Awas, Peradangan Sendi Lutut Bisa Picu Kista Baker

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Awas, Peradangan Sendi Lutut Bisa Picu Kista Baker

Halodoc, Jakarta – Kista baker atau kista poplitea adalah pembengkakan yang menyakitkan yang terjadi di belakang lutut dan berisi cairan. Ini disebabkan ketika peradangan dan pembengkakan memengaruhi jaringan di belakang sendi lutut. Ini sering merupakan hasil dari gout atau radang sendi.

Gejala-gejalanya termasuk rasa sakit dan kekakuan serta popping, mengklik, berderit, atau mengunci sendi lutut. Biasanya kista baker akan sembuh sendiri, dan tidak diperlukan perawatan. Beberapa teknik perawatan rumahan untuk kista baker, yakni:

  • Icepack

Ini bisa bermanfaat dalam mengurangi peradangan. Pastikan tidak ada kontak langsung dengan es di kulit.

  • Beristirahat

Lutut perlu istirahat; itu tidak boleh terkena iritasi. Seorang dokter dapat menyarankan berapa lama pengidap harus beristirahat serta menyarankan bentuk-bentuk latihan alternatif.

  • Penggunaan Kruk

Ini untuk menghilangkan berat sendi lutut dan membantu pengidap berjalan tanpa rasa sakit.

  • Perban Kompresi

Ini membantu menopang lutut. Perban kompresi tersedia untuk pembelian online.

Lutut terbuat dari tulang, tendon, dan tulang rawan. Tendon dan tulang rawan perlu dilumasi, yang didapat dari cairan sinovial untuk membantu kaki bergerak dengan lancar dan mengurangi gesekan.

Ada berbagai kantong, yang disebut bursae, di setiap lutut, di mana cairan sinovial bersirkulasi. Antara bursa poplitea, kantong di belakang lutut dan sendi lutut, ada sistem seperti katup yang mengatur aliran cairan sinovial.

Baca juga: Ketahui Tindakan Operasi untuk Atasi Sakit Lutut

Jika lutut memproduksi terlalu banyak cairan sinovial, mungkin ada akumulasi di bursa poplitea. Ini dapat disebabkan oleh peradangan pada sendi lutut, biasanya karena kondisi yang mendasarinya, seperti:

Baca juga: Perlu Tahu Terapi Fisik untuk Atasi Sakit Lutut

  1. Asam Urat

Kadar asam urat dalam darah naik sampai kadar menjadi berlebihan (hiperurisemia), menyebabkan kristal urat menumpuk di sekitar sendi. Ini menyebabkan peradangan dan sakit parah.

  1. Hemofilia 

Suatu kondisi medis yang diwariskan di mana darah tidak membeku dengan baik, menyebabkan perdarahan internal dan kerusakan sendi.

  1. Lupus 

Penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan normal dan sehat.

  1. Osteoartritis 

Suatu bentuk artritis yang disebabkan oleh peradangan, kerusakan, dan akhirnya hilangnya tulang rawan pada persendian - tulang rawan berkurang seiring waktu.

  1. Psoriasis 

Beberapa pengidap juga mengalami rasa sakit dan peradangan pada persendian mereka.

  1. Artritis Reaktif 

Jenis artritis kronis (jangka panjang) dengan sendi yang meradang, radang mata, dan radang sistem genital, kemih, atau pencernaan.

  1. Rheumatoid Arthritis 

Suatu bentuk radang sendi dari arthritis.

  1. Artritis Septik

Radang sendi yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

  1. Cedera 

Trauma pada lutut, seperti robekan tulang rawan, dapat menyebabkan kista baker—kondisi yang umum terjadi pada atlet.

Sejatinya, olahraga dengan intensitas pelan dapat membantu memperpanjang atau mempertahankan rentang gerakan lutut dan memperkuat otot-otot di sekitar lutut. Ini juga dapat membantu meringankan gejala dan mempertahankan fungsi lutut.

Baca juga: Pengidap Obesitas Rentan Terkena Sakit Lutut, Ini Sebabnya

Bila tidak segera diobati ataupun ditangani, kista baker dapat menyebabkan komplikasi yang lebih parah. Misalnya, ketika kista baker pecah, cairan sinovial bocor ke daerah betis. Walaupun ini sangat jarang namun bila terjadi, tapi pengidapnya akan mengalami: 

  1. Sakit parah dan tajam di lutut

  2. Peradangan (pembengkakan)

  3. Area betis bisa menjadi merah

  4. Kemungkinan ada sensasi air menetes di betis

Tubuh pada akhirnya akan menyerap kembali cairan selama periode hingga 4 minggu. Dokter dapat meresepkan obat penghilang rasa sakit untuk mengendalikan rasa sakit. Kemerahan di daerah betis juga bisa menjadi tanda bekuan darah di pembuluh darah. Seseorang dengan tanda-tanda tersebut harus segera ke dokter.

Apakah kamu punya masalah kesehatan yang sama? Segera periksakan langsung di rumah sakit yang direkomendasikan Halodoc di sini. Penanganan tepat dapat meminimalisir risiko kesehatan jangka panjang. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Yuk, download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store.