• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Percaya Diri Berlebihan Ternyata Berbahaya, Ini Dampaknya

Percaya Diri Berlebihan Ternyata Berbahaya, Ini Dampaknya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Di dalam berbagai situasi, punya kepercayaan diri adalah suatu hal yang positif. Banyak yang percaya bahwa orang yang percaya diri dapat meraih kesuksesan di dalam kehidupannya. Namun, bagaimana jadinya jika seseorang percaya diri berlebihan? Akankah menimbulkan banyak hal positif atau sebaliknya?

Pada kebanyakan kasus, mengetahui kemampuan dan berani mengambil risiko adalah kualitas diri yang mengagumkan. Tetapi ketika rasa percaya diri yang dimiliki membuat seseorang tidak fleksibel, menentang untuk mencoba hal-hal baru dan tidak mampu mendengarkan orang lain,  tentu merusak hal-hal yang sudah dicapai.

Baca juga: Percaya Diri atau Narsistik? Ketahui Bedanya

Dampak Percaya Diri Berlebihan

Dilansir dari Psychology Today, rasa percaya diri yang berlebihan menimbulkan sejumlah masalah dalam kehidupan pribadi, sosial, dan profesional seseorang. Orang yang terlalu percaya diri kerap meremehkan pekerjaan karena mereka cenderung menganggap mudah tugas tersebut. Terlalu percaya diri juga merusak ego bahkan reputasi seseorang.

Percaya diri berlebihan juga bisa membuat seseorang kewalahan dalam melakukan pekerjaannya. Ini karena, mereka kerap menerima atau mengambil pekerjaan atau tugas apapun meski mereka belum punya keterampilan yang mumpuni. Bukan itu saja, orang yang percaya diri berlebihan terkadang mengasingkan teman-teman mereka sehingga kerap dianggap sombong.

Melansir dari Verywell Mind, anak yang terlalu percaya diri suka mengambil risiko. Sedangkan pada orang dewasa, percaya diri berlebihan rata-rata punya hubungan yang kurang baik karena orang tersebut selalu menyalahkan pasangannya atas masalah yang sedang terjadi. Memiliki kepercayaan diri yang tinggi juga dikaitkan dengan frekuensi perilaku kekerasan dan agresif yang lebih tinggi.

Meskipun demikian, punya kepercayaan diri yang tinggi tidak selalu menghasilkan situasi atau perilaku yang buruk. Orang yang sangat percaya diri kadang-kadang dapat menggertak melalui situasi, meyakinkan orang lain bahwa mereka benar-benar memiliki kemampuan lebih. Pada kasus lain, kepercayaan berlebihan dilihat sebagai penipuan atau bahkan narsisme. Hal ini mungkin membuat seorang karyawan menjadi kurang menarik.

Baca juga: Tingkat Percaya Diri Pengaruhi Kesehatan Mental

Cara Mengembangkan Rasa Percaya Diri Secara Tepat

Berikut sejumlah hal yang harus kamu perhatikan untuk memastikan kepercayaan diri yang kamu miliki masih realistis, dan diterima secara sosial, yaitu:

  • Fokus pada proses, bukan hasil. Kamu tidak selalu bisa mengontrol bagaimana hal-hal bekerja, tetapi kamu dapat mengontrol jumlah pekerjaan yang dilakukan untuk mencapai tujuan. Jadi, pastikan untuk fokus kepada proses, bukan seberapa banyak hasil yang harus dicapai sebagai pembuktian diri. 
  • Terus belajar hal-hal baru. Meskipun kamu sangat percaya diri dengan keterampilan dan kemampuan yang kamu miliki, jangan pernah berhenti untuk belajar hal baru. 
  • Dengarkan apa kata orang lain. Terlalu percaya diri terkadang membuat orang lain kaku dan sulit menerima pendapat orang lain. Cobalah untuk tetap berpikiran terbuka. Kamu mungkin tidak selalu setuju dengan orang lain, tetapi penting untuk mendengarkan agar kamu mendapat perspektif baru.

Baca juga: 4 Gangguan Mental yang Terjadi Tanpa Disadari

Percaya diri adalah sesuatu yang setiap orang harapkan dan ingin ditingkatkan. Sayangnya, tingkat kepercayaan yang berlebihan terkadang bisa menjadi masalah. Mengembangkan rasa percaya diri yang sehat penting untuk kesuksesan dan hubungan dengan orang sekitar.

Jika kamu punya masalah dengan kepercayaan diri, kamu dapat bicara dengan psikolog melalui aplikasi Halodoc terkait hal ini. Hubungi psikolog kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi :
Verywell Mind. Diakses pada 2020. When Too Much Self-Confidence Is a Bad Thing.
Psychology Today. Diakses pada 2020. When You Have Too Much Confidence, Expect This to Happen.