Perhatikan Ini Jika Jatuh Cinta Setelah Jadi Single Parent

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Perhatikan Ini Jika Jatuh Cinta Setelah Jadi Single Parent

Halodoc, Jakarta – Menjadi orangtua tunggal alias single parent sering membuat seseorang terlalu fokus untuk merawat anak. Berusaha untuk memberikan yang terbaik pada anak, terutama setelah perceraian, memang hal yang baik untuk dilakukan. Namun, bukan berarti kamu harus mengabaikan diri sendiri dan kebutuhan, terutama soal asmara

Selain tidak memiliki banyak waktu, seorang single parent pun sering enggan untuk memulai hubungan baru. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari rasa takut untuk mencoba, terlalu malas dengan drama, hingga trauma dari hubungan sebelumnya. Namun, bukan berarti semua hal itu menjadi alasan untuk selalu menutup diri dan menghindari cinta baru yang datang. Jadi, sudah siapkah untuk jatuh cinta lagi? 

Baca juga: 5 Tips Untuk Tetap Bahagia Usai Perceraian

Menjalani Cinta Bagi Orangtua Tunggal 

Masa-masa setelah bercerai tidak pernah terasa mudah. Apalagi, setelah berpisah kamu harus mulai untuk menjalani kehidupan sendiri dan fokus dalam merawat anak. Wajar jika terkadang kamu merasa lelah dan membutuhkan seseorang untuk berbagi. Dalam hal ini, orang tua tunggal alias single parent mungkin akan berpikir untuk jatuh cinta lagi. 

Sah-sah saja untuk membuka lembaran baru dan kembali jatuh cinta setelah menjadi single parent, tetapi tentu ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan saat orangtua tunggal ingin kembali jatuh cinta:

  • Beri Waktu 

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah waktu. Sebaiknya tidak perlu terlalu buru-buru untuk melalui cinta yang baru setelah sebuah perpisahan. Hal ini menjadi hal yang sangat penting, baik untuk kamu maupun Si Kecil. Setidaknya, beri jeda waktu hingga satu tahun sebelum mulai untuk menemui calon pasangan. Kamu dan anak nyatanya membutuhkan waktu untuk menata hati dan menerima masuknya orang baru.  

  • Ceritakan di Awal 

Satu hal yang perlu disadari adalah kondisi kamu yang sudah sedikit berbeda. Dalam menjalani hubungan yang baru, kamu tidak bisa lagi bertindak, seperti saat berusia 20 tahun. Sebaiknya, ceritakan semua kondisi yang ada secara terang di awal. Sampaikan pada calon pasangan baru bahwa kamu adalah seorang single parent. Dengan begitu, hubungan yang akan dijalani pun terasa lebih baik tanpa ada hal yang ditutupi. Kamu juga bisa mengetahui apakah pasangan memang menerima kondisi secara utuh atau tidak, sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari. 

Baca juga: Tantangan Menjadi Single Mother dan Solusinya

  • Terbuka pada Anak 

Sebagai seorang single parent, pendapat anak merupakan hal yang juga penting untuk diperhatikan. Apalagi jika kamu ingin mulai menjalin hubungan cinta kembali. Sebaiknya, jangan menyembunyikan apapun dan terbukalah pada Si Kecil. Ceritakan padanya sosok pasangan kamu dan perkenalkan mereka. Namun satu yang perlu diingat, sebaiknya lakukan proses ini dengan perlahan dan jangan memaksa. Pastikan anak sudah cukup siap dan bisa menerima orang baru.

  • Tujuan yang Jelas 

Pernah kamu dalam menjalani hubungan memang membuat siapa saja menjadi lebih hati-hati. Maka dari itu, saat kamu kembali jatuh cinta, pastikan untuk mengetahui apa yang diinginkan dan tentukan tujuan yang jelas. Bicarakan semua dengan pasangan dan sampaikan apa saja yang kamu inginkan serta dengarkan pula apa yang menjadi pendapatnya. 

Baca juga: 6 Cara Menjelaskan Perceraian Orangtua pada Anak

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan dan di mana saja. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Prevention. Diakses pada 2019. 10 Best Practices for Dating As a Single Parent in 2019.
Psych Central. Diakses pada 2019. Finding Love (and Marriage) as a Single Mom.