20 June 2018

Penyebab dan Kiat Atasi Cacar Air pada Anak

mengatasi cacar air pada anak, gejala cacar air pada anak, penyebab cacar air

Halodoc, Jakarta – Salah satu penyakit yang mengintai anak adalah cacar air. Penyakit ini ialah infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster, yakni salah satu virus herpes. Biasanya anak akan terserang penyakit ini pada usia di bawah 10 tahun. Apabila anak terserang infeksi, sistem kekebalan tubuh anak akan memproduksi protein yang disebut antibodi yang berfungsi melawan virus. Oleh karena itu, mengatasi cacar air pada anak atau orang dewasa hanya memerlukan perawatan di rumah saja untuk mencegah penularan virus cacar air pada orang lain.

Ciri dan Gejala Penyakit Cacar Air

Apa sajakah ciri dan gejala cacar air pada anak? Berikut ciri-cirinya:

  • Bentol-bentol kecil kemerahan yang perlahan menebal dan terisi cairan.
  • Setelah 1-2 hari, bintil mengering, mengelupas, dan menjadi koreng.
  • Kumpulan cacar baru akan muncul setelah 4-5 hari setelahnya.
  • Diameter bintil tidak lebih dari 0,5 sentimeter.
  • Ruam kemerahan yang muncul biasanya dimulai dari area sekitar kepala dan punggung, kemudian menyebar ke seluruh tubuh setelah 1-2 hari.
  • Semakin banyak bintil cacar yang muncul, semakin tinggi demam. Namun, anak  mungkin tidak akan mengalami demam pada hari pertama cacar atau jika bintil yang muncul tidak terlalu parah.
  • Ruam juga umum terjadi dalam mulut, kelopak mata, dan kelamin.
  • Anak terkena kontak dengan anak penderita cacar air 10-21 hari sebelumnya.

Cacar air akan sangat mengganggu penampilan, oleh karena itu orangtua harus terus meyakinkan anak bahwa luka cacar hanyalah sementara dan akan cepat menghilang. Cacar air tidak meninggalkan bekas luka permanen, kecuali jika bintil cacar air terinfeksi dengan impetigo atau anak terus menerus menggaruk bentolnya.

Bekas luka cacar membutuhkan waktu setidaknya 6–12 bulan sampai benar-benar hilang. Cacar air pun biasanya hanya akan terjadi sekali dan setelahnya anak akan membangun imunitas terhadap virus cacar yang akan bertahan seumur hidup. Jadi, akan sangat jarang ditemukan kasus cacar air yang kambuh lagi pada saat dewasa.

(Baca juga: Gejala Herpes Zoster yang Perlu Diwaspadai)

Mengatasi Cacar Air

Nah, untuk mengatasi cacar air pada anak dan mengurangi rasa gatal yang muncul, kamu dapat melakukan hal berikut kepada anak di rumah, yaitu:

  1. Berendam air dingin sebagai kompres yang meringankan rasa gatal dan kemerahan akibat cacar. Mintalah agar anak berendam setiap empat jam sekali selama 10 menit. Agar bintil tidak pecah, hindari menggosoknya dengan handuk. Setelah berendam, oleskan tubuh dengan bedak dingin untuk mengurangi gatal.
  2. Redakan demam anak dengan memberinya obat yang tepat. Obat panas yang dianjurkan untuk anak antara lain acetaminophen. Hindari konsumsi obat semisal ibuprofen dan aspirin.
  3. Konsumsilah makanan dingin dan halus seperti es krim, telur, puding, agar-agar, dan kentang tumbuk agar anak bisa makan dengan nyaman. Hindari makanan asin dan buah-buahan asam sementara waktu, sebab rongga mulut anak bisa menjadi menjadi merah dan tidak nyaman.
  4. Hindari paparan langsung sinar matahari karena bintil baru bisa bermunculan.
  5. istirahatkan total anak di rumah agar tidak menularkan virusnya.
  6. Usahakan untuk tidak menggaruk. Potong kuku anak dan selalu pastikan tangan anak bersih dan dicuci dengan sabun antibakteri.

(Baca juga: 5 Tips Merawat Cacat Air pada Anak)

Saat terkena cacar, anak akan sangat rewel dan dibutuhkan kesabaran ekstra bagi orangtua untuk dapat mengatasi cacar air pada anak. Untuk itu, bersabarlah sembari memberikan pengobatan yang tepat. Agar bisa berdiskusi dengan dokter spesialis anak, yuk download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play. Tanyakan apapun keluhan seputar kesehatan melalui Voice/Video Call atau Chat secara gratis hanya bersama Halodoc.