Perkembangan Janin Usia 9 Minggu

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Perkembangan Janin Usia 9 Minggu

Halodoc, Jakarta – Selamat! Kini kehamilan ibu sudah memasuki usia ke-9 minggu. Ini artinya ibu tengah menjalani trimester pertama dari periode 3 trimester kehamilan. Pada minggu kesembilan ini, ibu sudah bisa mengetahui jenis kelamin calon bayi melalui pemeriksaan USG, lho. Saat ini, Si Kecil tidak lagi disebut embrio, melainkan janin. Simak perkembangan janin di usia 9 minggu di sini.

Di usia 9 minggu kehamilan, ukuran janin kira-kira sudah sebesar buah anggur dengan berat sekitar 28 gram dan panjangnya sekitar 2,54 sentimeter. Kini, si embrio yang  tumbuh dalam rahim ibu sudah berkembang menjadi seorang janin karena bagian-bagian tubuh Si Bayi sudah mulai terbentuk secara perlahan. Begitu juga dengan organ-organ dalamnya, seperti jantung, hati, dan pembuluh darah sudah mulai terbentuk dan berfungsi normal.

Lanjut ke Perkembangan Janin Usia 10 Minggu

Pada masa ini, wajah Si Kecil mulai terbentuk. Tubuhnya pun sudah bertumbuh, tidak lagi seperti berudu, karena ekor embrio pada bagian bawah tulang belakangnya telah menyusut dan hampir menghilang dalam minggu ini. Kepala dan lehernya semakin tegak dan terlihat ketika di-USG.

Kepala bayi terus tumbuh dan cukup besar dibandingkan bagian tubuhnya yang lain. Di usia 9 minggu kehamilan ini, kepala bayi beratnya sekitar 3 gram. Hidungnya juga sudah berkembang dan dapat dilihat pada USG. Kulit di mata mulai membentuk kelopak mata. Ibu bisa melihat lebih jelas kelopak mata Si Kecil jika melakukan USG di minggu ini.

Selain itu, di usia ini, plasenta berfungsi penuh mengalirkan nutrisi dan gizi untuk bayi serta menyaring limbah yang masuk ke dalamnya. Sistem pencernaan Si Kecil pun terus berkembang, ususnya tumbuh lebih panjang, dan terbentuk anus secara bertahap. Organ reproduksi janin (testis atau ovarium) juga mulai terbentuk dalam minggu ini.

Tidak hanya bentuk wajah dan jenis kelamin bayi saja yang bisa diketahui melalui USG, denyut jantung bayi juga sudah bisa dideteksi melalui pemeriksaan tersebut. Pada minggu ini, jantung janin sudah selesai membentuk empat serambi dan katup-katupnya akan segera terbentuk. Organ vital lainnya, seperti ginjal dan limpa juga mulai terbentuk. Bagian tubuh lainnya yang juga mulai terbentuk di minggu ini adalah puting susu dan folikel rambut.

Karena ototnya juga sudah tumbuh, bayi bisa melakukan beberapa gerakan pertama pada minggu ini. Tapi, masih terlalu awal untuk ibu bisa merasakannya.

Lanjut ke Perkembangan Janin Usia 10 Minggu

Perubahan dalam Tubuh Ibu pada Usia 9 Minggu Kehamilan

Karena aliran darah dalam tubuh terus meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan, maka ibu mungkin akan mengalami pusing, sering buang air kecil, pembengkakan pembuluh darah pada tangan dan kaki, serta mimisan.

Perdarahan juga bisa terjadi dalam trimester pertama kehamilan dan belum tentu merupakan kondisi yang mengkhawatirkan. Tapi, perdarahan juga bisa menandakan kehamilan ektopik atau keguguran. Jadi, segera periksakan diri ke dokter bila ibu mengalami perdarahan yang tidak biasa.

Gejala Kehamilan di Usia 9 Minggu

Berikut beberapa gejala kehamilan yang mungkin akan ibu alami di usia 9 minggu:

  • Gejala mual dan muntah yang disebut morning sickness masih bisa terjadi pada minggu ini. Tidak hanya terjadi di pagi hari saja, sebagian ibu hamil mengalami gejala tersebut sampai sepanjang hari. Tapi, ada juga beberapa ibu hamil yang beruntung yang bisa melewati trimester pertama tanpa mengalami morning sickness.

Baca juga: Tips Mengatasi Morning Sickness untuk Kehamilan Pertama

  • Ibu juga mungkin akan mengalami beberapa ketidaknyamanan, seperti kelelahan, nyeri punggung, sulit berkonsentrasi, kehilangan nafsu makan, hingga berat badan menurun. Ini terjadi karena tubuh ibu sedang menyesuaikan diri dengan bayi yang sedang bertumbuh.
  • Suasana hati ibu juga sering berubah-ubah secara drastis.

Perawatan Kehamilan di Usia 9 Minggu

Dokter kandungan mungkin akan meresepkan vitamin kehamilan, seperti asam folat dan multivitamin agar ibu bisa mendapatkan tambahan asupan nutrisi yang cukup untuk ibu sendiri dan janin. Penting juga bagi ibu untuk mengonsumsi menu sehat dengan pola makan yang sering, namun dalam porsi kecil. Tujuannya untuk mencegah sistem pencernaan ibu bekerja terlalu keras yang bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut ibu.

Baca juga: Bagaimana Pola Makan yang Sehat Saat Hamil? Begini Penjelasannya!

Selain itu, ibu juga perlu minum banyak air putih agar tetap terhidrasi, apalagi bila ibu sering muntah. Bila air putih yang rasanya hambar membuat ibu mual, bisa diganti dengan minum jus buah. Sup sehat atau minuman isotonik juga bisa menjadi pilihan minuman untuk menggantikan elektrolit yang hilang dari tubuh.

Untuk membeli suplemen yang ibu hamil butuhkan, bisa menggunakan aplikasi Halodoc, lho. Ibu enggak perlu repot-repot keluar rumah, tinggal pesan lewat aplikasi Halodoc, dan pesananmu akan diantarkan dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Lanjut ke Perkembangan Janin Usia 10 Minggu