Perlu Diketahui, Faktor Risiko Mata Ikan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Perlu Diketahui, Faktor Risiko Mata Ikan

Halodoc. Jakarta – Tahukah kamu bahwa mata ikan tidak hanya muncul di telapak kaki? Penyakit ini bisa terjadi di tangan, telapak tangan, bahkan hingga ke wajah. Namun, bagian tubuh yang sering mendapatkan tekanan berulang seperti kaki yang sering menjadi tempat bertumbuhnya mata ikan. Bahkan, mata ikan yang muncul di kaki ini menular, lho! Jadi, kamu harus tahu pasti penyebab mata ikan yang bikin kaki sakit dan tidak nyaman ini. 

Mata ikan ini beda dengan kapalan. Kalau kamu mengalami kapalan, bagian dalam kulit akan terisi dengan cairan dan terasa tebal ketika kamu berjalan. Terkadang, gesekan berulang membuat kapalan juga menyakitkan. Namun, mata ikan ukurannya lebih kecil dan punya bagian tengah yang keras dan dikelilingi oleh kulit yang meradang serta terasa sakit kalau kamu menyentuhnya. 

Apa Sih Penyebab dan Faktor Risiko Mata Ikan?

Tahukah kamu kalau penyebab mata ikan sebenarnya karena infeksi virus HPV? Ya, virus ini adalah jenis virus yang sama dengan penyebab penyakit kelamin dan penyebab utama wanita mengalami kanker serviks. Sayangnya, virus ini memiliki banyak jenis, dan virus yang menyerang kelamin dengan virus yang menginfeksi kulit ternyata berbeda. 

Baca juga: Sering Dianggap Sama, Apa Beda Kapalan dan Mata Ikan?

Infeksi virus bisa terjadi melalui luka gores dan area yang lembap serta hangat, seperti misalnya di kamar mandi. Penularan juga bisa terjadi melalui kontak langsung dengan seseorang yang sudah terinfeksi. Setelah masuk ke bagian dalam kulit, virus akan tumbuh dan menyebar dengan sangat cepat, juga merangsang pertumbuhan sel di bagian dalam kulit. 

Mata ikan bisa terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami kelainan kulit ini, seperti anak dan remaja, orang-orang dengan imunitas tubuh yang lemah, suka berjalan tanpa menggunakan alas kaki, tidak menggunakan kaus kaki ketika mengenakan sepatu, kaki pecah-pecah, memakai sepatu kekecilan atau kebesaran, memiliki riwayat mata ikan sebelumnya, dan memiliki kelainan pada bentuk kaki. 

Ketika mengalami mata ikan, kamu merasa seperti ada benjolan kecil, kasar, dan berdaging. Selanjutnya, akan terbentuk kulit yang mengeras dan menebal, ketika ini terjadi, mata ikan sudah tumbuh ke dalam. Lalu, muncul bintik hitam atau biji kutil yang merupakan gumpalan dari pembuluh darah yang membeku. Kamu juga akan merasa sakit ketika berdiri maupun berjalan. 

Baca juga: Hati-Hati Pilih Alas Kaki agar Tak Kena Mata Ikan

Kalau ini terjadi, kamu harus mendapatkan penanganan. Buat janji langsung dengan dokter di rumah sakit terdekat untuk memeriksakan kondisimu dan memutuskan pengobatan apa yang sesuai dengan gejala dan hasil diagnosis. Terlebih jika kamu mengalami kutil yang bertambah banyak meski sudah diobati, kutil membuat kaki mati rasa, benjolan berdarah, dan mengalami perubahan warna atau tampak seperti meradang. 

Baca juga: Bukan Kapalan, Ini Ciri Mata Ikan

Pengobatan Mata Ikan

Mata ikan cenderung akan menghilang dengan sendirinya meski membutuhkan waktu yang terbilang lama, bahkan hingga dua tahun. Pengobatan medis yang bisa kamu lakukan seperti menggunakan asam salisilat, asam trikloroasetat, dan cryotherapy. Kalau mata ikan terasa sangat mengganggu, bisa dilakukan operasi kecil untuk mengangkatnya, tetapi prosedur ini bisa terasa menyakitkan. 

Referensi: 
Emedicine Medscape. Diakses pada 2019. Nongenital Warts.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Corns and Calluses.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Corn and Calluses.