Perhatikan 5 Hal Ini Agar Terhindar dari Hiportemia

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Perhatikan 5 Hal Ini Agar Terhindar dari Hiportemia

Halodoc, Jakarta – Siapa yang tidak tergoda untuk menikmati keindahan dari atas puncak gunung? Namun, melakukan pendakian pada salah satu gunung bukan hal yang mudah. Banyak persiapan yang perlu dilakukan agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan, salah satunya adalah hipotermia.

Baca juga: Bukan Hanya Udara Dingin, Ini Penyebab Lain Hipotermia

Hipotermia adalah gangguan kesehatan yang sering dialami oleh pendaki gunung. Hipotermia merupakan salah satu kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis hingga di bawah 35 derajat celcius. Fungsi tubuh dan organ dapat terganggu ketika seseorang alami penurunan suhu tubuh secara drastis. Ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa dialami ketika hipotermia tidak segera diatasi, salah satunya adalah kematian.

Ketahui Gejala Hipotermia

Hipotermia dapat terjadi karena panas yang dihasilkan oleh tubuh tidak sebanyak panas yang hilang. Ada beberapa kondisi yang menyebabkan panas tubuh menghilang dengan cepat, seperti terlalu lama berada di tempat yang dingin, mengenakan pakaian yang tipis saat cuaca dingin, tidak segera mengganti pakaian yang basah, dan terlalu lama berada di dalam air.

Kondisi hipotermia bisa dialami oleh siapa saja. Namun, bayi dan lansia rentan alami hipotermia. Selain itu, seseorang yang mengalami kelelahan juga mudah mengalami hipotermia. Perhatikan seseorang yang memiliki penyakit demensia, stroke, diabetes atau Parkinson. Beberapa penyakit tersebut juga rentan membuat pengidapnya alami hipotermia.

Sebaiknya ketahui gejala ketika seseorang alami hipotermia agar pertolongan dapat segera diberikan. Meskipun gejala hipotermia berbeda-beda dari tingkat keparahan yang dialami, namun, umumnya pengidap hipotermia mengalami perubahan warna kulit yang menjadi pucat, kulit yang dingin ketika disentuh, pengidap hipotermia mengalami mati rasa pada beberapa bagian tubuh, mengalami gangguan dalam bicara, kaku, kesulitan bergerak, dan penurunan kesadaran.

Baca juga: Jangan Diabaikan, Hipotermia Bisa Sebabkan Kematian

Pada bayi, kondisi hipotermia bisa menyebabkan perubahan kulit yang menjadi kemerahan dan bayi tidak bergerak aktif, serta penurunan nafsu makan atau menyusu. Sebaiknya jika kamu mendapati seseorang alami hipotermia, tidak ada salahnya untuk terus dampingi dan pindahkan pengidap hipotermia ke tempat yang lebih hangat dan aman. Tidak ada salahnya untuk memberikan kompres hangat dan kering agar gejala yang dialami akibat hipotermia bisa berkurang. Kamu juga bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai penanganan hipotermia pada bayi atau anak-anak.

Pencegahan agar Terhindar dari Hipotermia

Sebaiknya perhatikan beberapa cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari kondisi hipotermia ketika kamu memiliki aktivitas di luar ruangan atau sedang melakukan pendakian, seperti:

1. Sebaiknya jaga tubuh kamu tetap kering. Ketika pakaian yang dikenakan basah karena air hujan atau keringat, sebaiknya segera untuk berganti pakaian agar tubuh tetap kering.

2. Gunakan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca dan kegiatan yang dilakukan. Umumnya, ketika kamu melakukan pendakian gunung dan berkemah di tempat yang cuacanya sangat dingin, jangan lupa untuk persiapkan jaket yang cukup tebal untuk menghangatkan tubuh.

Baca juga: Jangan Disepelekan, Kenali Komplikasi Akibat Hipotermia

3. Ketika kamu merasa dingin, hindari untuk berdiam diri. Tidak ada salahnya lakukan gerakan-gerakan ringan untuk menghangatkan tubuh.

4. Hindari mengonsumsi alkohol atau kafein. Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan sehat yang hangat. Sebaiknya konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat agar en energi dapat kembali. Jangan lupa untuk perbanyak cairan dalam tubuh.

5. Untuk bayi atau anak-anak, kamu bisa membawa ke ruangan yang lebih hangat dan pakaikan jaket, kaos kaki, topi dan syal untuk membuat bayi dan anak lebih hangat.

Segera atasi kondisi hipotermia karena bisa menyebabkan gangguan kesehatan jika tidak diatasi, seperti peradangan pembuluh darah kecil, cedera kulit atau kerusakan jaringan. Fatalnya, hipotermia dapat sebabkan kematian pada pengidapnya.

Referensi:
Medline Plus. Diakses pada 2019. How to Prevent Frostbite and Hypothermia
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hypothermia