• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyebab Buang Air Kecil Berdarah saat Hamil

Penyebab Buang Air Kecil Berdarah saat Hamil

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Jika kamu seorang ibu hamil dan mengalami nyeri saat buang air kecil, kemungkinan itu adalah tanda infeksi saluran kemih (ISK). ISK adalah infeksi di saluran kemih yang biasanya disebabkan oleh bakteri. Kondisi ini sering terjadi pada kehamilan karena bayi yang sedang tumbuh menekan kandung kemih dan saluran kemih, yang dapat menjebak bakteri dan menyebabkan kebocoran saluran kemih. 

Lalu, bagaimana dengan kondisi urine berdarah yang terjadi pada ibu hamil? Apakah juga termasuk ke dalam salah satu gejala ISK? Meskipun darah dalam urine ibu hamil sering kali tidak berbahaya, namun terkadang hal ini dapat mengindikasikan kelainan yang serius. Jika ibu melihat ada darah saat buang air kecil, maka perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Faktor Penyebab Buang Air Berdarah saat Hamil

Kenyataannya, infeksi saluran kemih jarang menyebabkan urine berdarah. Darah yang bocor ke urine biasanya disebabkan oleh sejumlah kondisi, tidak bergantung apakah saat ini kamu sedang hamil atau tidak. Beberapa faktor penyebab buang air kecil berdarah yang perlu diketahui, yaitu: 

  • Mengalami batu ginjal.
  • Glomerulonefritis, peradangan pada sistem penyaringan ginjal.
  • Trauma terhadap saluran kemih.
  • Cedera ginjal, seperti jatuh atau kecelakaan kendaraan. 
  • Kelainan bawaan, seperti sindrom Alport atau anemia sel sabit.
  • Gejala dari kanker kandung kemih.

Jika kamu mengalami buang air kecil berdarah saat hamil, sebaiknya segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai penanganan yang tepat. Dokter biasanya menggunakan antibiotik untuk mengobati kondisi tersebut selama kehamilan.

Baca juga: Ini Dampak Negatif Menahan Kencing saat Mudik

Ketahui Jenis ISK saat Kehamilan

Meskipun jarang menyebabkan urine berdarah, ibu perlu memahami jenis-jenis ISK yang rentan terjadi saat kehamilan. Adapun beberapa jenis ISK dalam kehamilan, di antaranya:

  1. Bakteriuria Asimtomatik. Kondisi ini sering disebabkan oleh bakteri yang ada dalam tubuh wanita sebelum ia hamil. Jenis ISK ini tidak menyebabkan gejala yang terlihat atau tidak nyaman. Jika tidak segera ditangani, infeksi ini dapat menyebabkan infeksi kandung kemih akut atau infeksi ginjal. Bakteriuria asimtomatik terjadi pada sekitar 1,9 hingga 9,5 persen wanita hamil. 
  2. Uretritis Akut atau Sistitis. Uretritis adalah radang uretra sedangkan sistitis dikenal sebagai radang kandung kemih. Kedua infeksi ini disebabkan karena infeksi bakteri. Kondisi ini sering disebabkan oleh sejenis E. coli (Escherichia coli). 
  3. Pielonefritis. Ini adalah jenis infeksi ginjal yang dapat disebabkan oleh bakteri yang memasuki ginjal wanita dari aliran darahnya atau dari tempat lain di saluran kemih, seperti ureter. Selain darah dalam urine, gejala pielonefritis termasuk demam, nyeri atau terbakar saat buang air kecil, dan nyeri di punggung, selangkangan, atau perut. 

Baca juga: Infeksi Saluran Kemih dapat Sebabkan Orchitis

Perubahan Urine Selama Kehamilan

Banyak wanita hamil akan mengalami perubahan pada urine selama kehamilan. Jika diperhatikan dan disadari, ibu hamil akan buang air kecil lebih sering dari biasanya. Hal ini terjadi karena tubuh kehamilan mulai memproduksi hormon hCG setelah embrio ditanamkan di rahim, dan hormon ini bisa menyebabkan sering buang air kecil.

Selama kehamilan, ada peningkatan keseluruhan volume darah yang bersirkulasi dan sekitar 25 persen dari darah itu diarahkan ke ginjal. Artinya, banyak cairan ekstra diproses melalui ginjal dan berakhir di kandung kemih. 

Baca juga: Alat Kontrasepsi Dapat Sebabkan infeksi saluran Kemih, Benarkah?

Warna dan bau urine juga bisa memberikan informasi mengenai kesehatan ibu saat hamil. Jika urine terlihat lebih gelap dan lebih pekat, itu bisa jadi pertanda dehidrasi. Ibu hamil perlu minum lebih banyak air dibanding biasanya.

Saat ibu hamil, hormon kehamilan juga dapat menyebabkan bau urine berubah. Bau urine yang kuat juga bisa mengindikasikan infeksi saluran kemih. Di sisi lain, ibu mungkin lebih sadar akan bau urine seperti amonia yang terjadi secara alami selama kehamilan karena indra penciuman yang meningkat. 

Itulah yang perlu diketahui tentang perubahan urine selama kehamilan. Jika ibu hamil mengalami urine berdarah, tidak ada salahnya untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat.

Referensi:
Everyday Health. Diakses pada 2020. How Does Your Urine Change When You’re Pregnant?
Healthline. Diakses pada 2020. What Does Blood in Urine During Pregnancy Mean?
Pristyn Care. Diakses pada 2020. Bloody urine in Pregnancy- What can be the cause?