03 September 2018

Penyebab Darah Mengental yang Perlu Diketahui

Darah mengental, penyebab darah mengental

Halodoc, Jakarta – Studi dari Universitas Harvard, Amerika menyebutkan bahwa darah kental meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung koroner, stroke, dan penyakit jantung lainnya. Tapi, bukankah darah mengental itu wajar? Simak penjelasannya di sini, yuk!

Darah mengental termasuk hal normal, terutama jika terjadi saat kamu mengalami luka. Sebab, pembekuan darah ini bertujuan untuk menghentikan perdarahan dan membantu proses penyembuhan luka. Namun pada beberapa kasus, pembekuan darah terjadi secara tidak normal. Kondisi ini disebut hiperkoagulabilitas, yaitu kondisi di mana darah menjadi lebih kental (tebal dan lengket) dibanding darah normal.

Penyebab Darah Mengental

  • Paparan bahan beracun, seperti logam berat atau racun lingkungan lainnya.
  • Stres dan trauma. Misalnya, berupa cedera yang menyerang pembuluh darah.
  • Stasis, yaitu kondisi di mana darah tertahan di satu tempat. Misalnya, di kaki setelah operasi atau akibat kurangnya aktivitas fisik.
  • Kelainan pada gen koagulasi, sehingga memengaruhi kemampuan tubuh untuk mematikan saklar yang bertuga dalam mengaktifkan proses pembekuan darah.
  • Infeksi patogen, seperti jamur, virus, bakteri, dan parasit. Patogen tersebut bisa mengaktifkan respons koagulasi dalam tubuh. Respons ini muncul karena adanya upaya patogen melarikan diri dari serangan sistem kekebalan tubuh.
  • Gumpalan kolesterol di pembuluh darah. Jika terdapat sumbatan, darah akan menumpuk dan trombosit dalam darah bisa menyatu membentuk darah kental.

Dampak Negatif Darah Mengental

Darah mengental tidak boleh dianggap sepele. Sebab, kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak segera diobati. Salah satunya adalah membuat seseorang rentan mengidap penyakit kardiovaskular. Ini karena darah yang kental berkaitan dengan kelancaran aliran darah dalam tubuh. Semakin kental darah seseorang, semakin lambat aliran darah yang bergerak. Ketika aliran darah bergerak lambat, risiko pengendapan darah semakin besar sehingga terbentuklah gumpalan-gumpalan akibat darah kental. Pada akhirnya, kondisi tersebut mengganggu beberapa fungsi tubuh dan menimbulkan gangguan kesehatan, terutama gangguan pada jantung.

Gejala Darah Mengental Berdasarkan Lokasinya

Gejala yang timbul akibat darah mengental bisa bervariasi. Ini bergantung pada lokasi terjadinya pengentalan darah, seperti berikut ini:

  • Lengan atau kaki. Terjadinya pembengkakan, nyeri, dan terasa hangat di satu tempat.
  • Jantung. Menyebabkan sesak napas, keringat berlebih, nyeri dada, mual, pusing, hingga pingsan.
  • Daerah perut. Menyebabkan nyeri pada perut, diare, muntah, darah bercampur tinja, atau darah bercampur muntah.
  • Paru-paru. Menyebabkan nyeri dada, batuk bercampur darah, berkeringat, sulit bernapas, pingsan, denyut nadi lebih cepat, hingga pingsan.

Mencegah Darah Mengental

  • Hindari duduk terlalu lama. Sebab, duduk terlalu lama bisa menyebabkan darah berkumpul di kaki dan memicu penggumpalan darah. Kamu dianjurkan untuk melakukan peregangan atau sekadar berjalan-jalan di sekitar tempat duduk setiap 1–2 jam sekali. Hal ini bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah, sehingga mencegah darah mengental.
  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh, yaitu dengan minum 8 gelas sehari atau disesuaikan dengan kebutuhan. Yang pasti, kamu harus tetap terhidrasi agar sirkulasi darah dalam tubuh tetap lancar.
  • Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan. Mengonsumsi makanan yang mengandung omega-3 dan vitamin E juga dipercaya bisa mencegah penggumpalan darah.
  • Terapkan gaya hidup sehat. Yakni dengan rutin berolahraga (setidaknya 10 – 20 menit sehari), menjaga pola makan, istirahat yang cukup, dan berhenti merokok.

Ketika darah begitu kental dan mulai menimbulkan masalah pada tubuh, kamu bisa mengonsumsi obat pengencer darah. Namun, kamu perlu berbicara pada dokter sebelum menggunakannya. Agar tidak repot, kamu bisa berbicara pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call. Jadi, yuk download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: