui sampel jaringan yang bermasalah. Untuk pemeriksaan laboratorium, tes yang dilakukan meliputi imunohistokimia, analisis sitogenetika, dan tes genetika molekuler.

Baca Juga: Sarkoma Jaringan Lunak Muncul karena Radiasi Pengobatan Kanker

Itulah pentingnya pemeriksaan MRI untuk deteksi liposarcoma. Kalau kamu punya keluhan mirip gejala liposarcoma, jangan ragu berbicara pada dokter ahli. Tanpa harus antre, sekarang kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan di sini. Kamu juga bisa tanya jawab sama dokter dengan download aplikasi Halodoc via fitur Tanya Dokter.