Lupus

Pengertian Penyakit Lupus

Lupus adalah penyakit inflamasi kronis yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang keliru sehingga mulai menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Inflamasi akibat lupus dapat menyerang berbagai bagian tubuh, misalnya:

  • Kulit

  • Sendi

  • Sel darah

  • Paru-paru

  • Jantung

  • Lupus kerap dijuluki sebagai penyakit seribu wajah karena kelihaiannya dalam meniru gejala penyakit lain. Kesulitan diagnosis biasanya dapat menyebabkan langkah penanganan yang kurang tepat.

Sekitar sepertiga pengidap lupus eritematosus sistemik (systemic lupus erythematosus/SLE) memiliki kondisi autoimun lain, misalnya penyakit tiroid dan sindrom Sjogren. Kondisi ini dapat berujung pada munculnya komplikasi, termasuk gangguan pada masa kehamilan. Selain itu proses pengobatan yang dijalani juga dapat menyebabkan pengidap rentan terhadap infeksi serius.

 

Jenis dan Penyebab Penyakit Lupus

Penyakit lupus terbagi dalam beberapa jenis, diantaranya:

1. SLE

Merupakan jenis lupus yang paling sering diderita masyarakat umum dan merupakan bahan utama pembahasan pada artikel. SLE dapat menyerang jaringan serta organ tubuh mana saja dengan tingkat gejala yang ringan sampai parah.

Banyak yang hanya merasakan beberapa gejala ringan untuk waktu lama atau bahkan tidak sama sekali sebelum tiba-tiba mengalami serangan yang parah. Gejala-gejala ringan SLE, terutama rasa nyeri dan lelah berkepanjangan, dapat menghambat rutinitas kehidupan. Karena itu para pengidap SLE bisa merasa tertekan, depresi, dan cemas meski hanya mengalami gejala ringan.

2. Lupus Eritematosus Diskoid (discoid lupus erythematosus/DLE).

Jenis lupus ini hanya menyerang kulit, namun dampaknya mampu menyerang jaringan serta organ tubuh yang lain.DLE biasanya dapat dikendalikan dengan menghindari paparan sinar matahari langsung dan obat-obatan, gelaja DLE sendiri diantaranya:

  • Rambut rontok.

  • Pitak permanen.

  • Ruam merah dan bulat seperti sisik pada kulit yang terkadang akan menebal dan menjadi bekas luka.

 

3. Lupus Akibat Obat

Efek samping obat pasti berbeda-beda pada tiap orang. Terdapat lebih dari 100 jenis obat yang dapat menyebabkan efek samping yang mirip dengan gejala lupus pada orang-orang tertentu. Gejala lupus akibat obat umumnya akan hilang jika berhenti mengonsumsi obat tersebut sehingga tidak perlu menjalani pengobatan khusus. Tetapi jangan lupa untuk selalu berbicara dengan doktersebelum memutuskan untuk berhenti mengonsumsi obat dengan resep dokter.

 

Gejala Penyakit Lupus

Meski gejala SLE bervariasi, ada tiga gejala utama yang umumnya selalu muncul, antara lain:

1. Rasa lelah yang ekstrem

Melakukan rutinitas sehari-hari yang sederhana, misalnya tugas rumah tangga atau rutinitas kantor, dapat membuat penderita SLE merasa sangat lelah. Rasa lelah yang ekstrem tetap muncul bahkan setelah penderita cukup beristirahat.

2. Ruam pada kulit

Yang menjadi ciri khas SLE adalah ruam yang menyebar pada batang hidung dan kedua pipi. Gejala ini dikenal dengan istilah ruam kupu-kupu (butterfly rash) karena bentuknya yang mirip sayap kupu-kupu.
Bagian tubuh lain yang mungkin ditumbuhi ruam adalah tangan dan pergelangan tangan. Ruam pada kulit akibat SLE dapat membekas secara permanen dan bertambah parah jika terpapar sinar matahari akibat reaksi fotosensitivitas.

3. Nyeri pada persendian

Gejala utama lain dari SLE adalah rasa nyeri. Gejala ini umumnya muncul pada persendian tangan dan kaki penderita. Rasa nyeri juga mungkin dapat berpindah dengan cepat dari sendi satu ke sendi lain, meskipun demikian tidak akan menyebabkan kerusakan atau cacat permanen pada persendian. Ada beragam gejala lain yang dapat muncul selain yang utama. Tetapi tidak semua gejala tersebut akan dialami, gejala lain yang kemungkinan dialami penderita SLE adalah:

  • Sariawan yang terus muncul.

  • Demam tinggi (38 derajat celsius atau lebih).

  • Tekanan darah tinggi.

  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

  • Sakit kepala.

  • Rambut rontok.

  • Mata kering.

  • Sakit dada.

  • Hilang ingatan.

  • Napas pendek akibat inflamasi paru-paru, dampak ke jantung, atau anemia.

  • Tubuh menyimpan cairan berlebihan sehingga terjadi gejala seperti pembengkakan pada pergelangan kaki

  • Jari-jari tangan dan kaki yang memutih atau membiru jika terpapar hawa dingin atau karena stres (fenomena Raynaud).

 

Pengobatan Penyakit Lupus

SLE tidak bisa disembuhkan, pengobatan dilakukan untuk mengurangi tingkat gejala serta mencegah kerusakan organ pada pengidap SLE. Beberapa puluh tahun yang lalu, SLE dipandang sebagai penyakit terminal yang berujung kepada kematian. Ketakutan ini disebabkan oleh banyaknya pengidap pada saat itu yang meninggal dunia akibat komplikasi dalam kurun waktu 10 tahun setelah didiagnosis mengidap SLE. Berkat pengobatan SLE yang terus berkembang, hampir semua pengidap SLE saat ini dapat hidup normal atau setidaknya mendekati tahap normal. Bantuan dan dukungan dari keluarga, teman, serta staf medis juga berperan penting dalam membantu para pengidap SLE dalam menghadapi penyakit ini.

 

Pencegahan Penyakit Lupus

Ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mencegah diri dari serangan penyakit lupus, diantaranya :

  • Hindari stress dan terapkan pola hidup sehat

  • Kurangi kontak langsung yang berlebihan dengan sinar matahari terutama pada siang hari

  • Berhenti merokok

  • Berolahraga secara teratur

  • Lakukan diet nutrisi

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika memiliki beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas yang berlangsung selama beberapa minggu atau menjadi lebih parah, segera kunjungi dokter. Jangan hanya menganggap itu sebagai penyakit biasa, sebab banyak pengidap yang bisa sembuh jika dilakukan pemeriksaan sedini mungkin.