27 April 2018

Perlu Tahu, Inilah Pengaruh Gadget pada Perkembangan Anak

Perlu Tahu, Inilah Pengaruh Gadget pada Perkembangan Anak

Halodoc, Jakarta – Cara paling mudah bagi orangtua zaman now untuk menenangkan anak yang rewel adalah dengan memberikan gadget. Namun, tahukah bahwa kebiasaan ini sebenarnya tidak disarankan, lho.

Berdasarkan data yang dilansir New York Times, 70 persen orangtua mengaku mengizinkan anak mereka (usia 6 bulan – 4 tahun) untuk bermain perangkat mobile, ketika mereka sedang mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Selain itu, 65 persen melakukan hal serupa untuk menenangkan Si Kecil saat berada di tempat umum.

Menurut profesor psikolog dari Temple University, AS, fenomena ini sungguh membahayakan. Si ahli mengatakan, bila anak-anak enggak bisa lepas dari “permen digital” ini, maka bisa memberikan pengaruh negatif bagi perkembangan sosial mereka.

Pengaruhi Mental Anak

Menurut profesor psikologi dari Iowa State University, bermain video game bisa meningkatkan kemungkinan depresi pada anak. Ia melakukan riset untuk mengetahui tentang hubungan antara dan video game dengan kasus-kasus depresi pada anak dan remaja. Menurutnya, ketika anak punya masalah, pelarian termudah dengan bermain video game. Lalu, apa imbasnya?

Tanpa disadari, hal itu akan menimbulkan ketergantungan dan menyebabkan mereka makin terisolasi dari kehidupan sosial. Alhasil, mereka akan rentan terhadap depresi ketika “dipaksa” untuk berhadapan dengan dunia nyata. Enggak cuma itu, ketika ditelisik lebih jauh, pengaruh gadget pada anak juga membuat nilai-nilai pelajaran mereka cenderung tidak bagus.

Alasannya sih sederhana, anak-anak kerap memprioritaskan bermain gadget dibandingkan dengan belajar. Oleh sebab itu, orangtua seharusnya selalu mengawasi penggunaan gadget pada anak-anak. Misalnya, membatasi durasi penggunaan selama dua jam sehari untuk anak-anak, atau maksimal tiga jam bagi mereka yang menginjak usia remaja.

Jadwal dan Kualitas Tidur Terganggu

Gadget maupun gawai elektronik yang berada di kamar anak, bisa saja memberikan pengaruh negatif terhadap waktu istirahatnya. Contohnya, melihat-lihat media sosial, menonton video, bermain game, atau chatting berjam-jam, enggak jarang membuat mereka untuk tidur lebih larut. Menurut ahli, sebaiknya orangtua enggak menempatkan TV dan komputer di kamar tidur anak. Enggak cuma itu, cobalah meminta mereka untuk mematikan ponselnya menjelang waktu tidur. Pasalnya, bermain ponsel menjelang waktu tidur juga bisa menurunkan kualitas tidur.

Menurut sebuah studi, 75 persen anak-anak di usia 9-10 tahun yang menggunakan gadget di kamar tidur, mengalami gangguan tidur yang berdampak pada penurunan prestasi belajar mereka.

Realitanya Berbanding Terbalik

Memang bukan rahasia lagi, kini banyak orangtua yang memberikan anaknya berbagai macam gadget untuk keperluan sehari-hari. Nah, tahu enggak bagaimana kehidupan anak-anak dari bos perusahaan gadget raksasa seperti Microsoft dan Apple? Mungkin kamu membayangkan kalau bocah-bocah tersebut hari-harinya selalu dikelilingi perangkat canggih. Nah, ironinya, Bill Gates dan mendiang Steve Jobs justru menjauhkan anak-anaknya mereka dari perangkat tersebut.

Bos besar Microsoft justru enggak membolehkan ketiga anaknya memiliki ponsel sendiri sebelum berumur 14 tahun. Meski anak-anaknya protes, Gates tetap pada pendiriannya. Lalu, ketika anaknya telah memiliki ponsel, Gates tetap mengatur penggunaannya dengan ketat. Alasannya, si miliarder ini enggak mau kehidupan anak-anaknya terganggu oleh kehadiran berbagai macam gawai canggih.

Sedangkan Jobs lain ceritanya. Ia tak membolehkan anak-anaknya menggunakan tablet iPad. Ia juga melarang anak-anaknya membawa gadget ke meja makan saat santap malam bersama keluarga. Alhasil, anak-anaknya pun enggak ketergantungan dan ketagihan terhadap gadget.

(Baca juga: 6 Trik Atasi Masalah Anak Picky Eater)

Kamu atau keluarga punya masalah kesehatan dan ingin berdiskusi dengan dokter? Kamu bisa lho bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!