09 October 2018

Perlu Tahu 5 Penyakit Komplikasi Akibat Demam Kuning

Perlu Tahu 5 Penyakit Komplikasi Akibat Demam Kuning

Halodoc, Jakarta – Demam kuning alias yellow fever adalah jenis penyakit yang terjadi saat seseorang terinfeksi virus yang ditularkan nyamuk. Gejala khas dari penyakit ini adalah demam tinggi serta terjadi perubahan pada bagian putih mata dan kulit yang menguning. Hal itu terjadi karena adanya penurunan fungsi di organ hati.

Virus Flavivirus yang disebarkan oleh jenis nyamuk Aedes aegypti adalah penyebab dari penyakit ini. Nyamuk ini membawa virus demam kuning setelah menggigit manusia yang sedang terinfeksi. Setelah itu, virus akan memasuki aliran darah nyamuk dan menetap di kelenjar air liur (saliva) milik serangga ini. Nah, ketika nyamuk menggigit manusia lain, lalu virus tersebut akan memasuki tubuh “orang baru” itu dan mulai menyebar ke tubuh melalui aliran darah.

Sejauh ini, satu-satunya obat yang ampuh untuk melawan penyakit ini adalah sistem kekebalan tubuh sendiri dalam melawan virus penyakit demam kuning. Penyakit ini menyerang dalam beberapa fase yang memiliki gejala dan kondisi yang berbeda-beda. Mulai dari fase inkubasi, yaitu waktu masuknya virus ke dalam tubuh. Kemudian fase akut, yaitu mulai muncul beberapa gejala, seperti demam, pusing, sakit kepala, menurunnya nafsu makan, nyeri otot, mual muntah, hingga sensitif terhadap cahaya.

Setelah fase ini berakhir, gejala-gejala tersebut akan mulai menghilang, bahkan sebagian orang bisa sembuh dari penyakit demam kuning setelah fase ini. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan gejala bisa kembali yang disebut sebagai fase toksik. Pada fase toksik, kembalinya gejala demam kuning sering terjadi lebih parah dan serius. Pada tahap ini pula komplikasi dari penyakit demam kuning bisa terjadi. Apa saja komplikasi penyakit yang bisa terjadi akibat demam kuning?

1. Miokarditis

Kondisi ini terjadi saat otot jantung (miokardium) mengalami peradangan atau inflamasi. Padahal, otot ini bertanggung jawab untuk mengatur fungsi jantung dalam memompa darah ke seluruh organ tubuh. Saat bagian ini mengalami peradangan, fungsi tersebut mungkin akan mengalami masalah, bahkan terhambat. Terhambatnya kinerja jantung karena peradangan bisa memicu munculnya gejala, seperti nyeri pada dada, gangguan irama jantung, hingga sesak napas.

2. Edema Paru

Demam kuning juga bisa memicu terjadinya komplikasi pada organ tubuh lain, termasuk edema paru. Kondisi ini ditandai dengan gejala sulit bernapas. Hal itu terjadi karena adanya penumpukan cairan di dalam kantung paru-paru (alveoli).

Dalam kondisi tubuh yang normal, saat bernapas paru-paru akan kemasukan udara. Namun pada kondisi ini, paru-paru malah terisi cairan ketika sedang bernapas. Hal itu bisa menjadi berbahaya karena tidak ada oksigen yang masuk ke paru-paru dan aliran darah.

3. Radang Otak

Radang otak atau ensefalitis juga bisa terjadi sebagai penyakit komplikasi akibat demam kuning. Kondisi ini muncul karena adanya inflamasi yang terjadi pada otak. Penyakit ini lebih mudah menyerang orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah.

4. Hepatorenal

Gejala kuning yang terjadi karena penurunan fungsi organ hati juga bisa berkembang menjadi penyakit hepatorenal. Hepatorenal adalah sindrom dari sejumlah gejala akibat gagal ginjal yang berawal dari penyakit hati stadium lanjut. Kondisi ini merupakan komplikasi serius dari penyakit hati yang bisa berakibat fatal jika tak segera mendapat pengobatan.

5. Infeksi Bakteri Sekunder

Komplikasi ini biasanya berpotensi terjadi setelah seseorang dinyatakan sembuh dari penyakit demam kuning. Infeksi bakteri sekunder adalah jenis infeksi bakteri yang muncul selama atau setelah pengobatan.

Untuk menghindar komplikasi akibat penyakit demam kuning atau serangan penyakit lain, pastikan untuk selalu menjalankan pola hidup sehat dan berolahraga. Lengkapi juga dengan mengonsumsi vitamin atau suplemen tambahan. Lebih mudah beli vitamin atau produk kesehatan lain di aplikasi Halodoc. Dengan layanan Apotik Antar, pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: