• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlemakan Hati Akut Picu Trombositopenia pada Ibu Hamil

Perlemakan Hati Akut Picu Trombositopenia pada Ibu Hamil

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Selain anemia, trombositopenia menjadi gangguan kesehatan yang umum terjadi pada ibu hamil. Kondisi ini merupakan rendahnya jumlah trombosit dalam darah, sel kecil yang sangat penting dalam proses pembentukan penggumpalan untuk mencegah terjadinya perdarahan.

Normalnya, tubuh akan terus memproduksi trombosit baru dan menghancurkan sel trombosit yang lama. Pada kondisi sehat, trombosit di dalam darah seharusnya berada pada kisaran antara 100.000 hingga 450.000/mikroL. Apabila jumlahnya kurang dari itu, maka terjadi trombositopenia. 

Perlemakan Hati Akut Sebabkan Trombositopenia pada Ibu Hamil

Selama proses kehamilan, beberapa wanita mengalami kasus trombositopenia ringan atau kurang dari 100.000. Akan tetapi, apabila jumlah trombosit kurang dari 80.000, ibu harus segera memeriksakan kondisi kesehatan ke rumah sakit terdekat. Agar prosesnya lebih mudah, gunakan aplikasi Halodoc, jadi ibu tidak perlu lagi mengantre ketika hendak berobat ke rumah sakit

Baca juga: Darah Berlebihan saat Menstruasi, Benarkah Gejala Trombositopenia?

Produksi trombosit yang menurun atau meningkatkan destruksi atau kerusakan trombosit umumnya menjadi penyebab rendahnya jumlah trombosit pada ibu hamil. Nah, kondisi tersebut salah satunya terjadi karena perlemakan hati akut. Sebenarnya, lemak hati akut pada kehamilan adalah kondisi yang jarang terjadi atau bisa dikatakan langka. 

Sebagian besar kasus perlemakan hati akut pada ibu hamil terjadi pada trimester ketiga kehamilan atau periode awal pascapersalinan. Diyakini, kelainan yang muncul pada beta-oksidasi asam lemak intramitokondrial menjadi penyebab terjadinya perlemakan hati akut pada ibu hamil. 

Studi yang diterbitkan dalam Jurnal Kesehatan dan Kedokteran menyebutkan, perlemakan hati lebih sering terjadi pada wanita yang mengalami kehamilan pertama dengan janin laki-laki dan sebesar 15 persen kasus adalah kehamilan kembar. 

Baca juga: Cara Penanganan saat Ibu Hamil Terkena Trombositopenia

Gejala biasanya berkembang dalam beberapa hari hingga minggu, meliputi malaise, mual dan muntah, nyeri pada epigastrium, dan kuning. Kondisi ini pun dapat diikuti dengan munculnya koagulopati dan ensefalopati. Pada sebagian besar ibu hamil, muntah yang terjadi pada trimester ketiga menjadi gejala mayor. 

Tanpa adanya penanganan segera, gejala akan semakin memburuk. Sering kali, terjadi hipoglikemia, ensefalopati hepatik, koagulopati, hingga gagal ginjal. Jika kondisi telah sangat parah, kematian janin bisa terjadi karena asidosis juga hemokonsentrasi yang terjadi pada ibu selama hamil. 

Penanganan dan Pencegahan Trombositopenia pada Ibu Hamil

Setelah mengetahui gejala, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui berapa jumlah trombosit dan apa yang menjadi penyebab terjadinya masalah kesehatan ini. Jika memang diperlukan, dokter pun akan melakukan USG perut. 

Jika trombositopenia masih terbilang ringan atau jumlahnya masih berada di atas 50.000 sel per mikroliter darah merah, dokter umumnya hanya akan memberikan obat untuk membantu mencegah agar kadar trombosit tidak semakin turun. Biasanya, trombositopenia yang ringan cenderung tidak menimbulkan gejala dan tidak diperlukan penanganan khusus. 

Baca juga: Begini Cara Diagnosis Trombositopenia

Agar tidak terjadi perdarahan, hindari berbagai aktivitas yang bisa memicu terjadinya cedera, terlebih ketika sedang hamil. Perbanyak istirahat dan hindari konsumsi alkohol. Jangan lupa, selalu rutin melakukan pengecekan kandungan setiap bulan, agar ibu bisa mengetahui tumbuh kembang janin sekaligus bisa mendeteksi secara dini jika ditemukan adanya kelainan kehamilan, sehingga pengobatan bisa segera dilakukan. 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Thrombocytopenia (Low Platelet Count).
Armanto, Rachmad Poedyo. 2020. Diakses pada 2020. Deteksi Dini Perlemakan Hati Akut dalam Kehamilan (Acute Fatty Liver of Pregnancy (AFLP)) dan Penanganannya dengan Diet Rendah Lemak. KELUWIH: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran 1(2): 81-88.
WebMD. Diakses pada 2020. Thrombocytopenia.