• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Perlu Tahu, Jenis-Jenis Operasi untuk Menangani Hidrosefalus

Perlu Tahu, Jenis-Jenis Operasi untuk Menangani Hidrosefalus

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Bayi yang baru dilahirkan termasuk makhluk yang lemah dan mudah untuk mengalami gangguan. Walau begitu, gangguan yang terjadi mungkin saja bawaan dari lahir atau disebabkan oleh suatu hal setelah kelahiran. Penyakit yang terjadi dapat ringan atau berat, sehingga harus mendapat perawatan segera.

Salah satu penyakit yang umum terjadi pada bayi adalah hidrosefalus. Gangguan ini dapat menyebabkan kepala anak ibu menjadi lebih besar dibanding bayi seumurannya. Maka dari itu, sangat penting untuk mengetahui cara menangani hidrosefalus. Berikut beberapa operasi hidrosefalus yang dapat dilakukan!

Baca juga: Prosedur Operasi untuk Mengobati Hidrosefalus

Beberapa Cara Menangani Hidrosefalus dengan Operasi

Hidrosefalus adalah terjadinya penumpukan cairan pada rongga yang berada di dalam otak. Cairan yang berlebihan tersebut dapat meningkatkan ukuran ventrikel, sehingga terlihat sangat besar. Hal tersebut juga dapat memberikan tekanan pada otak, sehingga mengalami gangguan.

Cairan serebrospinal tersebut seharusnya mengalir melalui ventrikel dan membasahi otak dan beberapa bagian dari tulang belakang. Walau begitu, jika tekanan cairan tersebut terlalu banyak yang berhubungan dengan hidrosefalus, kerusakan jaringan pada otak dapat terjadi dan kelainan pada fungsi otak sulit dihindari.

Maka dari itu, sangat penting untuk mengembalikan jumlah cairan tersebut kembali normal agar tekanan di otak dapat diatasi. Beberapa cara menangani hidrosefalus dapat dilakukan, salah satunya adalah dengan operasi. Berikut beberapa operasi untuk hidrosefalus yang dapat dilakukan:

  1. Operasi Shunt

Salah satu cara menangani hidrosefalus dengan operasi adalah dilakukannya pembedahan shunt. Hal ini dilakukan dengan penanaman tabung tipis, yang disebut shunt, di otak. Kelebihan cairan pada otak tersebut akan mengalir melalui alat tersebut ke bagian lain dari tubuh, biasanya ke perut. Setelah itu, cairan tersebut akan diserap ke aliran darah.

Pada tabung tipis atau shunt tersebut, terdapat katup yang dapat mengontrol aliran dari kelebihan cairan serebrospinal. Alat tersebut akan memastikan jika cairan yang dikeluarkan mengalir dengan ritme yang tepat. Kamu dapat merasakan katup seperti benjolan yang berada di bawah kulit kepala.

Operasi ini dilakukan dengan ahli bedah saraf, spesialis bedah otak, dan sistem saraf. Hal ini dilakukan dengan dengan anestesi dan membutuhkan waktu 1 hingga 2 jam. Kamu mungkin akan tinggal di rumah sakit selama beberapa hari hingga pulih.

Jika kamu memiliki jahitan, mungkin akan menyatu dengan kulit atau perlu dilepas. Beberapa kasus menggunakan staples kulit untuk menutup luka dan harus dihilangkan setelah beberapa hari. Jika terjadi sumbatan atau infeksi pada tabung tersebut, operasi perbaikan perlu dilakukan.

Memang hidrosefalus terkadang membuat kamu bingung dan panik. Walau begitu, jangan khawatir, dokter dari Halodoc siap untuk membantumu. Hal yang harus kamu lakukan hanya download aplikasi Halodoc di smartphone yang kamu gunakan! Selain itu, kamu juga dapat memanfaatkan aplikasi tersebut untuk melakukan pemesanan online untuk pemeriksaan fisik terkait hidrosefalus.

Baca juga: Terserang Hidrosefalus, Bisakah Disembuhkan?

  1. Ventrikulostomi Endoskopi Ketiga

Metode endoscopic third ventriculostomy (ETV) ini adalah operasi hidrosefalus yang merupakan alternatif dari operasi shunt. Cara menangani hidrosefalus dengan metode ini adalah dokter akan membuat lubang di lantai otak yang memungkinkan cairan yang berlebih akan keluar ke permukaan otak sehingga dapat diserap.

Metode ini tidak cocok untuk semua orang. Walau begitu, metode ini dapat menjadi pilihan apabila terjadi penumpukan cairan serebrospinal di otak yang disebabkan sumbatan. Kelebihan cairan tersebut akan mengalir melalui lubang dan menghindari terjadinya sumbatan pada otak.

ETV dilakukan juga diawali dengan diberikannya anestesi umum. Setelah itu, ahli bedah saraf akan membuat lubang kecil di tengkorak dan menggunakan endoskop untuk melihat ke dalam ruang otak. Sebuah lubang kecil dibuat di dalam otak dengan bantuan alat tersebut. Setelah itu, luka akan ditutup menggunakan jahitan.

Baca juga: Hidrosefalus Bisakah Ukuran Kepala Menjadi Normal?

Prosedur ini membutuhkan waktu paling tidak 1 jam. Selain itu, terdapat sedikit risiko terjadinya infeksi ketika melakukan ETV dibandingkan dengan shunt. Walau begitu, memang semua prosedur bedah memiliki risiko. Selain itu, risiko penyumbatan juga dapat terjadi setelah operasi yang membuat kamu harus melakukan pembedahan lagi.

Referensi:
NHS.uk. Diakses pada 2019. Hydrocephalus
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Hydrocephalus