• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Percepat Penyembuhan, Ini 10 Makanan untuk Pengidap Infeksi Paru-Paru
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Percepat Penyembuhan, Ini 10 Makanan untuk Pengidap Infeksi Paru-Paru

Percepat Penyembuhan, Ini 10 Makanan untuk Pengidap Infeksi Paru-Paru

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 18 November 2022

“Makanan untuk pengidap infeksi paru-paru mampu meningkatkan fungsi organ dan mencegah keparahan gejala. Di antaranya buah bit, paprika, apel, labu, kunyit, tomay, bluberi, teh hijau, kubis merah dan edamame.”

Percepat Penyembuhan, Ini 10 Makanan untuk Pengidap Infeksi Paru-ParuPercepat Penyembuhan, Ini 10 Makanan untuk Pengidap Infeksi Paru-Paru

Halodoc, Jakarta – Infeksi paru-paru atau yang lebih dikenal dengan pneumonia adalah penyakit yang disebabkan oleh virus, jamur atau bakteri. Kondisi ini rentan dialami oleh orang berusia 2 tahun, perokok dan lansia.

Gejalanya dapat terjadi dalam kasus ringan hingga berat. Pengidap umumnya mengalami tanda berupa batuk berdahak, sesak napas, demam, menggigil, berkeringat, nyeri dada dan penurunan nafsu makan.

Guna meningkatkan kinerja organ, ada beberapa jenis makanan untuk pengidap infeksi paru-paru. Di antaranya buah bit, paprika, apel, labu, kunyit, tomay, bluberi, teh hijau, kubis merah dan edamame.

Jenis Makanan untuk Pengidap Infeksi Paru-paru

1. Buah Bit

Buah bit mengandung senyawa nitrat yang dapat membantu meningkatkan kinerja paru-paru. Caranya dengan mengendurkan pembuluh darah, mengurangi tekanan darah dan mengoptimalkan penyerapan oksigen.

Tak hanya senyawa nitrat, buah ini juga mengandung berbagai nutrisi penting lain yang dapat mengoptimalkan fungsi paru-paru. Di antaranya magnesium, mangan, folat, zat besi, potasium, vitamin C, dan antioksidan karotenoid.

2. Paprika

Paprika mengandung tinggi vitamin C yang berperan sebagai antioksidan di dalam tubuh. Seseorang yang berpotensi terkena infeksi paru-paru seperti perokok perlu memenuhi asupan ini.

Faktanya, asap rokok berpotensi menurunkan kandungan antioksidan di dalam tubuh. Guna mencegah kondisi tersebut, perokok disarankan untuk mengonsumsi vitamin C tambahan sebanyak 35 miligram per hari.

3. Apel

Penelitian yang tertuang dalam jurnal Role of diet in chronic obstructive pulmonary disease prevention and treatment menunjukkan bahwa penurunan fungsi paru-paru terjadi lebih lambat pada seorang mantan perokok.

Dalam jurnal juga menyebutkan, mengonsumsi lima apel per minggu dapat meningkatkan fungsi paru-paru dan menurunkan risiko PPOK. Manfaat tersebut berkat kandungan flavonoid dan vitamin C di dalam buah.

4. Labu

Labu mengandung tinggi karotenoid, termasuk beta karoten, lutein,dan zeaxanthin yang bersifat antioksidan dan antiinflamasi. Nutrisi tersebut dapat meningkatkan fungsi paru-paru di segala usia, termasuk lansia, anak muda dan perokok.

5. Kunyit

Kunyit memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi. Keduanya berasal dari curcumin, yakni komponen aktif dalam kunyit yang sangat bermanfaat guna mendukung fungsi paru-paru.

Studi dalam jurnal Role of diet in chronic obstructive pulmonary disease prevention and treatment menunjukkan, 2478 orang yang mengonsumsi kunyit mengalami peningkatan fungsi paru-paru. 

Masih dari studi yang sama, perokok yang mengonsumsi kunyit mengalami peningkatan fungsi paru-paru sebanyak 9.2 persen ketimbang perokok yang tidak mengonsumsinya.

6. Tomat

Tomat mengandung lycopene, yakni antioksidan karotenoid yang dapat meningkatkan kesehatan paru-paru. Makanan ini terbukti efektif mengirangi peradangan saluran pernapasan pada pengidap asma.

7. Bluberi

Bluberi adalah sumber anthocyani, termasuk malvidin, cyanidin, peonidin, delphinidin dan petunidin. Antosianin sendiri merupakan asupan yang mampu melindungi jaringan paru-paru dari kerusakan oksidatif.

Untuk mendapatkan manfaatnya, seorang pengidap penyakit paru-paru bisa mengonsumsi 2 porsi atau lebih bluberi per minggu. Cara ini dapat memperlambat penurunan fungsi paru-paru hingga 38 persen.

8. Teh Hijau

Teh hijau adalah minuman yang mengandung katekin berupa Epigallocatechin gallate (EGCG). Asupan ini bersifat antioksidan dan antiinflamasi dan mampu menghambat fibrosis atau pembentukan jaringan parut pada organ paru-paru.

Silakan tanya dokter terkait dengan dosis tepat mengonsumsi makanan untuk pengidap infeksi paru-paru. Jika membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga.

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. The 20 Best Foods for Lung Health.
WebMD. Diakses pada 2022. Best and Worst Foods for Lung Health.