• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perbedaan Penyakit Menular Seksual Chlamydia dan Gonore
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perbedaan Penyakit Menular Seksual Chlamydia dan Gonore

Perbedaan Penyakit Menular Seksual Chlamydia dan Gonore

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 17 November 2022

“Chlamydia dan gonore adalah infeksi menular seksual yang rentan dialami oleh pria dan wanita. Perbedaan keduanya terletak pada gejala dan bakteri penyebab penyakit.”

Perbedaan Penyakit Menular Seksual Chlamydia dan GonorePerbedaan Penyakit Menular Seksual Chlamydia dan Gonore

Halodoc, Jakarta – Chlamydia dan gonore adalah jenis penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Organisme ini menyebar melalui hubungan seksual lewat vaginal, oral dan anal.

Kedua jenis penyakit menular seksual tersebut memiliki gejala yang hampir mirip, tapi bisa dibedakan. Pada pengidap chlamydia, gejala paling parah dialami oleh wanita. Sementara gonore, penyakit ini berisiko tinggi dialami oleh pria.

Salah satu cara paling efektif guna mencegah keduanya yakni dengan menggunakan kondom saat melakukan aktivitas seksual. Selain ini, praktikkan hubungan monogami atau setia pada satu pasangan saja.

Perbedaan Gejala Chlamydia dan Gonore

Chlamydia (klamidia) dan gonore berisiko dialami oleh pria maupun wanita. Adapun perbedaan gejala kedua penyakit menular seksual tersebut, yakni:

Chlamydia 

Gejala yang dialami oleh pengidap biasanya muncul dalam beberapa minggu setelah terinfeksi. Hal ini juga yang menyebabkan penyakit sulit terdeteksi di awal-awal kemunculannya.

Pada wanita, mereka mengalami gejala yang cukup parah ketimbang pria. Kondisi ini terjadi ketika infeksi sudah menyebar ke dalam rahim dan saluran tuba. Dampaknya, wanita berisiko terkena penyakit radang panggul.

Adapun gejala yang muncul ketika kondisi tersebut terjadi, yakni demam, perdarahan di luar siklus menstruasi dan nyeri hebat yang muncul di area panggul. Pengidap juga akan merasakan sakit saat melakukan hubungan seksual. 

Gonore

Gonore berkebalikan dari klamidia. Pria memiliki risiko tinggi mengalami gejala lebih serius ketimbang wanita. Kondisi tersebut terjadi ketika infeksi sudah menyebabkan pembengkakan pada testis dan kulup penis.

Adapun gejalanya bisa berupa munculnya sensasi terbakar saat buang air kecil, rasa gatal parah pada anus dan keluarnya cairan nanah dari lubang penis. Risikonya semakin tinggi saat melakukan hubungan seksual melalui anal.

Perbedaan Bakteri Penyebab Penyakit

Baik chlamydia maupun gonore, keduanya tidak disebabkan oleh jenis bakteri yang sama. Bakteri yang menjadi pemicu klamidia adalah Chlamydia trachomatis. Sementara gonore, kondisi ini terjadi akibat infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Adapun langkah tepat guna meminimalisir paparan infeksi kedua bakteri tersebut, yakni:

  1. Hindari seks bebas. Pelaku bukan hanya berisiko terkena klamidia dan gonore saja, tapi juga HIV, sifilis dan herpes genital. Yang mengkhawatirkan, infeksi pada pengidap bisa menyebar pada orang lain.
  2. Hindari pengidap. Jangan melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi. Sebaiknya lakukan pengobatan dahulu sampai penyakit menular seksual benar-benar sembuh. 
  3. Gunakan kondom. Penggunaan pengaman dengan cara yang tepat dan konsisten efektif mencegah penyakit menular seksual. Terutama bagi mereka yang aktif dan sering bergonta-ganti pasangan.
  4. Sunat. Praktik ini dapat menurunkan risiko penyakit menular seksual pada pria sebanyak 60 persen, termasuk HIV dan herpes genital. 
  5. Setia dengan satu pasangan. Ini menjadi langkah terbaik dalam mencegah paparan bakteri penyebab penyakit menular seksual. 

Selain menerapkan beberapa langkah di atas, disarankan juga untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap prima. Tujuannya adalah menurunkan sekaligus mencegah paparan bakteri penyebab penyakit.

Caranya, download Halodoc segera dan cek kebutuhan suplemen di Toko Kesehatan pada aplikasi tersebut, ya! Dapatkan juga informasi lain seputar kesehatan, seks dan pola hidup sehat lainnya lewat Halodoc.

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Everything You Need to Know About Chlamydia Infection.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Gonorrhea.