Perlu Tahu, Begini Cara Mencegah Miokarditis

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Gangguan miokarditis merupakan radang otot jantung (miokardium). Banyaknya orang yang mengalami gangguan ini sulit untuk diketahui karena kemunculannya sering kali tidak memiliki gejala. Banyak orang yang mengidap miokarditis dinyatakan sehat. Cara terbaik untuk mencegah gangguan ini adalah mengobati infeksi dengan cepat dan menghentikannya. 

Infeksi virus merupakan penyebab paling umum dari miokarditis. Saat kamu memilikinya, tubuh kamu menghasilkan sel untuk melawannya. Sel-sel ini melepaskan bahan kimia. Apabila sel-sel yang melawan penyakit memasuki jantung, beberapa bahan kimia yang dilepaskannya dapat memacu otot jantung. 

Baca juga: Benarkah Virus Penyebab Miokarditis Bisa Sebabkan Kematian Mendadak?

Belum ada cara pencegahan khusus untuk penyakit miokarditis. Hanya saja kamu dapat mengambil langkah-langkah ini untuk mencegah munculnya infeksi:

  • Hindari orang yang memiliki penyakit seperti virus atau flu sampai mereka sembuh. Apabila kamu sakit dengan gejala virus, cobalah untuk beristirahat di rumah saja. 
  • Jagalah kebersihan yang baik. Mencuci tangan secara teratur dapat membantu mencegah penyebaran penyakit. 
  • Hindari perilaku yang berisiko. Untuk mengurangi kemungkinan terkena infeksi miokarditis terkait HIV, lakukan hubungan intim yang aman dan jangan menggunakan obat-obatan terlarang. 
  • Minimalisir paparan kutu. Jika kamu menghabiskan waktu di area yang penuh kutu, kenakan baju lengan panjang dan celana panjang untuk menutupi kulit kamu sebanyak mungkin. Oleskan kutu atau penolak serangga yang mengandung DEET.
  • Lakukan vaksin. Selalu update mengenai informasi terbaru tentang vaksin yang direkomendasikan, termasuk yang melindungi terhadap rubella dan influenza - penyakit yang dapat menyebabkan miokarditis. 

Diagnosis Miokarditis Lebih Awal

Untuk dapat mencegahnya atau membiarkan gangguan miokarditis semakin parah, sebaiknya segera komunikasikan gejala yang kamu curigai pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Meskipun miokarditis sulit didiagnosis, dokter dapat menggunakan beberapa tes untuk mempersempit sumber gejala yang kamu alami. Tes-tes itu meliputi:

  • Tes darah: untuk memeriksa tanda-tanda infeksi atau sumber peradangan.
  • Sinar-X pada dada: untuk menunjukkan anatomi dada dan tanda-tanda potensial gagal jantung.
  • Electrocardiogram (ECG): untuk mendeteksi detak jantung yang tidak normal dan ritme yang mengindikasikan otot jantung yang rusak. 
  • Echocardiogram (ultrasound imaging of the heart): untuk membantu mendeteksi masalah struktural atau fungsional di jantung dan pembuluh darah yang berdekatan. 
  • Biopsi miokard (pengambilan sampel jaringan otot jantung): dalam beberapa kasus dapat dilakukan selama kateterisasi jantung untuk memungkinkan dokter memeriksa sepotong kecil jaringan otot dari jantung. 

Baca juga: Awas, Komplikasi Penyakit yang Diakibatkan Miokarditis

Miokarditis mungkin dapat menyebabkan kerusakan signifikan pada jantung. Respons sistem kekebalan tubuh, karena virus atau infeksi lain yang menyebabkan miokarditis, dapat menyebabkan kerusakan penting seperti halnya bahan kimia tertentu atau penyakit autoimun yang dapat menyebabkan miokarditis. 

Kondisi ini pada akhirnya dapat menyebabkan gagal jantung dan akhirnya kematian. Kasus-kasus ini jarang terjadi. Pasalnya, kebanyakan pengidap yang mengalami miokarditis pulih dan melanjutkan aktivitas jantung yang sehat. Berikut kemungkinan komplikasi yang mungkin terjadi:

  • Gagal Jantung. Tanpa diobati, miokarditis dapat merusak otot jantung, sehingga tidak dapat memompa darah secara efektif. Pada kasus yang lebih parah, gagal jantung yang berhubungan dengan miokarditis mungkin memerlukan alat bantu ventrikel atau transplantasi jantung. 

  • Serangan jantung atau stroke. Jika otot jantung kamu terluka dan tidak dapat memompa darah, darah yang terkumpul di jantung kamu dapat membentuk gumpalan. Jika gumpalan menghalangi salah satu arteri jantung, kamu dapat mengalami serangan jantung. Apabila gumpalan darah di jantung kamu berpindah ke arteri yang menuju ke otak kamu sebelum dimasukkan, kamu dapat mengalami stroke.

  • Irama jantung yang cepat atau tidak normal (aritmia). Kerusakan otot jantung kamu dapat menyebabkan aritmia. 

  • Kematian jantung mendadak. Aritmia serius tertentu dapat menyebabkan jantung kamu berhenti berdetak (serangan jantung mendadak). Ini fatal jika tidak segera diobati. 

Baca juga: Ini Jenis Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Miokarditis

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Myocarditis Symptoms Causes
WebMD. Diakses pada 2019. Heart Disease: Myocarditis
Health Line. Diakses pada 2019. Myocarditis Complications.