Penyebab Utama Terjadinya Perdarahan Subkonjungtiva

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Penyebab Utama Terjadinya Perdarahan Subkonjungtiva

Halodoc, Jakarta - Pernahkah kamu saat bercermin mendapati bahwa area putih pada mata kamu memerah seperti berdarah? Atau, seorang teman memberitahu kamu bahwa hal itu terjadi? Bisa jadi kamu mengalami perdarahan subkonjungtiva, sehingga bagian putih pada mata berubah warna menjadi merah seperti mengalami perdarahan. Sebenarnya, apa penyebab utama perdarahan subkonjungtiva ini?

Konjungtiva adalah bagian pada mata yang tipis dan transparan, berfungsi sebagai penutup sklera atau bagian putih mata dan kelopak mata. Lapisan konjungtiva ini memiliki banyak pembuluh darah kecil dan saraf yang sangat rapuh dan mudah sekali pecah. Nah, perdarahan subkonjungtiva ini terjadi ketika ada pembuluh darah pada konjungtiva yang pecah. 

Penyebab Utama Perdarahan Subkonjungtiva

Sebagian besar kasus perdarahan subkonjungtiva ini terbilang tidak berbahaya. Namun, tetap saja, ada rasa tidak nyaman dan seperti sesuatu mengganjal bagian mata yang terinfeksi. Bagi sebagian orang, perdarahan subkonjungtiva bisa mengganggu penampilan, karena terlihat seperti habis mengalami cedera pada bagian mata. 

Baca juga: 12 Penyebab Pecahnya Pembuluh Darah di Mata

Lalu, apa penyebab utama terjadinya perdarahan subkonjungtiva? Ternyata, apa yang menyebabkannya tidak diketahui dengan pasti. Meski begitu, ada beberapa hal yang memicu terjadinya perdarahan ringan pada mata ini, termasuk: 

  • Bersin dan batuk yang terlalu kuat, sehingga tekanannya berlebihan pada mata;

  • Mengejan berlebihan;

  • Muntah;

  • Menggosok mata terlalu keras;

  • Cedera pada mata;

  • Tumor yang menyerang bagian mata;

  • Penggunaan lensa kontak yang tidak tepat;

  • Reaksi alergi dan infeksi yang terjadi pada mata.

Baca juga: Kenali Gejala dari Perdarahan Subkonjungtiva

Namun, ternyata ada faktor lain yang meningkatkan risiko seseorang mengalami perdarahan subkonjungtiva. Di antaranya memiliki riwayat hipertensi, diabetes, gangguan pada pembekuan darah, dan mengonsumsi obat untuk mengencerkan darah. Untungnya, perdarahan subkonjungtiva bisa membaik dengan sendirinya, biasanya terjadi dalam kurun waktu 7 hingga 14 hari. Konjungtiva menyerap kembali semua darah yang keluar karena pecahnya pembuluh darah. 

Namun, kalau kamu merasa terganggu dan tidak nyaman sehingga ingin mempercepat proses penyembuhannya, kamu bisa mengompres bagian mata yang terinfeksi dengan kompres air hangat. Tidak selesai sampai di situ, penyebab atau meningkatkan faktor risiko terjadinya perdarahan subkonjungtiva juga perlu ditangani. Kalau ini terjadi karena riwayat hipertensi, kamu disarankan untuk lebih mengontrol tekanan darah. Begitu pula jika terjadi karena diabetes. 

Ketika perdarahan terjadi karena tumor pada mata, operasi menjadi tindakan yang dilakukan untuk mengatasinya. Namun, kondisi ini sebenarnya jarang terjadi. Ketika perdarahan subkonjungtiva terjadi secara berulang, terjadi setelah cedera dan membuat penglihatan memburam serta membuat mata menjadi nyeri, kamu disarankan untuk memeriksakan kondisi kesehatanmu pada dokter ahli mata. 

Baca juga: Ketahui Pengobatan Rumahan untuk Atasi Perdarahan Subkonjungtiva

Caranya sangat mudah. Kamu hanya perlu membuat janji dengan dokter mata langsung di rumah sakit yang terdekat tanpa perlu mengantre, caranya lewat aplikasi Halodoc. Selain itu, kamu perlu menghindari batuk atau bersin terlalu keras, karena tekanan yang terlalu kuat membuat pembuluh darah di mata pecah. Begitu pula dengan mengejan berlebihan. Kalau kamu menggunakan lensa kontak, pastikan kamu membersihkannya dengan teratur dan tidak mengenakannya semalaman, karena bisa memicu terjadinya iritasi dan infeksi pada mata. 

Referensi: 
American Academy of Opthalmology. Diakses pada 2019. Subconjunctival Hemorrhage.
WebMD. Diakses pada 2019. Subconjunctival Hemorrhage.
Healthline. Diakses pada 2019. Bleeding Under the Conjunctiva (Subconjunctival Hemorrhage).