Perlu Waspada, Wanita Lebih Rentan Terkena Kanker Tiroid

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Perlu Waspada, Wanita Lebih Rentan Terkena Kanker Tiroid

Halodoc, Jakarta – Kanker tiroid terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal dalam kelenjar tiroid. Penyakit ini jarang menimbulkan gejala di tahap awal. Setelah memasuki tahap lanjut, kanker tiroid umumnya ditandai dengan benjolan atau pembengkakan pada bagian depan leher (tepatnya di bawah jakun) dan biasanya tidak terasa sakit. Gejala penyerta lainnya adalah sakit tenggorokan, sulit menelan, suara serak, dan tidak membaik setelah beberapa minggu. Perlu diketahui tidak semua benjolan yang muncul pada leher disebabkan oleh kanker tiroid. Penyebab lainnya adalah penyakit gondok yang disebabkan oleh hipertiroid atau hipertiroid.

Kanker Tiroid Rentan Terjadi pada Wanita

Studi menyebut wanita berisiko lebih besar terkena kanker tiroid dua sampai tiga kali lebih besar dibanding pria. Penyebabnya adalah fase hidup yang dialami wanita, seperti siklus haid, kehamilan, melahirkan, dan menyusui yang berpengaruh pada produksi hormon dan kebutuhan mineral tubuh.

Pasalnya di fase tersebut, tingginya kebutuhan yodium tubuh jarang terpenuhi secara optimal. Akibatnya, wanita lebih rentan mengalami kekurangan tiroid (hipotiroid) yang menjadi pemicu kanker tiroid, serta bisa berdampak negatif pada kesehatan ibu dan janin.

Faktor risiko kanker tiroid selain jenis kelamin adalah sebagai berikut:

  • Riwayat kesehatan keluarga dengan kanker tiroid.

  • Berat badan dan tinggi badan berlebih.

  • Paparan radiasi dalam waktu lama, terutama pada area leher dan kepala.

  • Gangguan pencernaan, seperti familial adenomatous polyposis (FAP).

  • Mengidap akromegali, yaitu kondisi yang ditandai dengan jumlah hormon pertumbuhan berlebih.

Kanker Tiroid Membuat Wanita Sulit Hamil

Perubahan fungsi tiroid memiliki pengaruh besar pada fungsi reproduksi sebelum, selama dan setelah pembuahan. Masalah tiroid, seperti hipotiroid dan hipertiroid juga telah dikaitkan dengan siklus haid yang tidak teratur dan masalah ovulasi. Pada remaja perempuan, hipotiroid dikaitkan dengan keterlambatan pubertas.

Studi yang dipublikasikan dalam The Obstetrician and Gynecologist menyebut lebih dari 2 persen wanita yang memiliki masalah kesuburan memiliki riwayat penyakit tiroid. Menurut para ahli, penyakit tiroid berdampak negatif pada kehamilan, seperti meningkatkan risiko gangguan kehamilan, keguguran, preeklamsia, pertumbuhan janin yang buruk, kelahiran prematur hingga kelahiran mati.

Banyaknya dampak negatif kanker tiroid pada sistem reproduksi sehingga kamu perlu melakukan skrining tiroid sebelum merencanakan kehamilan. Skrining bisa dilakukan jika kamu sulit hamil dan mengalami keguguran berulang. Tujuannya untuk memastikan masalah tersebut disebabkan oleh penyakit tiroid. Semakin dini kanker tiroid terdeteksi, semakin besar peluang kehamilan. Manfaat skrining lainnya adalah menurunkan risiko keguguran dan meningkatkan kesehatan janin selama dalam kandungan.

Diagnosis kanker tiroid dilakukan dengan beberapa tes, seperti tes fungsi tiroid, sitologi aspirasi jarum halus, pemindaian, dan tes penyakit turunan. Pengobatan yang dilakukan nantinya tergantung jenis dan stadium kanker yang diidap. Misalnya dengan prosedur pengangkatan kelenjar tiroid, terapi pengganti hormon, pengaturan kadar kalsium, perawatan iodium radioaktif (tidak dianjurkan pada ibu hamil atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan), radioterapi eksternal dan kemoterapi.

Itulah alasan wanita lebih rentan mengidap kanker tiroid dibanding pria. Kalau kamu menemukan benjolan pada leher, segera bicara pada dokter Halodoc untuk mencari tahu penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. Kamu bisa menggunakan fitur Contact Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk bertanya pada dokter via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang!

Baca Juga: