12 April 2019

Perkembangan Janin Usia 39 Minggu

perkembangan-janin-usia-39-minggu-halodoc

Halodoc, Jakarta – Usia perkembangan janin ibu kini sudah memasuki minggu ke-39. Tidak terasa ya Si Kecil tumbuh begitu cepat. Di usia kehamilan ini, ukuran bayi sudah jauh lebih besar dari minggu-minggu sebelumnya.

Selain itu, bagian-bagian tubuhnya pun sudah terbentuk dengan sempurna dan organ internalnya sudah bisa berfungsi dengan baik. Karena itu, Si Kecil siap untuk dilahirkan kapan saja pada minggu ini. Yuk, simak perkembangan janin di usia 39 minggu di sini.

Memasuki usia kehamilan 39 minggu, ukuran janin ibu kira-kira sudah sebesar buah semangka kecil dengan panjang badan dari kepala sampai kaki bisa mencapai 50 sentimeter dan berat badan 3,5 kilogram. Di minggu ini, bayi masih terus membangun lapisan lemak di dalam tubuhnya guna mengontrol suhu tubuhnya pada saat lahir nanti, agar tubuhnya bisa tetap hangat meski berada di luar rahim.

Selain membuat pipi Si Kecil semakin gembil dan menggemaskan, lapisan lemak yang semakin menebal di urat darahnya juga membuat kulit Si Kecil berubah dari warna pink menjadi putih. Meski demikian, perubahan warna ini tidak memengaruhi warna kulit bayi saat lahir nanti, karena pigmentasi warna kulit baru muncul sesaat setelah bayi lahir.

Baca juga: 7 Fakta tentang Bayi Baru Lahir

Selain itu, kuku di jari tangan dan kaki bayi juga mungkin sudah memanjang melebihi ujung jari. Rambut di kepalanya mungkin sudah tumbuh lebih banyak dan tebal. Pada minggu ke-39 ini juga, bayi sudah bisa membuka matanya, bernapas, bahkan meregangkan tubuhnya, lho.

Tidak hanya fisiknya saja yang berkembang, organ dalam bayi juga sudah berkembang dan berfungsi dengan baik. Meski demikian, umumnya paru-paru bayi menjadi satu-satunya organ yang mencapai kematangan paling akhir.

Bahkan saat bayi dilahirkan nanti, butuh waktu sekitar 6 jam bagi paru-parunya untuk memompa napas, sehingga ia bisa bernapas dengan normal. Ibu enggak perlu khawatir dengan kondisi ini, karena merupakan hal yang wajar yang dialami oleh sebagian besar bayi yang baru lahir.

Pada perkembangan janin usia 39 minggu, kadang-kadang tali pusar bisa melilit leher bayi. Sebenarnya secara umum, ini tidak menyebabkan masalah. Tapi, bila kondisi ini mengakibatkan tekanan pada tali pusar selama proses bersalin, maka operasi caesar tetap perlu dilakukan. Simpul mati pada tali pusar adalah kondisi yang sangat jarang terjadi, yaitu hanya 1 persen dari semua kehamilan.

Baca juga: Perlu Tahu 9 Penyebab Plasenta Previa Pada Ibu Hamil

Selain itu, cairan amnion atau air ketuban dalam rahim ibu yang sebelumnya jernih, kini warnanya berubah menjadi keruh, seperti air susu. Ini karena bayi ibu melepaskan vernix caseosa yang selama ini telah melindungi kulitnya yang halus. Begitu juga dengan lanugo yang akan menghilang dalam minggu ini.

Pada minggu ke-39 ini, umumnya posisi badan bayi yang normal akan terlihat miring ke bawah dengan kepala menghadap ke panggul (anterior presentation). Dalam posisi itulah bayi akan lahir nantinya, meskipun terkadang ada pula beberapa bayi yang posisinya menghadap ke bagian perut (cephalic posterior). Apabila posisi bayi ibu sungsang, maka biasanya dokter akan menyarankan ibu untuk melakukan operasi Caesar, karena bayi lebih sulit dilahirkan pada kondisi ini.

Perawatan Kehamilan di Usia 39 Minggu

Menjelang persalinan, penting bagi ibu untuk menjaga asupan makanan sehat dan cukup beristirahat. Ibu akan membutuhkan semua energi yang bisa dikumpulkan untuk menjalani momen besar yang sedang menanti ibu, yaitu persalinan.

Baca juga: 4 Persiapan untuk Menyambut Persalinan

Nah, itulah perkembangan janin di usia 39 minggu. Ibu juga bisa bertanya-tanya tentang masalah apa saja selama kehamilan maupun minta saran kesehatan dari dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc, lho. Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.