26 November 2018

Perlu Diperhatikan, Lupus Bisa Sebabkan Gagal Ginjal

Lupus, gagal ginjal,penyebab gagal ginjal

Halodoc, Jakarta - Lupus merupakan sebuah singkatan untuk gangguan yang disebut “lupus erythematosus.” Kata lupus berarti serigala, dalam bahasa Latin. Ruam kulit yang ditemukan pada beberapa pengidap dapat membentuk pola kupu-kupu di atas batang hidung, menyerupai gigitan serigala. Lupus disebut juga penyakit “autoimun” karena sistem kekebalan tubuh, yang biasanya melindungi tubuh dari penyakit, berbalik melawan tubuh, sehingga menyebabkan kerusakan pada organ dan jaringan,

Terdapat dua jenis lupus. Pertama, sistemik lupus eritematosus yang dapat membahayakan kulit, sendi, ginjal, dan otak. Lupus jenis ini bisa berakibat fatal. Sedangkan, jenis lain penyakit lupus adalah “discoid” lupus erythematosus. Lupus jenis ini hanya memengaruhi kulit kamu.

Tidak ada yang mengetahui apa yang sebenarnya menyebabkan penyakit ini. Riwayat keluarga dan keadaan di sekitar lingkungan kamu, seperti infeksi, virus, bahan kimia beracun, atau polutan (asap mobil dan asap pabrik), mungkin memiliki peran dalam menyebabkan penyakit ini. Pria dan wanita dari segala usia dan ras berisiko terkena lupus. Namun, sekitar 90 persen orang yang didiagnosis dengan lupus adalah wanita.

Setiap orang memiliki gejala yang berbeda. Ini mungkin termasuk ruam kulit, nyeri sendi, rambut rontok, sensitivitas terhadap matahari, kelelahan, penurunan berat badan, demam, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri dada, dan keterlibatan saraf.

Lupus dapat Sebabkan Gagal Ginjal

Kerusakan ginjal sebagai komplikasi lupus dapat terjadi secara ringan atau berat. Hal ini disebabkan kerusakan pada unit penyaringan (glomeruli) di ginjal. Karena unit penyaringan ini membersihkan darah dari limbah, kerusakan unit ini dapat menyebabkan ginjal kamu bekerja dengan buruk atau tidak bekerja sama sekali. Sekitar 90 persen pengidap lupus akan mengalami beberapa kerusakan ginjal, tetapi hanya dua sampai tiga persen yang benar-benar mengembangkan penyakit ginjal cukup parah hingga memerlukan pengobatan.

Penyakit ginjal mungkin terkesan “diam” dan tidak menimbulkan gejala apapun. Namun, kamu mungkin memiliki urine berwarna gelap, nyeri pinggang, tekanan darah tinggi, berat badan naik yang disebabkan oleh cairan berlebih, dan pembengkakan di sekitar mata, tangan, dan kaki.

Pada awalnya, lupus akan menyerang organ ginjal, dan menyebabkan ginjal mengalami peradangan. Kondisi peradangan yang terjadi mengakibatkan ginjal tidak pdapat menjalankan fungsinya dengan baik, yaitu menyaring zat-zat yang bermanfaat untuk tubuh. Setelah itu, zat-zat tersebut dikirim kembali ke seluruh sel yang membutuhkan dan membuang racun-racun yang berbahaya untuk tubuh melalui urine.

Pada peradangan ginjal karena lupus (lupus nefritis), tubuh mengalami kondisi ketika zat-zat penting untuk tubuh, seperti protein dan darah, menjadi gagal tersaring dan keluar bersamaan dengan urine. Jika keadaan seperti ini berlangsung secara lama tanpa diobati dengan baik, akan terjadi gagal ginjal.

Ketika sudah sampai pada tahap gagal ginjal, maka proses pencucian darah (hemodialisis) akan dipertimbangkan untuk dilakukan secara berkala. Tindakan tersebut dilakukan supaya racun yang seharusnya keluar bersamaan dengan urine dapat keluar, dan zat yang dibutuhkan tubuh dapat disaring. Selain itu, jika cuci darah sudah tidak terlalu berdampak baik, transplantasi ginjal dapat diperhitungkan. Meskipun tindakan tersebut termasuk sebagai tindakan yang sulit dan mahal.

Diagnosis dan Pengobatan

Bagaimana caranya mengetahui penyakit lupus dapat menyerang ginjal? Biasanya, dokter akan melakukan pengujian darah dan urine untuk mengetahui ini. Tes urine dapat memeriksa jumlah protein, darah, dan hal-hal lain untuk menunjukkan adanya kerusakan ginjal. Sementara itu, tes darah untuk kreatinin serum dapat digunakan untuk menghitung tingkat glomerular filtration (GFR), yang menunjukkan seberapa baik ginjal dalam menyaring limbah dari darah.

Apabila gagal ginjal, pengidap lupus dapat diobati dengan dialisis atau transplantasi ginjal. Pengidap lupus yang menerima transplantasi ginjal akan mendapatkan obat untuk mencegah tubuh menolak ginjal baru. Kebanyakan pengidap harus mengonsumsi obat selama bertahun-tahun dan diperiksa secara berkala.

Setelah menjalani transplantasi ginjal, pengidap dianjurkan untuk tidak kelelahan supaya tidak kambuh. Saat penyakit ini aktif, pengidap lupus mengalami penurunan kemampuan untuk menangani tugas dan pekerjaannya.

Jika kamu mengalami gejala yang mencurigakan terkait gangguan gagal ginjal atau pun lupus, ada baiknya kamu segera melakukan tanya jawab dengan dokter melalui aplikasi Halodoc.  Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana pun. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga.

Baca juga: