• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Penyintas COVID-19 Bisa Alami Penurunan Kecerdasan, Benarkah?

Penyintas COVID-19 Bisa Alami Penurunan Kecerdasan, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Penyintas COVID-19 Bisa Alami Penurunan Kecerdasan, Benarkah?

“COVID-19 diketahui bisa memengaruhi fungsi otak orang yang pernah mengalami penyakit tersebut. Penelitian baru menemukan bahwa penyintas COVID-19 bisa mengalami penurunan kecerdasan. Hal itu terlihat dari skor penyintas yang jauh lebih rendah pada tes kecerdasan. Orang yang pernah dirawat dengan ventilator akibat COVID-19 tampaknya lebih berisiko mengalami penurunan kecerdasan. Dampak COVID-19 yang satu ini diduga berkaitan dengan masalah long COVID.”

Halodoc, Jakarta – Meskipun sudah sembuh, penyintas COVID-19 bisa mengalami berbagai dampak pada kesehatan mereka. Salah satunya yang ditemukan dalam penelitian baru-baru ini adalah COVID-19 bisa menurunkan kecerdasan orang yang pernah terinfeksi virus tersebut.

Menurut penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal The Lancet EClinical Medicine, orang yang sudah sembuh dari COVID-19  cenderung mendapatkan skor yang jauh lebih rendah pada tes kecerdasan dibandingkan mereka yang tidak pernah tertular virus. Temuan tersebut menunjukkan bahwa virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab COVID-19 bisa menghasilkan pengurangan substansial dalam kemampuan kognitif, terutama pada mereka yang mengalami sakit yang lebih parah.

Baca juga: Kenali POTS yang Dialami Para Penyintas COVID-19

Ini Kata Penelitian

Adam Hampshire, seorang profesor di Laboratorium Komputasi, Kognitif, dan Neuroimaging Klinis di Imperial College London, bersama timnya menganalisis data dari 81.337 peserta yang menyelesaikan tes kecerdasan antara Januari dan Desember 2020. Dari seluruh sampel, 12,689 orang melaporkan bahwa mereka pernah mengalami COVID-19 dengan berbagai tingkat keparahan gejala pernapasan.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor, seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pengetahuan bahasa dan lainnya, para peneliti menemukan bahwa orang-orang yang pernah tertular COVID-19 cenderung memiliki kemampuan yang lebih buruk pada tes kecerdasan dibandingkan dengan mereka yang tidak tertular virus. Hal itu paling terlihat dari tugas-tugas yang membutuhkan penalaran, perencanaan dan pemecahan masalah. 

Menurut peneliti, penurunan kecerdasan ini kemungkinan masih berkaitan dengan adanya laporan long COVID, di mana ‘kabut otak’, kesulitan berkonsentrasi, dan kesulitan dalam berbahasa adalah hal yang umum ditemukan pada penyintas COVID-19.

Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa sebagian besar penyintas COVID-19 mengalami komplikasi neuropsikiatri dan kognitif. Meskipun belum diketahui bagaimana hal itu bisa terjadi dan berapa lama dampak tersebut bertahan, Hampshire menduga bahwa virus Corona bisa memengaruhi kognisi seseorang. Itulah mengapa ia menyarankan orang-orang agar melindungi diri sebaik mungkin dari virus corona dengan cara vaksinasi.

Baca juga: Benarkah Penyintas COVID-19 Alami Kelambanan Berpikir?

Lebih Cenderung Terjadi pada Penyintas COVID-19 yang Sakit Parah

Tingkat kinerja kognitif yang rendah tampaknya cenderung dialami oleh orang yang mengalami sakit parah akibat COVID-19, terutama pada mereka yang dirawat di rumah sakit dengan ventilator.

Penyintas COVID-19 yang pernah memakai ventilator mengalami penurunan kognitif setara dengan penurunan IQ sebanyak 7 poin. Penurunan tersebut bahkan lebih besar dari penurunan yang dialami oleh orang yang pernah mengalami stroke dan orang dengan masalah belajar.

Meski begitu, penelitian ini memiliki kemampuan terbatas dalam menarik kesimpulan tegas mengenai sebab dan akibat antara COVID-19 dengan kognitif seseorang. Selain itu, peneliti juga mengungkapkan bahwa ada banyak faktor yang berpotensi ikut memengaruhi penurunan kecerdasan pada penyintas, termasuk kondisi yang sudah ada sebelumnya.

Jadi, meskipun terlihat ada penurunan kecerdasan pada orang yang pernah mengidap COVID-19, namun penyebab dan berapa lama hal itu terjadi masih belum diketahui. Itulah penjelasan mengenai penyintas COVID-19 yang bisa mengalami penurunan kecerdasan.

Agar bisa pulih sepenuhnya dan terhindar dari dampak yang tidak diinginkan dari COVID-19, kamu dianjurkan untuk tetap menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup sehat bahkan setelah sembuh. Berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan sehat dan mengendalikan kondisi kesehatan yang dimiliki dengan baik bisa berdampak besar pada kesehatan kamu secara keseluruhan.

Bila kamu mengalami gejala kesehatan tertentu setelah sembuh dari COVID-19, jangan khawatir. Kamu bisa membicarakannya pada dokter yang ahli dan terpercaya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, dokter bisa membantu memberi kamu saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Psy Post. Diakses pada 2021. Large study finds COVID-19 is linked to a substantial deficit in intelligence