12 April 2019

Perkembangan Janin Usia 38 Minggu

perkembangan-janin-usia-38-minggu-halodoc

Halodoc, Jakarta – Usia perkembangan janin ibu kini sudah memasuki minggu ke-38 bila dihitung dari perkiraan hari pertama haid terakhir ibu. Ini adalah trimester terakhir yang perlu ibu lalui dari keseluruhan periode kehamilan. Usia kehamilan ini tentu saja menjadi masa yang mendebarkan bagi sebagian besar wanita, karena sebentar lagi mereka akan menghadapi momen besar, yaitu persalinan.

Meskipun paru-paru bayi belum matang sepenuhnya, namun bayi sudah bisa bertahan hidup di luar rahim ibu bila ia dilahirkan minggu ini. Tapi, Si Kecil mungkin membutuhkan waktu untuk bisa bernapas dengan pola normal setelah ia lahir. Yuk, simak perkembangan janin di usia 38 minggu di sini.

Baca juga: Ini yang Harus Dipersiapkan Ibu Saat Trimester Ketiga

Pada minggu ke-38 usia kehamilan, ukuran janin ibu kira-kira sudah sebesar seikat daun bawang dengan panjang badan dari kepala sampai kaki bisa mencapai 45 sentimeter dan berat badan 3,2 kilogram. Beratnya ini masih akan terus bertambah meskipun pertumbuhannya akan melambat. Berat badan ibu mungkin juga tidak akan bertambah lagi dalam minggu ini atau malah menurun.

Pada masa ini, perkembangan yang terjadi pada tubuh bayi hanyalah perkembangan tahap penyelesaian saja sebelum nantinya Si Kecil siap dilahirkan ke dunia.

Organ internal bayi, seperti otak dan paru-paru sudah hampir sempurna dan kini paru-parunya siap untuk bekerja dengan bernapas saat ia lahir nanti. Kuku pada bayi yang sudah berusia 38 minggu juga sudah tumbuh dan sekarang telah sampai pada kuku paling akhir.

Pada usia kehamilan ini, kemampuan besar yang dimiliki oleh bayi ibu adalah merespon cahaya dan sentuhan. Bahkan, ini juga merupakan kemampuan pertamanya saat ia dilahirkan nanti. Bayi ibu juga sudah memiliki otot untuk mengisap dan menelan cairan ketuban, sehingga feses akan mulai terakumulasi pada ususnya.

Beberapa material seperti sel-sel yang berasal dari usus, sel kulit mati, dan rambut lanugo akan dikeluarkan dalam bentuk mekonium, yaitu feses pertama bayi saat ia lahir.

Perubahan dalam Tubuh Ibu pada Usia 38 Minggu Kehamilan

Karena posisi bayi sudah merosot semakin ke bawah dan berada pada panggul, kandung kemih ibu akan tertekan. Itulah mengapa frekuensi ibu buang air kecil akan meningkat.

Bila bayi ibu berjenis kelamin laki-laki, ibu dan suami akan diminta untuk membuat keputusan terkait soal penyunatan. Sunat sendiri adalah prosedur pengangkatan kulit kulup pada Mr. P bayi melalui operasi.

Bagi sebagian orangtua, penyunatan bersifat agamis. Bagi sebagian lainnya, keputusan ini tidak mudah dibuat. Jadi, bicarakanlah dengan dokter mengenai isu terkait tentang sunat, termasuk pilihan pereda rasa sakit bagi bayi.

Gejala Kehamilan di Usia 38 Minggu

Memasuki usia kehamilan minggu ke-38 ini, ibu diharapkan dapat bersiap-siap menghadapi sejumlah gejala kehamilan yang tidak nyaman berikut:

  • Pergelangan tangan dan kaki ibu kemungkinan akan membengkak. Tapi, bila pembengkakan terjadi di wajah atau mata ibu menjadi sembap, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan.

Baca juga: 5 Cara Atasi Kaki Bengkak Ibu Hamil

  • Pada usia kehamilan ini, ibu berisiko mengalami preeklamsia. Jadi, waspadailah gejala-gejala preeklampsia, seperti sakit kepala hebat, penglihatan kabur, mual dan muntah, serta sakit perut yang cukup intens. Bila ibu mengalami salah satu dari gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan.

  • Dari payudara ibu, mungkin akan keluar cairan berwarna kekuningan. Cairan ini adalah kolostrum yang menjadi pertanda dimulainya produksi ASI. Kolostrum kaya akan antibodi yang bermanfaat untuk melindungi Si Kecil dari berbagai macam infeksi.

  • Area kaki ibu akan terasa semakin tidak nyaman seiring pergerakkan bayi ke bawah panggul dan menekan beberapa saraf ibu.

Perawatan Kehamilan di Usia 38 Minggu

Bila payudara ibu mulai meneteskan kolostrum, letakkan nursing pads di dalam bra agar pakaian ibu tidak basah. Jangan khawatir bila tidak ada yang menetes dari payudara, sebab kolostrum pasti akan diproduksi di dalam payudara, karena nutrisi itulah yang dibutuhkan bayi saat menyusui.

Baca juga: Mitos dan Fakta tentang Menyusui yang Perlu Diketahui Ibu

Nah, itulah perkembangan janin di usia 38 minggu. Ibu juga bisa bertanya-tanya tentang masalah apa saja selama kehamilan maupun minta saran kesehatan dari dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc, lho. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.