Perlu Waspada Komplikasi Akibat Diare Kronis

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Perlu Waspada Komplikasi Akibat Diare Kronis

Halodoc, Jakarta - Coba tebak berapa banyak nyawa yang mesti melayang karena diare tiap tahunnya? Menurut data dari WHO, diare setidaknya menyebabkan 1,5 juta kematian tiap tahunnya, terutama pada anak-anak. Sangat banyak, kan?

Mungkin sulit dipercaya, mengapa penyakit yang terbilang “ringan” dan umum ini bisa menyebabkan begitu banyak kematian. Namun, begitulah faktanya, oleh sebab itu jangan sekali-sekali menganggap remeh penyakit ini. 

Masalahnya, diare saja sudah bisa menyebabkan masalah yang fatal, bagaimana dengan diare kronis? Dalam dunia medis, diare yang berlangsung lama disebut dengan diare kronis. Biasanya diare kronis ini berlangsung lebih dari dua minggu.

Pertanyaannya, apa sih dampak dan komplikasi diare kronis bagi tubuh? 

Baca juga: 7 Cara Tepat Menghentikan Diare

Bukan Hanya Menyoal Dehidrasi 

Pada dasarnya, komplikasi yang disebabkan diare kronis beragam. Semuanya bergantung pada usia dan kondisi kesehatan pengidapnya. Contoh, diare kronis yang dialami orang yang mengalami penurunan sistem imun bisa menyebabkan malnutrisi. 

Oleh sebab itu, jangan main-main dengan diare kronis. Sebenarnya  komplikasi yang disebabkan diare dan diare kronis tak berbeda jauh. Namun, tingkat kefatalannya jelas berbeda. Nah, berikut ini beberapa komplikasi yang disebabkan diare atau diare kronis.

  • Infeksi berat yang dapat meluas ke organ lain dan seluruh tubuh (sepsis).

  • Iritasi pada kulit sekitar anus akibat pH tinja yang asam pada diare yang disebabkan intoleransi laktosa.

  • Malnutrisi terutama pada anak dengan usia kurang dari 5 tahun, yang dapat berakibat menurunnya kekebalan tubuh anak.

  • Ketidakseimbangan elektrolit oleh karena elektrolit ikut terbuang bersama air yang keluar saat diare, yang dapat ditandai dengan lemas, lumpuh, hingga kejang.

  • Dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh, dari ringan hingga berat.

  • Diare kronis bisa menyebabkan urine berwarna gelap, demam, muntah, pusing, dan lemas.

  • Mengancam nyawa, komplikasi utama dan paling fatal dari diare kronis adalah dehidrasi berat akibat kehilangan cairan dalam jumlah banyak. Dehidrasi yang tak ditangani dengan baik bisa menyebabkan kematian. 

Baca juga: Makanan yang Tepat saat Anak Diare

Sangat mengkhawatirkan bukan komplikasinya? Oleh sebab itu, segeralah temui dokter bila diare tak kunjung sembuh. Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc

Untuk mengetahui penyebab diare kronis, nantinya dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Di antaranya tes tinja, tes darah, atau bila diperlukan biopsi hingga CT scan atau MRI.

Komplikasinya sudah, lalu apa penyebabnya?

Bukan Cuma Infeksi Parasit atau Bakteri

Pada dasarnya, diare kronis ini disebabkan oleh gangguan pada saluran pencernaan yang bisa disebabkan oleh berbagai hal. Namun, infeksi oleh parasit, bakteri, dan virus, paling sering menjadi biang keladinya. Meski begitu, ada pula beberapa hal yang bisa menyebabkan diare kronis. Contohnya:

Nah, berikut ini beberapa penyakit yang bisa menyebabkan diare kronis. 

  • Gangguan pada usus besar;

  • Gangguan pada pankreas;

  • Keracunan makanan;

  • Terapi radiasi;

  • Tumor;

  • Diabetes;

  • Efek samping obat-obatan, seperti obat maag, obat pencahar, antibiotik, hingga kemoterapi;

  • Efek samping operasi daerah perut;

  • Penyakit radang usus seperti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn;

  • Alergi;

  • Intoleransi tubuh terhadap beberapa makanan dan minuman. Seperti susu sapi atau protein kedelai;

  • Gangguan tiroid, contohnya hipertiroidisme;

  • Gangguan sistem imun; dan

  • Penyakit keturunan, misalnya yang bisa menyebabkan defisiensi enzim tertentu. 

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Referensi:
Mayo Clinic (2019). Disease and Conditions. Diarrhea.
Higuera, V. Healthline (2019). Chronic Diarrhea.